
Mengenal Aturan Permenkes 73 Tahun 2016 dalam Pelayanan Farmasi
Panduan Praktik Kefarmasian di Apotek Sesuai Permenkes 73 Tahun 2016 secara Lengkap dan Efektif.

DAFTAR ISI
- Mengenal Permenkes 73 Tahun 2016
- Hal Penting dalam Pelayanan Kefarmasian
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- Referensi
- FAQ
Pelayanan kefarmasian tidak hanya berkaitan dengan penyerahan obat, tetapi juga mencakup upaya membantu pasien menggunakan obat secara aman dan efektif. Karena itu, apoteker memiliki peran penting dalam memberikan informasi, memantau terapi, dan mengidentifikasi masalah terkait obat.
Permenkes 73 Tahun 2016 menjadi salah satu dasar pengaturan pelayanan kefarmasian di apotek. Berikut ringkasan tujuan dan hal penting yang perlu diketahui masyarakat.
Mengenal Permenkes 73 Tahun 2016
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016 mengatur Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Aturan ini menjadi pedoman bagi apoteker dalam menyelenggarakan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien.
Ruang lingkupnya meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, serta pelayanan farmasi klinik. Pelayanan farmasi klinik mencakup pengkajian resep, pemberian informasi obat, konseling, pemantauan terapi obat, dan pemantauan efek samping obat.
Dengan adanya standar tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh obat yang bermutu, informasi yang jelas, serta penggunaan obat yang sesuai dengan kondisi kesehatan. Apoteker juga dapat membantu memastikan obat digunakan berdasarkan resep dan aturan pakai yang tepat.
Hal Penting dalam Pelayanan Kefarmasian
Apotek perlu memiliki tata kelola obat yang baik, termasuk pengadaan, penyimpanan, pencatatan, pengawasan kedaluwarsa, dan pemusnahan obat sesuai ketentuan. Proses ini membantu menjaga mutu serta mencegah kesalahan penggunaan obat.
Pasien berhak mendapatkan penjelasan mengenai nama obat, manfaat, cara penggunaan, dosis, lama pemakaian, efek samping, dan cara penyimpanan. Jangan ragu bertanya kepada apoteker apabila terdapat instruksi yang belum dipahami.
Kapan Harus ke Dokter?
Permenkes 73 Tahun 2016 merupakan aturan pelayanan kefarmasian, bukan panduan untuk mendiagnosis penyakit. Jika keluhan menetap, memburuk, atau membutuhkan obat resep, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam dapat menjadi pilihan.
Segera cari pertolongan medis bila muncul sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, perdarahan hebat, atau reaksi alergi berat setelah menggunakan obat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi membantu memastikan keluhan dinilai secara tepat sebelum memilih obat atau tindakan. Dokter juga dapat menjelaskan kapan pemeriksaan langsung diperlukan.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Penggunaan Obat yang Aman
World Health Organization. Diakses pada 2026. Medication Without Harm: Global Patient Safety Challenge
PubMed. Diakses pada 2026. Pharmacist-Led Medication Review and Patient Safety
WebMD. Diakses pada 2026. Taking Medicines Safely
FAQ
Apa tujuan Permenkes 73 Tahun 2016?
Peraturan ini menetapkan standar pelayanan kefarmasian di apotek. Tujuannya adalah mendukung penggunaan obat yang aman, bermutu, dan efektif bagi pasien.
Apakah Permenkes 73 Tahun 2016 mengatur resep?
Ya, aturan ini mencakup pengkajian resep dan pelayanan farmasi klinik. Apoteker perlu memastikan resep dapat dilayani secara tepat serta memberikan informasi penggunaan obat.
Apakah pasien dapat berkonsultasi dengan apoteker?
Pasien dapat meminta informasi dan konseling terkait obat kepada apoteker di apotek. Sampaikan obat lain, suplemen, alergi, dan kondisi kesehatan agar informasi yang diberikan lebih sesuai.
Apakah semua obat boleh dibeli tanpa resep?
Tidak. Sebagian obat, terutama obat keras dan obat tertentu, harus digunakan berdasarkan resep dokter. Jangan menggunakan obat resep milik orang lain atau mengubah dosis tanpa arahan tenaga kesehatan.




