
Mengapa Orang Gendut Perlu Waspada? Kenali 9 Risikonya bagi Kesehatan
Pahami berbagai bahaya obesitas bagi kesehatan serta cara deteksi dini melalui perhitungan IMT dan lingkar perut untuk mencegah risiko penyakit kritis sejak awal.

DAFTAR ISI
- 9 Ancaman Kesehatan akibat Berat Badan Berlebih
- Bagaimana Cara Mengatasinya?
- Temukan Cara Menurunkan Berat Badan Tepat dengan Program Klinis dan Menyeluruh dari Halofit
Memiliki bentuk tubuh yang berisi mungkin bagi sebagian orang dianggap sebagai tanda kemakmuran.
Namun, dari sisi medis, penumpukan lemak yang berlebihan atau obesitas adalah sinyal merah yang diberikan tubuh.
Bahaya badan gemuk tidak hanya sebatas pada rasa percaya diri atau mudah merasa gerah, tetapi berkaitan erat dengan risiko penyakit kritis yang bisa menurunkan kualitas hidup.
Jika kamu merasa berat badan mulai sulit dikendalikan, ada baiknya untuk segera melakukan evaluasi. Seseorang dikategorikan mengalami obesitas apabila memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas angka 30.
Cara mengetahuinya cukup mudah Halodoc menyediakan kalkulator IMT (Indeks Massa Tubuh) yang bisa kamu akses langsung.
9 Ancaman Kesehatan akibat Berat Badan Berlebih
Tubuh yang memikul beban lemak berlebih dipaksa bekerja ekstra keras setiap detiknya. Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang mengintai jika berat badan tidak segera dikelola:
1. Diabetes Tipe 2
Kelebihan lemak tubuh, terutama di area perut, memicu terjadinya resistensi insulin.
Kondisi ini membuat sel tubuh sulit menyerap gula darah untuk dijadikan energi.
Akibatnya, kadar gula melonjak dan memicu diabetes. Jika sudah terkena diabetes, risiko komplikasi seperti kerusakan ginjal dan gangguan penglihatan akan meningkat drastis.
2. Tekanan Darah Tinggi dan Penyakit Jantung
Lemak yang menumpuk dapat menyumbat aliran darah di pembuluh arteri (aterosklerosis).
Hal ini memaksa jantung memompa lebih kuat, yang berujung pada hipertensi. Jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah menuju jantung atau otak, risiko serangan jantung dan stroke menjadi sangat tinggi.
3. Masalah Asam Lambung (GERD)
Pernahkah kamu merasa sesak atau perih di dada setelah makan? Orang dengan berat badan berlebih lebih rentan terkena GERD.
Hal ini disebabkan oleh tekanan lemak di area perut yang mendorong asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
4. Sesak Napas dan Gangguan Paru
Timbunan lemak di sekitar dada dan perut dapat menghimpit ruang paru-paru untuk mengembang.
Inilah alasan mengapa orang dengan obesitas sering merasa terengah-engah meskipun hanya melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau menaiki tangga.
5. Sleep Apnea (Henti Napas Saat Tidur)
Kelebihan jaringan lemak di area leher dapat mempersempit saluran napas saat kamu tidur.
Kondisi ini menyebabkan sleep apnea, di mana napas bisa berhenti sesaat selama beberapa detik secara berulang.
Gejala yang paling umum adalah mendengkur keras dan merasa pening saat bangun pagi.
6. Kerusakan Sendi (Osteoartritis)
Lutut dan pinggul adalah penopang utama tubuh. Semakin berat beban yang ditopang, semakin cepat bantalan sendi mengalami pengikisan.
Hal ini menyebabkan nyeri sendi kronis yang bisa menghambat pergerakan kamu sehari-hari.
7. Risiko Kanker
Penelitian menunjukkan bahwa obesitas memicu peradangan tingkat rendah yang terus-menerus di dalam tubuh.
Peradangan ini lama-kelamaan bisa merusak DNA dan memicu pertumbuhan sel kanker, seperti kanker payudara, usus besar, hingga kanker rahim pada wanita.
8. Gangguan Kesehatan Mental
Sisi psikologis juga tak luput dari dampak berat badan berlebih.
Adanya stigma negatif atau perundungan (bullying) di lingkungan sosial seringkali membuat seseorang merasa rendah diri, menarik diri dari pergaulan, hingga mengalami depresi berat.
9. Bahaya bagi Kehamilan
Bagi wanita, obesitas dapat mengganggu kesuburan dan meningkatkan risiko selama masa kehamilan.
Bahaya yang mengintai antara lain adalah preeklamsia (tekanan darah tinggi saat hamil), diabetes gestasional, hingga risiko kelahiran prematur yang membahayakan ibu dan janin.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Kabar baiknya, risiko-risiko di atas bisa ditekan dengan mulai menurunkan berat badan secara perlahan namun konsisten.
Kamu tidak perlu melakukan diet ekstrem yang menyiksa. Langkah kecil seperti membatasi asupan gula, memperbanyak konsumsi serat dari sayuran, dan rutin berjalan kaki 30 menit sehari sudah sangat membantu.
Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika kamu merasa kesulitan mengatur pola makan sendiri.
Pendampingan medis akan memastikan proses penurunan berat badan berjalan aman tanpa mengorbankan nutrisi penting bagi tubuh.
Temukan Cara Menurunkan Berat Badan Tepat dengan Program Klinis dan Menyeluruh dari Halofit
Sedang mencari cara menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter?
Kini kamu bisa mencapainya lewat Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.
Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara.
Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.
Program ini dirancang untuk membantu kamu menurunkan berat badan 10-12 kg* dalam 2 bulan dengan cara yang sehat dan aman, di bawah pengawasan dokter dan dietisien.
Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:
1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari.
Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.
2. Halofit Transform – Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1.
Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan.
Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.
Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.
Tunggu apa lagi? Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!


