Ad Placeholder Image

Mengenal Bahaya Infeksi Cacing Schistosoma Japonicum pada Manusia

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Agustus 2026

Waspada bahaya infeksi cacing darah Schistosoma japonicum dan cara efektif mencegah penyebarannya.

Mengenal Bahaya Infeksi Cacing Schistosoma Japonicum pada ManusiaMengenal Bahaya Infeksi Cacing Schistosoma Japonicum pada Manusia

DAFTAR ISI


Schistosoma japonicum adalah spesies cacing pipih parasit (trematoda darah) yang menjadi penyebab utama penyakit schistosomiasis, atau yang di Indonesia dikenal dengan sebutan demam keong. Infeksi ini bersifat zoonosis, artinya parasit ini dapat menyerang manusia sekaligus berbagai jenis hewan mamalia seperti sapi, kerbau, dan anjing.

Parasit ini secara endemis dapat ditemukan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, wilayah yang teridentifikasi memiliki kasus schistosomiasis berada di kawasan Sulawesi Tengah, khususnya di daerah Lembah Napu dan Danau Lindu. Penularan terjadi ketika seseorang beraktivitas di perairan air tawar yang terkontaminasi oleh larva cacing.

Jika infeksi ini tidak ditangani dengan tepat, cacing dewasa dan telurnya dapat berkembang biak di dalam tubuh serta merusak berbagai organ vital. Oleh karena itu, mengenali cara penularan, gejala, dan langkah penanganan infeksi ini sangat penting demi menjaga kesehatan kamu dan keluarga.

Penyebab dan Penularan Schistosoma Japonicum

Siklus hidup Schistosoma japonicum membutuhkan siput air tawar kecil (Oncomelania hupensis) sebagai inang perantara. Ketika telur cacing keluar bersama tinja penderita dan masuk ke sumber air tawar, telur akan menetas menjadi larva mirasidium. Larva ini lalu menginfeksi siput air tawar untuk berkembang biak.

Di dalam tubuh siput, parasit berkembang menjadi larva serkaria yang kemudian dilepaskan kembali ke air. Ketika kamu berenang, mandi, atau bekerja di perairan tergenang tanpa pelindung, larva serkaria dapat menembus kulit manusia secara langsung dalam hitungan menit. Larva ini kemudian masuk ke aliran darah, tumbuh menjadi cacing dewasa, dan menetap di pembuluh darah usus serta hati.

Gejala Infeksi Schistosoma Japonicum

Gejala infeksi cacing ini terbagi menjadi dua fase utama, yaitu:

  • Fase Akut (Demam Katayama): Timbul beberapa minggu setelah infeksi pertama. Gejala dapat berupa timbulnya ruam gatal pada kulit, demam tinggi, menggigil, batuk, nyeri otot, serta sakit perut.
  • Fase Kronis: Terjadi akibat reaksi kekebalan tubuh terhadap penumpukan telur cacing di organ dalam. Gejalanya meliputi diare kronis berdarah, pembesaran hati dan limpa (hepatosplenomegali), penumpukan cairan di perut (asites), anemia berat, hingga penurunan berat badan.

Pencegahan dan Pengobatan

Langkah pencegahan utama adalah menghindari aktivitas seperti mandi atau berenang di danau atau sungai air tawar yang menjadi habitat siput perantara. Jika harus bekerja di area persawahan endemis, gunakan sepatu bot karet tinggi dan pakaian pelindung kedap air.

Untuk penanganan medis, dokter umumnya akan memberikan obat antiparasit spesifik seperti praziquantel untuk membasmi cacing dalam tubuh. Penggunaan obat antiparasit ini harus berada di bawah pengawasan medis secara ketat. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter. Kamu bisa memulainya dengan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Studi Terkait

Berdasarkan riset terpublikasi dalam The Lancet Infectious Diseases (2026), pendekatan integratif yang menggabungkan pengobatan antiparasit massal berkala, kontrol populasi siput perantara, serta perbaikan sanitasi lingkungan berhasil menurunkan tingkat angka infeksi Schistosoma japonicum hingga lebih dari 80% pada area endemis tinggi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala demam tinggi, ruam gatal, atau keluhan pencernaan setelah beraktivitas di daerah perairan air tawar endemis, segera konsultasi dengan [Dokter Penyakit Dalam] di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Layanan konsultasi kesehatan di Halodoc mempermudah kamu untuk mengakses bantuan medis tepercaya langsung dari genggaman:

  • ✅ Dokter Berlisensi: Konsultasi dilayani oleh dokter umum maupun spesialis yang terdaftar dan memiliki Surat Izin Praktik (SIP) resmi.
  • ✅ Akses 24 Jam: Layanan siap membantu kapan pun kamu membutuhkan evaluasi kondisi medis darurat maupun rutin.
  • ✅ Terintegrasi Beli Obat: Resep medis yang kamu dapatkan bisa langsung digunakan untuk beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Schistosomiasis Fact Sheet.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Parasites – Schistosomiasis Infection & Transmission.
The Lancet Infectious Diseases. Diakses pada 2026. Progress in the Control and Elimination of Schistosoma Japonicum in Asia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pengendalian Schistosomiasis Nasional.

FAQ

Apakah Schistosoma japonicum bisa menular antarmanusia secara langsung?
Tidak, infeksi ini tidak dapat menular langsung dari kontak kulit antarmanusia. Penularan membutuhkan perantara air tawar yang terkontaminasi larva serkaria yang berasal dari siput.

Apakah memasak air hingga mendidih bisa mematikan parasit ini?
Ya, merebus air hingga mendidih sepenuhnya efektif membunuh larva parasit. Pastikan kamu selalu mengonsumsi air matang dan menghindari penggunaan air mentah dari danau atau sungai di wilayah endemis.

Berapa lama masa inkubasi infeksi Schistosoma japonicum?
Masa inkubasi hingga munculnya gejala akut (Demam Katayama) biasanya berkisar antara 14 hingga 84 hari (2–12 minggu) setelah kulit terpapar larva serkaria.

Apakah infeksi Schistosoma dapat disembuhkan secara total?
Ya, penyakit ini dapat disembuhkan jika terdiagnosis lebih awal dan mendapatkan terapi obat antiparasit yang tepat dari dokter sebelum terjadi kerusakan organ permanen.