• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Pneumonia merupakan gangguan infeksi atau radang paru-paru yang menyebabkan pengidapnya merasa sakit pada dada, batuk, demam, dan sulit bernapas. Seseorang dapat mengalami pneumonia di mana saja, karena penyakit ini pun dapat ditularkan melalui udara, bahkan hanya melalui bersin atau batuk. 

Pada pengidap pneumonia, kantung udara dapat terisi dengan cairan atau nanah, menyebabkan batuk berdahak atau nanah, demam, kedinginan, dan sulit bernapas. Berbagai organisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur, dapat menyebabkan pneumonia. Keseriusan pneumonia mulai dari yang ringan sampai yang mengancam jiwa. Gangguan ini menjadi serius pada bayi dan anak kecil, orang yang berusia di atas 65 tahun, dan orang dengan masalah kesehatan atau sistem kekebalan yang lemah. 

Alasan Pneumonia Luput dari Perhatian

Penyakit ini biasanya dialami orang dewasa ataupun orang tua yang umumnya sudah mengidap penyakit lain seperti stroke, jantung, diabetes, infeksi saluran pernapasan ataupun perokok berat. Oleh karena itu, terkadang orangtua tidak sadar jika anak-anak juga rentan terhadap pneumonia. 

Baca juga: Pneumonia adalah Penyakit Paru Berbahaya, Kenali 10 Gejalanya

Saat anak mengidap batuk pilek, umumnya orangtua hanya menganggap penyakit ringan yang biasa, padahal bisa saja gejala pneumonia. Menurut World Health Organization (WHO), 99 persen kematian yang terjadi pada masyarakat dunia berpenghasilan menengah ke bawah diakibatkan oleh pneumonia dan ini sudah termasuk pada kematian pada anak di bawah 5 tahun. 

Salah satu penyebabnya adalag karena anak-anak yang berasal dari lingkungan masyarakat menengah ke bawah tidak memiliki daya imun yang baik. Kondisi tersebut diakibatkan kekurangan gizi dan tidak disusui secara eksklusif, sehingga mereka rentan terhadap penyakit. 

Untuk itu, perlu mengetahui gejala pneumonia untuk meningkatkan kewaspadaan. Tanda dan gejala pneumonia bervariasi, dari ringan hingga berat, tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kuman penyebab infeksi dan usia seseorang serta kesehatan secara keseluruhan. Tanda-tanda dan gejala ringan sering kali mirip dengan gejala flu atau pilek, tetapi mereka dapat bertahan lebih lama. 

Baca juga: Yang Terjadi Ketika Tubuh Terkena Pneumonia

Tanda dan gejala pneumonia dapat meliputi:

  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk.
  • Kebingungan atau perubahan kesadaran mental (pada orang dewasa usia 65 dan lebih tua.
  • Batuk, yang bisa menghasilkan dahak.
  • Kelelahan. 
  • Demam, berkeringat, dan menggigil kedinginan.
  • Lebih rendah dari suhu tubuh normal (pada orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah).
  • Mual, muntah, atau diare.
  • Sesak napas.
  • Bayi baru lahir dan bayi mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Mereka juga dapat mengalami muntah, demam dan batuk, tampak gelisah atau lelah dan tanpa energi, atau mengalami kesulitan bernapas dan makan. 

Penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah terjangkitnya penyakit pneumonia. Untuk membantu mencegah pneumonia, lakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Lakukan vaksin. Vaksin tersedia untuk mencegah beberapa jenis pneumonia dan flu. Bicarakan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc tentang bagaimana mendapatkan suntikan vaksin ini. Pedoman vaksinasi biasanya berubah dari waktu ke waktu, jadi pastikan untuk meninjau status vaksin dengan dokter, bahkan jika kamu ingat sebelumnya pernah mendapatkan vaksin pneumonia. 
  • Pastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi. Dokter merekomendasikan vaksin pneumonia yang berbeda untuk anak-anak yang lebih mudah dari usia 2 tahun dan untuk anak-anak usia 2 hingga 5 tahun yang berisiko khusus penyakit pneumokokus. Anak-anak yang dititipkan ke daycare juga harus mendapatkan vaksin. Dokter biasanya juga merekomendasikan suntikan flu untuk anak di atas usia 6 bulan.
  • Jaga kebersihan. Untuk melindungi diri dari infeksi pernapasan yang terkadang menyebabkan pneumonia, cucilah tangan secara teratur dan gunakan sabun pembersih untuk membersihkan tangan.
  • Jangan merokok. Rokok dapat merusak pertahanan alami paru-paru terhadap infeksi pernapasan.
  • Pertahankan sistem kekebalan tubuh. Caranya dengan tidur yang cukup, olahraga secara teratur dan makan makanan yang sehat. 

Baca juga: Apa Bedanya Pneumonia dengan Pneumonia Bakterial?

Setelah mengetahui tentang penyakit pneumonia, sebaiknya jangan abaikan sekecil atau seringan apapun gejala penyakit. Karena gejala yang dibiarkan bisa saja menjadi yang serius. 

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pneumonia.
NCBI. Diakses pada 2020. The great escape: Pseudomonas breaks out of the lung.