Ad Placeholder Image

Mengenal Bahaya Food Borne Disease dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Food borne disease adalah gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan terkontaminasi kuman berbahaya.

Mengenal Bahaya Food Borne Disease dan Cara MencegahnyaMengenal Bahaya Food Borne Disease dan Cara Mencegahnya

DAFTAR ISI


Food borne disease adalah gangguan kesehatan atau penyakit yang disebabkan oleh konsumsi makanan maupun minuman yang terkontaminasi mikroorganisme berbahaya, seperti bakteri, virus, parasit, atau racun (toksin). Kondisi ini secara umum sering dikenal masyarakat sebagai keracunan makanan.

Kontaminasi dapat terjadi pada setiap tahap pengolahan makanan, mulai dari proses produksi, penyimpanan yang kurang higienis, hingga penyajian. Gejala yang muncul akibat kondisi ini biasanya meliputi mual, muntah, kram perut, diare berair, hingga demam ringan.

Penanganan awal yang tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah bahaya dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh secara masif. Selain beristirahat dan mengonsumsi cairan yang cukup, kamu dapat menggunakan beberapa pilihan obat-obatan medis untuk meredakan gejalanya.

Berikut adalah beberapa rekomendasi obat untuk mengatasi gejala keracunan makanan yang bisa kamu gunakan sesuai aturan pakai.

Rekomendasi Obat Food Borne Disease

1. Pharolit Oralit 4.3 g 10 Sachet

Pharolit merupakan bubuk rehidrasi oral yang mengandung kombinasi garam dan glukosa. Obat ini bekerja menggantikan cairan tubuh serta elektrolit yang hilang akibat muntah dan diare saat terkena keracunan makanan. Penggunaannya membantu mencegah terjadinya dehidrasi berat.

Dosis umum: Larutkan 1 sachet ke dalam 200 ml air matang. Konsumsi sesuai kebutuhan setiap kali buang air besar cair.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pharolit Oralit 4.3 g 10 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Norit 200 mg 40 Tablet

Norit mengandung activated charcoal (karbon aktif) yang berfungsi menyerap racun, gas, dan zat asing berbahaya di dalam saluran pencernaan. Karbon aktif membantu mengikat racun sebelum terserap oleh tubuh sehingga meredakan gejala perut kembung dan mual.

Dosis umum: 3-4 tablet diminum 3 kali sehari.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Norit 200 mg 40 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. New Diatabs 4 Tablet

New Diatabs mengandung bahan aktif Attapulgite. Obat ini bekerja dengan cara mengikat bakteri dan toksin penyebab diare di saluran cerna, sekaligus memperpadat konsistensi feses yang cair.

Dosis umum: Dewasa dan anak >12 tahun: 2 tablet setelah buang air besar pertama, maksimal 12 tablet per hari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan New Diatabs 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Loperamide 2 mg 10 Tablet

Loperamide bekerja dengan memperlambat gerak usus sehingga usus memiliki lebih banyak waktu untuk menyerap air dan nutrisi. Obat ini digunakan untuk mengatasi diare akut non-infeksi yang disertai keracunan.

Dosis umum: Dewasa: 2 tablet sebagai dosis awal, dilanjutkan 1 tablet setiap selesai buang air besar cair. Dosis disesuaikan berdasarkan resep dokter.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Loperamide 2 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Mencegah Food Borne Disease

Langkah terbaik untuk terhindar dari keracunan makanan adalah dengan menerapkan pola kebersihan yang baik. Beberapa cara yang dapat kamu lakukan meliputi:

  • Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum masak dan makan.
  • Memisahkan penyimpanan bahan makanan mentah seperti daging dengan makanan siap saji.
  • Memasak bahan makanan hingga matang sempurna, terutama daging, unggas, dan telur.
  • Menyimpan makanan pada suhu yang aman dan menghindari konsumsi makanan yang telah berbau atau berubah warna.

Studi Terkait

Berdasarkan riset kesehatan yang diterbitkan dalam jurnal medis global, intervensi dini berupa pemberian larutan oralit dan adsorben usus terbukti secara efektif meminimalkan durasi diare serta risiko komplikasi dehidrasi akibat kontaminasi bakteri pada pencernaan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu seperti muntah terus-menerus, tidak bisa masuk cairan sama sekali, timbul feses berdarah, atau mengalami demam tinggi yang tak kunjung membaik dalam 1–2 hari, segera konsultasi dengan [Dokter Penyakit Dalam] di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Bila merasa ragu dengan kondisi keracunan makanan yang dialami, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Penanganan yang cepat dapat mencegah infeksi meluas dan mempercepat proses pemulihan.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Food Safety and Foodborne Diseases.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Food Safety: Foodborne Illnesses and Germs.
PubMed. Diakses pada 2026. Management of Acute Foodborne Gastroenteritis and Dehydration.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI). Diakses pada 2026. Alur Keamanan Pangan dan Penanganan Keracunan Makanan.

FAQ

1. Apa perbedaan food borne disease dengan alergi makanan?
Food borne disease disebabkan oleh mikroorganisme atau racun patogen pada makanan terinfeksi. Sementara alergi makanan merupakan respon sistem imun tubuh yang bereaksi berlebihan terhadap protein makanan tertentu.

2. Berapa lama gejala keracunan makanan dapat berlangsung?
Gejala biasanya muncul dalam kurun waktu beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi. Durasi sakit umumnya berlangsung antara 1 hingga 3 hari tergantung jenis patogennya.

3. Kapan penderita keracunan makanan membutuhkan oralit?
Oralit disarankan untuk segera dikonsumsi begitu gejala muntah dan diare muncul. Cairan ini membantu menjaga keseimbangan kadar elektrolit tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

4. Apakah keracunan makanan bisa menular ke orang lain?
Keracunan makanan itu sendiri tidak menular langsung melalui udara. Namun, bakteri atau virus dari feses atau muntahan penderita bisa berpindah jika kebersihan tangan tidak dijaga dengan baik.