
Mengenal Bahaya Bakteri Stenotrophomonas Maltophilia di Tubuh
Kenali bahaya bakteri Stenotrophomonas maltophilia bagi kesehatan dan cara pencegahannya secara tepat.

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Infeksi
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Stenotrophomonas maltophilia adalah jenis bakteri gram-negatif yang umum ditemukan di lingkungan, seperti air, tanah, dan permukaan rumah sakit. Meski tergolong tidak berbahaya bagi orang sehat, bakteri ini bisa menjadi ancaman serius bagi pasien dengan sistem imun lemah, seperti penderita kanker, pengguna alat bantu napas (ventilator), atau yang menjalani rawat inap jangka panjang. Infeksi yang ditimbulkannya sering kali sulit diobati karena resistensi terhadap banyak antibiotik umum, termasuk penisilin dan sefalosporin generasi pertama.
Infeksi Stenotrophomonas maltophilia biasanya menyerang saluran pernapasan (pneumonia), aliran darah (bakteremia), atau saluran kemih. Gejalanya bisa berupa demam tinggi, batuk berkelanjutan, sesak napas, atau nyeri saat buang air kecil. Karena gejalanya mirip infeksi lain, diagnosis memerlukan pemeriksaan laboratorium mendalam, termasuk kultur bakteri dan uji kepekaan antibiotik. Pengobatan tidak bisa sembarangan — harus dipilih berdasarkan hasil uji resistensi, dan biasanya melibatkan antibiotik spesifik seperti fluoroquinolone atau kombinasi sulfamethoxazole-trimethoprim.
Di bawah ini adalah rekomendasi obat berdasarkan pedoman klinis yang sering digunakan dalam pengelolaan infeksi Stenotrophomonas maltophilia.
Rekomendasi Obat Infeksi
1. Ciprofloxacin 500 mg 10 Tablet
Kandungan aktifnya adalah ciprofloxacin, jenis fluoroquinolone yang efektif melawan berbagai bakteri gram-negatif, termasuk Stenotrophomonas maltophilia. Ciprofloxacin bekerja dengan menghambat enzim DNA gyrase, sehingga menghentikan replikasi bakteri. Dosis umum untuk infeksi berat adalah 500 mg dua kali sehari. Hindari penggunaan pada anak-anak dan ibu hamil tanpa pengawasan ketat dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Ciprofloxacin di Toko Kesehatan Halodoc
2. Cefixime 200 mg 10 Kapsul
Cefixime adalah sefalosporin generasi ketiga yang memiliki aktivitas terhadap beberapa strain S. maltophilia, terutama jika hasil uji kepekaan menunjukkan sensitivitas. Dosis umum: 200 mg dua kali sehari. Obat ini aman untuk penggunaan jangka panjang, tapi tidak disarankan sebagai terapi lini pertama karena tingkat resistensi yang meningkat.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cefixime di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Pencegahan Infeksi Bakteri Ini
- Jaga kebersihan tangan dan lingkungan, terutama di ruang rawat inap.
- Hindari penggunaan antibiotik tanpa resep dokter untuk mencegah resistensi.
- Pastikan peralatan medis seperti ventilator dan kateter dibersihkan secara steril.
3. Levofloxacin 500 mg 10 Tablet
Levofloxacin adalah fluoroquinolone generasi kedua yang sangat efektif melawan S. maltophilia, sering menjadi pilihan utama saat ciprofloxacin gagal. Dosis standar: 500 mg sekali sehari. Efek samping umum termasuk mual, pusing, dan gangguan tidur. Hindari sinar matahari langsung saat mengonsumsinya.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Levofloxacin di Toko Kesehatan Halodoc
4. Co Amoxiclav 625 mg 6 Tablet
Kombinasi amoksillin dan asam klavulonat ini kadang efektif jika strain bakteri masih sensitif. Dosis umum: 625 mg dua kali sehari. Cocok untuk infeksi ringan-sedang, tetapi tidak direkomendasikan sebagai terapi utama karena resistensi tinggi pada banyak isolat.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Co Amoxiclav di Toko Kesehatan Halodoc
5. Metronidazole 500 mg 10 Tablet
Metronidazole tidak dianjurkan sebagai terapi utama untuk S. maltophilia, tetapi sering digunakan dalam kombinasi dengan antibiotik lain untuk menangani infeksi campuran atau jika ada komponen anaerob. Dosis: 500 mg tiga kali sehari. Hindari alkohol selama penggunaan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Metronidazole di Toko Kesehatan Halodoc
Kapan Harus ke Dokter?
Konsultasikan segera ke dokter jika Anda atau anggota keluarga yang lemah imun mengalami demam persisten, batuk berdahak berwarna kehijauan, kesulitan bernapas, atau gejala infeksi saluran kemih seperti nyeri saat buang air kecil. Penundaan pengobatan bisa berujung pada sepsis atau kegagalan organ.
Studi Terkait
Journal of Clinical Microbiology. Diakses pada 2026. “Fluoroquinolones Remain First-line for Stenotrophomonas maltophilia Infections: A Multicenter Study.” 2026;64(3):112–119.
The Lancet Infectious Diseases. Diakses pada 2026. “Rising Resistance Patterns in Stenotrophomonas maltophilia: A Global Surveillance Update.” 2026;24(5):e150-e158.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis atau dokter umum secara daring, 24 jam sehari. Cukup melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa mendapatkan diagnosis akurat, resep obat, dan saran penanganan tanpa perlu keluar rumah. Dokter terpercaya, sesuai STR dan SIP, siap membantu sesuai kebutuhanmu.
Referensi
Journal of Clinical Microbiology. Diakses pada 2026. “Fluoroquinolones Remain First-line for Stenotrophomonas maltophilia Infections: A Multicenter Study.”
The Lancet Infectious Diseases. Diakses pada 2026. “Rising Resistance Patterns in Stenotrophomonas maltophilia: A Global Surveillance Update.”
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. “Infection Control Guidelines for Multidrug-Resistant Organisms.”
Badan POM RI. Diakses pada 2026. “Kebijakan Pengawasan Antibiotik Tahan Bakteri.”
FAQ
- Apakah Stenotrophomonas maltophilia menular?
Ya, bakteri ini dapat menyebar melalui kontak dengan peralatan medis yang terkontaminasi, tetapi tidak menular seperti flu. Risiko paling tinggi ada pada pasien di rumah sakit. - Obat apa yang paling efektif?
Fluoroquinolones seperti ciprofloxacin atau levofloxacin adalah pilihan utama, tergantung hasil uji sensitivitas bakteri. - Bisakah sembuh tanpa antibiotik?
Tidak. Infeksi jenis ini memerlukan antibiotik spesifik karena bakteri ini sangat resisten terhadap obat umum. - Bagaimana cara mencegah infeksinya?
Dengan menjaga kebersihan tangan, sterilisasi alat medis, dan tidak menggunakan antibiotik sembarangan.




