Gejalanya Mirip Demam Berdarah, Begini Cara Memastikan Chikungunya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
gejala penyakit chikungunya, demam berdarah, virus chikungunya

Halodoc, Jakarta - Sebelum tahun 2013, kemunculan wabah virus chikungunya telah teridentifikasi di negara-negara Afrika, Asia, Eropa, dan Samudra Hindia dan Pasifik. Pada akhir 2013, transmisi loka pertama virus chikungunya di Amerika diidentifikasi di negara-negara wilayah Karibia. Sejak itulah transmisi lokal diidentifikasi di 45 negara atau wilayah di seluruh Amerika dengan lebih dari 1,7 juta kasus dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Pan Amerika dari daerah yang terkena.

Hal yang perlu diwaspadai dan jangan sampai kamu abaikan adalah gejala demam chikungunya sangat mirip dengan penyakit demam berdarah dan zika. Akibatnya, diagnosis fisik dianggap kurang aturan untuk mendeteksi penyebab pasti penyakit ini. Satu-satunya cara untuk memastikan demam yang kamu alami merupakan gejala flu tulang yaitu dengan melakukan tes darah.

Apabila kamu mengalami demam tinggi yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga hari, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan darah di laboratorium terdekat. Dengan melakukan pemeriksaan darah, nantinya akan diketahui secara pasti penyakit yang kamu alami. Namun, pemeriksaan atau proses diagnosis akan berjalan efektif apabila demam tinggi yang kamu alami sudah berlangsung dua sampai tiga hari. Pasalnya, demam yang baru berlangsung satu hari belum dapat diketahui apa penyebab yang mendasarinya.

Baca juga: Yang Terjadi Jika Kena Gigitan Nyamuk Chikungunya

Sebelum gejalanya muncul penting bagi kamu untuk memberitahu dokter saat kamu bepergian ke daerah endemik chikungunya. Informasi tersebut akan membantu dokter membuat diagnosis yang tepat. Selanjutnya untuk lebih memastikan diagnosis, dokter akan menjalankan tes ELISA (enzyme-linked immunosorbent assays). Tes Elisa merupakan tes serologi untuk mengecek keberadaan antibodi IgM dan IgG yang berkaitan dengan chikungunya. Biasanya, kadar antibodi IgM sangat tinggi pada 3-5 minggu setelah gejala muncul, dan dapat bertahan hingga 2 bulan.

Perlu kamu ketahui orang-orang yang berisiko penyakit chikungunya, yaitu:

  • Bayi yang baru lahir terinfeksi sekitar waktu kelahiran.
  • Orang dewasa yang lebih tua (>65 tahun).
  • Orang-orang dengan kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung .

Penyakit chikungunya dapat dicegah. Pencegahan chikungunya sama seperti pencegahan penyakit lain yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Cara yang utama adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan tindakan 3M Plus. 3M yang dimaksud yaitu:

  • Menutup rapat tempat penyimpanan air.
  • Menguras tempat penampungan air.
  • Mengubur barang bekas yang dapat menampung air.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Chikungunya Berbahaya

Sedangkan tindakan Plus (tambahan) yang dapat dilakukan untuk membantu 3M, yaitu:

  • Menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air.
  • Memasang kawat anti-nyamuk di ventilasi rumah.
  • Menggunakan kelambu saat tidur.
  • Menanam tumbuhan pengusir nyamuk.
  • Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian.

Selain cara pencegahan di atas, kamu juga bisa melakukan beberapa cara pencegahan tambahan, terutama jika ingin bepergian ke daerah endemik chikungunya, yaitu:

  • Menggunakan losion anti-nyamuk dengan kandungan N-diethylmetatoluamide (DEET) secara rutin. Bila kamu mengenakan tabir surya, olesan losion setelah tabir surya.
  • Menggunakan obat nyamuk bakar yang diletakkan di luar untuk membantu mengusir nyamuk.
  • Mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang setiap waktu.

Baca juga: Cegah Chikungunya, Lakukan 2 Hal Ini

Nah, itulah beberapa hal mengenai diagnosis gangguan penyakit chikungunya yang perlu kamu ketahui. Sebelum mengalami gejala atau demam semakin parah, mungkin ada baiknya kamu mengkomunikasikan tentang penyakit yang kamu alami pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.