Ad Placeholder Image

Mengenal Aturan Permenkes 72 Tahun 2016 untuk Rumah Sakit

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 14 September 2026

Pahami Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Berdasarkan Permenkes 72 Tahun 2016

Mengenal Aturan Permenkes 72 Tahun 2016 untuk Rumah SakitMengenal Aturan Permenkes 72 Tahun 2016 untuk Rumah Sakit

DAFTAR ISI


Memahami Permenkes 72 Tahun 2016

Permenkes 72 Tahun 2016 adalah peraturan yang mengatur standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Aturan ini menjadi pedoman bagi rumah sakit dan tenaga kefarmasian dalam mengelola obat, alat kesehatan, serta bahan medis habis pakai.

Pelayanan kefarmasian tidak hanya berfokus pada pengadaan dan penyimpanan obat. Apoteker juga berperan memastikan obat digunakan secara tepat, aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan pasien.

Dalam penerapannya, rumah sakit perlu memiliki sistem pengelolaan obat yang meliputi pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, serta pengendalian. Proses tersebut membantu mengurangi risiko kesalahan obat dan menjaga ketersediaan terapi.

Permenkes ini juga mengatur pelayanan farmasi klinik, seperti pengkajian resep, penelusuran riwayat penggunaan obat, rekonsiliasi obat, konseling, pemantauan terapi obat, serta evaluasi kemungkinan efek samping. Karena itu, pasien sebaiknya mengikuti petunjuk dokter dan apoteker saat menggunakan obat.

Catatan penting saat menggunakan obat
  1. Jangan mengubah dosis atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
  2. Informasikan semua obat, vitamin, dan suplemen yang sedang digunakan kepada tenaga kesehatan.
  3. Segera laporkan reaksi alergi atau keluhan yang muncul setelah minum obat.

Studi Terkait

Standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit mendukung penggunaan obat yang rasional dan berorientasi pada keselamatan pasien. Pelaksanaan aturan ini membutuhkan kerja sama dokter, apoteker, perawat, pasien, dan keluarga.

Pasien dapat meminta penjelasan mengenai nama obat, manfaat, aturan pakai, lama penggunaan, efek samping, dan cara penyimpanan. Bila informasi dalam resep atau etiket belum dipahami, tanyakan kepada apoteker sebelum obat digunakan.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter dapat membantu kamu memahami keluhan kesehatan, penggunaan obat, atau hasil pemeriksaan secara lebih tepat. Konsultasi ke dokter Halodoc tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas, pembengkakan pada wajah atau bibir, pingsan, kejang, nyeri dada, perdarahan berat, atau penurunan kesadaran. Keluhan tersebut dapat menandakan kondisi gawat darurat dan memerlukan pemeriksaan langsung.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc , lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
World Health Organization. Diakses pada 2026. Medication Without Harm: Global Patient Safety Challenge
PubMed. Diakses pada 2026. Medication Safety and Pharmaceutical Care in Hospitals
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Keamanan Obat dan Penggunaan Obat yang Tepat
WebMD. Diakses pada 2026. Medication Safety and Side Effects

FAQ

1. Apa tujuan Permenkes 72 Tahun 2016?

Peraturan ini bertujuan menetapkan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Standar tersebut mencakup pengelolaan obat dan pelayanan farmasi klinik untuk mendukung keselamatan pasien.

2. Apakah Permenkes 72 Tahun 2016 hanya mengatur apoteker?

Aturan ini terutama menjadi pedoman bagi tenaga kefarmasian, tetapi pelaksanaannya melibatkan seluruh tim kesehatan. Dokter, perawat, pasien, dan keluarga juga berperan dalam penggunaan obat yang aman.

3. Mengapa pasien perlu berkonsultasi dengan apoteker?

Apoteker dapat menjelaskan aturan pakai, cara penyimpanan, interaksi, dan efek samping obat. Konsultasi penting terutama jika pasien menggunakan beberapa obat sekaligus.

4. Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?

Hubungi dokter jika keluhan memburuk, muncul reaksi alergi, atau kamu tidak yakin dengan aturan penggunaan obat. Untuk gejala berat seperti sesak napas atau penurunan kesadaran, segera ke fasilitas kesehatan terdekat.