13 March 2018

Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

Halodoc, Jakarta – Pneumonia adalah infeksi atau radang paru-paru yang menyebabkan pengidapnya merasa sakit di dada kemudian batuk, demam dan sulit bernapas. Kamu bisa terkena pneumonia dimana saja, karena penyakit ini pun bisa ditularkan melalui udara bahkan hanya melalui bersin atau batuk.

Pneumonia bisa mulai menjangkiti ketika kamu tanpa sengaja menghirup kuman sehingga masuk ke paru-paru. Penyakit ini membuat paru-paru sulit melawan infeksi, apalagi kalau sebelumnya sudah flu, batuk, daya tahan tubuh lemah sehingga sulit buat tubuh untuk melawan penyakit baru yang masuk.

Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap pneumonia atau tidak perlu dilakukan serangkaian tes seperti sinar X di dada dan pemeriksaan darah sehingga benar-benar teruji kalau seseorang memang mengidap pneumonia.

Kalau kamu punya masalah kesehatan seputar paru-paru yang ingin kamu diskusikan, bisa langsung kontak Halodoc. Melalui fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc kamu bisa mendiskusikan apa saja dan punya pilihan untuk ngobrol lewat Video/Voice Call atau Chat. Tinggal download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store.

Kenapa Luput dari Perhatian?

Karena  biasanya menyerang orang dewasa ataupun orangtua yang umumnya sudah mengidap penyakit lain seperti stroke, jantung, diabetes, infeksi saluran pernapasan ataupun perokok berat, orangtua sering tidak sadar kalau anak-anak juga rentan terhadap pneumonia. (Baca juga Keberhasilan Shawqi Melawan Pneumonia dan Kebocoran Jantung)

Umumnya orangtua mengira anak hanya mengidap batuk pilek biasa, padahal gejala pneumonia sudah terbaca samar. Menurut data dari World Health Organization (WHO) 2015, 99 persen kematian yang terjadi pada masyarakat dunia berpenghasilan menengah ke bawah diakibatkan oleh pneumonia dan ini sudah termasuk kematian pada anak di bawah 5 tahun.

Salah satu sebabnya karena anak-anak yang berasal dari lingkup masyarakat menengah ke bawah tidak memiliki daya imun yang baik akibat kekurangan gizi dan tidak disusui secara eksklusif sehingga rentan terhadap penyakit.

Biasanya gejala pneumonia pada anak ciri-cirinya adalah batuk kering, demam ringan, sakit kepala, badan terasa lemas, kehilangan selera makan dan diare. Untuk gejala yang perlu diwaspadai orangtua bisa sampai meliputi demam tinggi, berkeringat sampai menggigil, warna kebiruan pada bibir dan kuku sampai sulit bernapas.

Mencegah Pneumonia

Bagi buat orangtua yang memiliki anak kecil, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah pneumonia pada anak, yaitu:

  1. Jangan Membawa Anak ke Lingkungan yang Tidak Sehat

Misalnya rumah sakit, tempat pembuangan sampah atau berdekatan dengan orang yang sudah lanjut usia. Apalagi kalau anak sedang dalam kondisi tidak fit. Ini akan membuat anak rentan terhadap penyakit apapun, termasuk pneumonia.

  1. Jangan Biarkan Orang Banyak Mencium Anak

Namanya orangtua kalau anak dipanggil lucu, manis, pasti senang. Tapi bukan karena itu lantas dibiarkan sembarang orang mencium dan memeluk Si Kecil. Batasi persentuhan anak dengan orang-orang baru ataupun keluarga yang baru datang dari jauh. Orangtua tidak pernah tahu “penyakit” apa yang dibawa oleh mereka. Bukannya berpikiran negatif, tapi kalau anak sudah sakit pasti orangtua juga yang panik, bukan?

  1. Mencuci Tangan Sebelum Menggendong Anak

Sebelum menggendong anak, sebaiknya orangtua mencuci tangan dulu demi kebersihan dan mencegah penyebaran penyakit menular. Orangtua tidak pernah tahu kuman ataupun bakteri apa yang sudah melekat di tangan yang kemungkinan akan mengenai anak juga.

  1. Vaksin Rutin

Jangan melewatkan jadwal pemberian vaksin yang diwajibkan pada Si Kecil. Ini berguna untuk daya tahan tubuh dan peningkatan kualitas kekebalan tubuh anak. Daya tahan tubuh yang lemah dapat membuat zat-zat tertentu tidak berfungsi secara maksimal.