• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Memiliki Penyakit Paru Bisa Sebabkan Terjadinya Hipoksia

Memiliki Penyakit Paru Bisa Sebabkan Terjadinya Hipoksia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu belakangan ini sering mengalami sesak napas dan tiba-tiba kehilangan kesadaran? Jika iya, mungkin saja kamu mengidap gangguan hipoksia. Gangguan ini terjadi saat kadar oksigen di dalam sel dan jaringan lebih rendah dari biasanya. Padahal, seluruh organ di tubuh membutuhkan oksigen untuk melakukan aktivitas dengan normal.

Banyak gangguan yang dapat menyebabkan hipoksia untuk terjadi, salah satunya adalah penyakit paru. Setiap orang yang mengidap gangguan ini tidak boleh menyepelekannya karena saat kehilangan kesadaran tiba-tiba, kecelakaan yang berdampak buruk mungkin saja terjadi. Maka dari itu, kamu harus tahu segala hal yang berhubungan dengan hipoksia. Berikut ulasan lengkapnya!

Baca juga: Penyebab Hipoksia yang Berdampak pada Fungsi Tubuh

Hipoksia yang Disebabkan oleh Penyakit Paru

Seseorang yang mengidap penyakit paru, terutama penyakit paru obstruktif kronis (COPD), dapat mengalami gangguan terkait pernapasan. Hal tersebut dapat menimbulkan tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Dengan begitu, hipoksia dapat terjadi, yaitu saat sel atau jaringan di dalam tubuh tidak mendapatkan oksigen sebanyak yang dibutuhkan. Saat terjadi, pengidapnya dapat mengalami masalah terkait fungsi dari beberapa organ.

Seseorang yang mengidap COPD disebabkan adanya penghalang terhadap aliran udara saat melalui paru-paru. Sejalan dengan masalah tersebut, peradangan dan kerusakan paru-paru menjadi semakin buruk. Kerusakan paru-paru akibat COPD memiliki kemungkinan untuk membuat kantung udara kecil di paru-paru, yang disebut alveoli, tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Gangguan ini disebut juga dengan hipoksia alveolar.

Gangguan hipoksia jenis ini dapat memulai reaksi berantai yang menyebabkan rendahnya oksigen di dalam darah atau disebut juga hipoksemia. Seseorang yang mengidap hipoksemia akan merasakan gejala berupa sesak napas. Di sisi lain, hipoksemia yang terjadi dapat menyebabkan hipoksia di bagian tubuh lainnya atau hipoksia jaringan. Gangguan ini terjadi ketika darah tidak membawa cukup oksigen ke jaringan.

Hipoksia jaringan dapat memengaruhi sel manapun yang tidak mendapatkan cukup oksigen atau menggunakannya dengan benar. Tubuh seseorang yang mengidap masalah ini mungkin dapat beradaptasi dengan hipoksia ringan atau sementara. Namun, jika sudah mengalami hipoksia jaringan, gangguan yang serius dan fatal mungkin saja terjadi. Maka dari itu, diagnosis penyakit paru secara dini penting untuk dilakukan.

Penyakit paru yang menyebabkan terjadinya hipoksia tentu dapat membuat setiap orang khawatir. Maka dari itu, jika kamu mempunyai kegelisahan terkait hal ini, cobalah untuk bertanya langsung pada dokter dari Halodoc. Dengan mendapatkan jawaban langsung dari profesional, tentu kamu akan mendapat pencerahan. Maka dari itu, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Baca juga: Kekurangan Oksigen, Ini 5 Penyebab Hipoksia

Gejala yang Timbul Akibat Hipoksia

Seseorang yang mengidap hipoksia ataupun hipoksemia akan menimbulkan gejala berupa sesak napas hingga batuk serta mengi. Selain itu, masalah yang disebabkan kekurangan oksigen di dalam tubuh ini dapat membuat kamu merasa cemas, kesal, dan gelisah. Kamu mungkin sering terlihat pucat karena memang beberapa organ tubuh kekurangan oksigen. Jika dibiarkan, kehilangan kesadaran atau pingsan dapat sulit dihindari.

Hipoksia yang sudah parah dapat menyebabkan jantung dan pernapasan dapat berhenti secara tiba-tiba atau disebut juga henti jantung-pernapasan. Saat masalah tersebut terjadi, risiko yang dapat terjadi adalah kerusakan otak dan organ lainnya selama beberapa menit. Dengan mengetahui segala gejala yang kerap timbul saat mengalami gangguan tersebut, diagnosis dapat segera dilakukan sehingga penanganan cepat bisa mencegah hal yang berbahaya.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Inilah Komplikasi Akibat Hipoksia

Itulah pembahasan mengenai hipoksia yang bisa disebabkan oleh penyakit paru. Maka dari itu, jika kamu didiagnosis penyakit tersebut, ada baiknya untuk berhati-hati terhadap gangguan yang dapat menyebabkan sel atau jaringan tubuh kekurangan oksigen. Kehilangan kesadaran adalah salah satu dampak yang dapat terjadi, tentu kamu tidak ingin hal tersebut terjadi ketika mengendarai kan.

Referensi:

Web MD. Diakses pada 2020. What Is COPD Hypoxia?
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about COPD hypoxia.