• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengapa Pneumonia Bisa Berakibat Fatal?

Mengapa Pneumonia Bisa Berakibat Fatal?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Pneumonia adalah infeksi paru-paru ketika kantung udara di paru-paru menjadi meradang dan terisi dengan nanah. Bakteri, virus, dan jamur adalah penyebab utama pneumonia dapat menyebar melalui batuk, bersin, atau kontak dekat dengan pengidap. Pneumonia bisa ringan atau serius. Pada pneumonia ringan, seseorang yang punya imunitas yang bagus mungkin dapat pulih dalam 1 -3 minggu.

Pneumonia juga bisa bersifat serius. Pneumonia yang lebih serius ini biasanya diidap oleh orang dengan imunitas yang lemah. Bayi, lansia di atas 65 tahun, perokok, atau mereka yang punya kesehatan kronis lebih berisiko terkena pneumonia dan komplikasi yang mengancam jiwa. Lantas, selain imunitas yang lemah, apa yang membuat pneumonia bisa berakibat fatal?

Baca juga: Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

Mengapa Pneumonia Bisa Berakibat Fatal

Pneumonia dapat berkembang menjadi kondisi lain. Melansir dari WebMD, berikut sejumlah kondisi yang dapat dikembangkan dari penyakit pneumonia, seperti:

  1. Bakteremia dan Syok Septik

Pneumonia yang disebabkan bakteri berisiko membuat bakteri mudah memasuki aliran darah. Ketika terjadi, maka kondisinya disebut bakteremia. Bakteremia dapat menyebabkan situasi serius yang dikenal sebagai syok septik.

Syok septik adalah reaksi terhadap infeksi pada aliran darah yang membuat tekanan darah turun secara signifikan. Ketika tekanan darah terlalu rendah, jantung mungkin tidak dapat memompa cukup darah ke organ-organ, sehingga membuatnya berhenti bekerja. 

  1. Abses Paru

Selain syok septik, bakteremia juga dapat menghasilkan kantong nanah yang menumpuk di paru-paru. Munculnya kantong nanah di paru-paru disebut sebagai abses paru. Ketika jumlah nanah menumpuk terlalu banyak di dalam paru, kondisi ini bisa mengancam nyawa pengidapnya.

  1. Efusi Pleura, Empiema, dan Radang Selaput Dada

Ada dua lapisan jaringan di dekat paru-paru yang disebut pleura. Lapisan satu berfungsi membungkus bagian luar paru-paru dan lapisan lainnya melapisi bagian dada, yakni tempat paru-paru berada. Lapisan-lapisan ini juga membantu paru-paru bergerak dengan lancar ketika bernapas.

Baca juga: Gejalanya Mirip, Ini Bedanya Pneumonia dengan COVID-19

Pneumonia yang tidak segera diobati berisiko membuat pleura membengkak, sehingga menimbulkan rasa sakit yang tajam ketika menarik napas. Jika pembengkakan ini tidak kunjung diobati, area antara pleura dapat terisi dengan cairan, yang disebut efusi pleura.

Jika cairan terinfeksi, maka kondisi tersebut mengarah ke kondisi yang disebut empiema. 

  1. Gagal Napas

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pneumonia membuat paru-paru terisi dengan cairan. Ketika kondisi ini terjadi, paru-paru akan kesulitan untuk mentransfer cukup oksigen ke aliran darah atau menghilangkan karbon dioksida di dalam aliran darah. Kondisi ini dapat berbahaya karena organ-organ yang ada di dalam tubuh membutuhkan oksigen untuk bekerja normal.

  1. Gagal Ginjal

Pengidap pneumonia yang mengalami bakteremia atau syok septik, membuat jantung tidak dapat memompa cukup darah ke ginjal. Gagal ginjal memang bukan komplikasi yang umum terjadi pada kasus pneumonia. Kondisi ini bisa menjadi serius karena ginjal bisa tiba-tiba berhenti bekerja jika tidak mendapatkan cukup darah.

  1. Gagal Jantung

Pneumonia juga berisiko membuat bakteri memasuki jantung. Stres akibat penyakit juga dapat meningkatkan masalah jantung pada pengidapnya. Hal yang paling mungkin bisa terjadi adalah tubuh tidak mampu mengirimkan cukup oksigen ke organ-organ, termasuk jantung. Kemungkinan masalah jantung yang berhubungan dengan pneumonia lebih tinggi jika pengidap telah berusia lanjut, berada di rumah sakit terlalu lama atau sudah memiliki penyakit jantung.

Itulah kondisi yang bisa dikembangkan dari penyakit pneumonia. Jika tidak segera ditangani, kondisi-kondisi di atas dapat berakibat fatal pada pengidap pneumonia. Seperti yang baru-baru ini terjadi, pneumonia bisa terjadi pada seseorang yang terinfeksi COVID-19. Mengingat tingkat penularannya sangat tinggi, kamu harus meningkatkan atau setidaknya menjaga sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Pneumonia pada Virus Corona Bisa Mematikan, Ini Alasannya

Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas adalah dengan mengonsumsi vitamin dan suplemen. Kalau kamu butuh, kamu bisa membelinya lewat aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot keluar rumah, tinggal order lalu pesanan kamu akan diantar dalam satu jam.

Referensi :
WebMD. Diakses pada 2020. What Are the Complications of Pneumonia?
Medical News Today. Diakses pada 2020. Risks of dying from pneumonia.