• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengapa Lansia Rentan Terkena Penyakit Chikungunya?

Mengapa Lansia Rentan Terkena Penyakit Chikungunya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindari sarang nyamuk. Tidak hanya demam berdarah ataupun malaria, nyatanya chikungunya menjadi salah satu penyakit yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk. Nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus menjadi dua jenis nyamuk yang dapat menjadi perantara penyakit chikungunya.

Baca juga: Ketahui Penyebab Utama dari Penyakit Chikungunya

Tinggal di lingkungan yang kotor dan berpergian ke lokasi yang menjadi wabah penyakit chikungunya menjadi beberapa faktor pemicu yang dapat meningkatkan risiko kamu terpapar penyakit chikungunya. Namun tidak hanya itu, bayi yang baru dilahirkan dan juga lansia nyatanya sangat rentan mengalami penyakit chikungunya. Yuk, ketahui lebih banyak mengenai penyakit chikungunya, di sini!

Lansia dan Chikungunya

Penyakit chikungunya menjadi salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang dibawa melalui perantara gigitan nyamuk. Penyakit chikungunya nyatanya tidak dapat menular dari orang ke orang lain. Orang yang sehat akan tertular penyakit chikungunya ketika orang tersebut tergigit oleh nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus yang sebelumnya telah menggigit pengidap chikungunya.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, namun, chikungunya sangat rentan dialami oleh bayi yang baru dilahirkan dan juga lansia. Mengapa kondisi ini bisa terjadi? Melansir Science Daily, virus yang dibawa oleh nyamuk nyatanya dapat menyebabkan pengidap mengalami beberapa gejala yang berbeda. Kondisi ini akan disesuaikan dengan daya tahan tubuh atau sistem imun dalam tubuh. Seseorang yang memiliki sistem imun tubuh kuat terkadang penyakit chikungunya tidak menyebabkan gejala apapun, berbeda dengan seseorang yang sistem imun tubuhnya melemah atau dalam hal ini, lansia, maka gejala yang dialami pun cukup berbahaya.

Baca juga: Alami Penyakit Chikungunya, Ini Penanganan yang Tepat

Tidak ada salahnya ketahui beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap chikukngunya, seperti kondisi demam hingga 39 derajat celcius, mengalami kondisi nyeri otot yang disertai dengan nyeri sendi, pembengkakan pada bagian sendi yang alami nyeri, sakit kepala, hingga muncul ruam pada beberapa bagian tubuh. Sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat jika anak-anak atau lansia mengalami gejala yang serupa dengan kondisi penyakit chikungunya. Penanganan yang tepat tentunya akan menurunkan berbagai risiko gangguan kesehatan yang berbahaya. Meskipun tidak menyebabkan kematian, nyatanya gejala chikungunya yang tidak diatasi dengan cepat dapat menyebabkan kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh untuk sementara.

Namun tidak hanya pada lansia dan bayi yang baru dilahirkan. Melansir Centers for Disease Control and Prevention, beberapa pengidap penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung juga lebih rentan mengalami penyakit chikungunya.

Cegah Chikungunya

Melakukan tes darah menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendiagnosa penyakit chikungunya. Hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah atau pengobatan yang pasti bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi chikungunya. Melansir Badan Kesehatan Dunia (WHO) pencegahan dapat dilakukan untuk menghindari penyakit chikungunya. Perkembangan biakan nyamuk chikungunya nyatanya dapat dicegah dan diturunkan dengan menghilangkan sarang nyamuk. Melakukan pembersihan lingkungan, membuang barang-barang yang tidak terpakai, menutup tampungan air, hingga menggunakan insektisida untuk membunuh nyamuk.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Penyebaran Chikungunya

Selain itu, tidak ada salahnya untuk selalu gunakan krim anti nyamuk dan juga pakaian dengan lengan panjang serta celana panjang untuk menurunkan risiko gigitan nyamuk. Hal ini menjadi salah satu pencegahan yang bisa dilakukan. Para lansia, sebaiknya hindari berpergian ke lokasi yang menjadi wabah chikungunya karena dapat tingkatkan risiko penularan chikungunya.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2020. Chikungunya
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. What is Chikungunya Fever and Should I Be Worried?
Scince Daily. Diakses pada 2020. Chikungunya
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Chikungunya Virus