Ad Placeholder Image

Mengenal Bahaya Praktik FGM Bagi Kesehatan Wanita

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 03 Juli 2026

Mengenal Bahaya FGM Bagi Kesehatan Tubuh Wanita

Mengenal Bahaya Praktik FGM Bagi Kesehatan WanitaMengenal Bahaya Praktik FGM Bagi Kesehatan Wanita

DAFTAR ISI


Female Genital Mutilation (FGM) atau yang di Indonesia sering dikenal dengan istilah sunat perempuan, adalah semua prosedur yang melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh genitalia eksternal wanita, atau perlukaan lain pada organ kelamin wanita dengan alasan non-medis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara tegas menentang praktik ini karena FGM diakui secara internasional sebagai pelanggaran hak asasi manusia bagi perempuan dan anak perempuan.

Praktik FGM tidak memiliki manfaat kesehatan sama sekali. Sebaliknya, prosedur ini justru menghilangkan atau merusak jaringan sehat dan normal pada tubuh perempuan, serta mengganggu fungsi alami dari sistem reproduksi dan perkemihan. Secara global, WHO memperkirakan bahwa lebih dari 200 juta anak perempuan dan perempuan yang hidup saat ini telah mengalami FGM. Praktik ini paling sering dilakukan pada rentang usia bayi hingga masa pubertas.

FGM dibagi menjadi beberapa tipe, mulai dari Tipe 1 (klitoridektomi, yakni pengangkatan sebagian atau seluruh klitoris), Tipe 2 (eksisi, yakni pengangkatan klitoris beserta labia minora), Tipe 3 (infibulasi, yakni penyempitan lubang vagina dengan membuat penutup yang menutupi uretra dan vagina), hingga Tipe 4 (semua prosedur berbahaya lainnya pada genitalia wanita untuk tujuan non-medis, seperti menusuk, menindik, menggores, atau membakar area genital). Masing-masing tipe membawa risiko komplikasi yang sangat tinggi dan mengancam nyawa.

Penting untuk dipahami bahwa komplikasi akibat FGM tidak hanya terjadi sesaat setelah prosedur, tetapi juga berdampak seumur hidup. Beberapa kondisi seperti nyeri panggul kronis, infeksi saluran kemih yang berulang, kista, hingga kesulitan ekstrem saat menstruasi (dismenorea parah) dan komplikasi persalinan sangat umum dialami oleh penyintas. Jika kamu atau orang terdekat mengalami keluhan medis terkait kondisi ini, kamu bisa langsung melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang siap membantu memberikan panduan medis secara rahasia, aman, dan profesional kapan saja.

Rekomendasi Penanganan Keluhan Akibat FGM

Karena FGM adalah bentuk trauma bedah dan bukan sebuah penyakit, penanganan utamanya berfokus pada operasi rekonstruksi (jika memungkinkan), konseling psikologis, dan manajemen gejala atau komplikasi. Salah satu keluhan paling umum dari penyintas FGM (terutama Tipe 3) adalah nyeri haid yang sangat hebat (dismenorea) dan nyeri panggul kronis akibat infeksi berulang atau retensi darah haid. Berikut adalah beberapa rekomendasi obat pereda nyeri yang umumnya digunakan untuk membantu mengelola gejala nyeri tersebut:

1. Paracetamol 500 mg 10 Kaplet

Paracetamol adalah obat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bekerja dengan cara menghambat pelepasan prostaglandin di sistem saraf pusat. Obat ini sangat efektif untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk sakit kepala, nyeri panggul, atau ketidaknyamanan pasca-infeksi yang ringan.

Bagi penyintas FGM yang sering mengalami dismenorea (nyeri haid) atau nyeri akibat infeksi saluran kemih ringan, Paracetamol bisa menjadi pilihan pertama yang aman. Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1-2 kaplet (500-1000 mg) yang diminum 3 hingga 4 kali sehari, dengan maksimal konsumsi 4000 mg per hari. Pastikan untuk meminum obat ini sesudah makan atau bersama makanan untuk mencegah iritasi lambung.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Paracetamol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Ibuprofen 400 mg 10 Tablet

Ibuprofen merupakan obat dari golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang bekerja dengan cara menghalangi produksi prostaglandin, zat kimia dalam tubuh yang menyebabkan peradangan, rasa sakit, dan demam. Obat ini lebih kuat daripada Paracetamol dalam mengatasi nyeri yang disertai dengan peradangan.

Obat ini sering direkomendasikan untuk nyeri panggul parah atau dismenorea hebat yang sering kali dialami oleh wanita dengan kondisi penyempitan jalan lahir/vagina akibat FGM (infibulasi). Dosis untuk dewasa umumnya adalah 400 mg setiap 4 hingga 6 jam sesuai kebutuhan. Namun, karena risiko iritasi lambung, obat ini wajib dikonsumsi setelah makan. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ibuprofen 400 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Mengapa Praktik FGM Sangat Berbahaya?
  1. Risiko Pendarahan Hebat (Hemorrhage): Pemotongan pembuluh darah di area klitoris dan labia dapat menyebabkan pendarahan masif yang berujung pada syok hipovolemik hingga kematian.
  2. Infeksi Berat dan Sepsis: Praktik ini sering dilakukan dalam kondisi yang tidak steril, menggunakan pisau silet, pecahan kaca, atau gunting yang tidak didesinfeksi, meningkatkan risiko tetanus, HIV, dan sepsis.
  3. Masalah Berkemih: Perlukaan jaringan menyebabkan pembengkakan ekstrem, sehingga anak perempuan sering kali tidak bisa buang air kecil (retensi urine).
  4. Trauma Psikologis Mendalam: Prosedur ini menyebabkan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), kecemasan (anxiety), dan depresi jangka panjang.

3. Asam Mefenamat 500 mg 10 Tablet

Asam Mefenamat juga merupakan obat golongan OAINS yang sangat spesifik dan efektif digunakan untuk meredakan nyeri menstruasi (dismenorea) primer maupun sekunder. Cara kerjanya sama dengan Ibuprofen, yaitu menghambat enzim siklooksigenase (COX) yang memproduksi prostaglandin pemicu rasa sakit dan kram otot rahim.

Pada kasus komplikasi FGM di mana jaringan parut menghalangi aliran darah menstruasi, kontraksi rahim menjadi jauh lebih kuat dan menyakitkan. Asam Mefenamat dapat membantu meredakan kram hebat ini. Dosis dewasa diawali dengan 500 mg, dilanjutkan dengan 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan. Dilarang digunakan lebih dari 7 hari berturut-turut tanpa pengawasan medis. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Asam Mefenamat 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Dampak FGM bagi Kesehatan Fisik dan Mental

FGM tidak hanya meninggalkan bekas luka fisik, tetapi juga luka emosional yang mendalam. Jaringan genital perempuan dipenuhi dengan saraf yang sangat sensitif. Oleh karena itu, pengangkatan jaringan ini tanpa anestesi medis (seperti yang sering terjadi dalam praktik tradisional) akan menyebabkan rasa sakit yang sangat luar biasa (excruciating pain). Syok neurogenik akibat rasa sakit ini bisa berakibat fatal.

Selain risiko infeksi akut, penyintas FGM berhadapan dengan masalah kesehatan seumur hidup. Jaringan parut yang terbentuk dapat menyumbat lubang vagina dan uretra. Hal ini menyebabkan penumpukan darah haid di dalam rahim (hematokolpos) yang memicu infeksi panggul, kista, dan bahkan infertilitas. Dalam jangka panjang, wanita yang mengalami FGM menghadapi risiko yang jauh lebih tinggi saat melahirkan. Persalinan dapat terhambat karena jaringan parut tidak elastis seperti jaringan kulit normal, yang menyebabkan robekan derajat tinggi, pendarahan pascapersalinan, pembentukan fistula obstetrik (lubang antara vagina dan kandung kemih/rektum), hingga peningkatan risiko kematian bayi baru lahir.

Secara psikologis, pengalaman dipaksa menjalani prosedur yang menyakitkan ini oleh figur otoritas atau keluarga memicu hilangnya rasa percaya (loss of trust). Banyak penyintas yang melaporkan ketakutan kronis, gangguan tidur, fobia, hingga depresi berat. Selain itu, hilangnya jaringan klitoris dan pembentukan jaringan parut menyebabkan disfungsi seksual, di mana hubungan intim menjadi sangat menyakitkan (dispareunia) dan tidak menyenangkan, yang dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga dan kualitas hidup.

Menghadapi kompleksitas dampak FGM, sangat disarankan bagi penyintas untuk mencari perawatan multidisiplin. Mulai dari dokter kandungan (obgyn) untuk menilai dan mengatasi komplikasi fisik serta potensi pembedahan rekonstruksi (de-infibulasi), hingga psikolog klinis untuk terapi trauma (seperti CBT atau EMDR). Dukungan yang tepat akan sangat membantu meningkatkan kualitas hidup perempuan penyintas FGM.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau orang terdekat mengalami nyeri hebat saat menstruasi, kesulitan buang air kecil, infeksi saluran kemih berulang, atau masalah saat melakukan hubungan intim akibat dampak jangka panjang praktik FGM, jangan tunda untuk mencari bantuan profesional. Segera konsultasi dengan Dokter Kandungan di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang aman, tertutup, dan komprehensif.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Studi Terkait

Sejumlah riset klinis dan sosiologis terus dilakukan untuk menghapus praktik FGM dan merawat para penyintasnya. Berikut adalah kutipan beberapa studi terbaru:

  • Journal of Global Health and Human Rights (2026): Sebuah studi longitudinal menunjukkan bahwa intervensi medis melalui prosedur de-infibulasi yang disertai dengan terapi psikologis intensif, mampu menurunkan tingkat depresi kronis pada penyintas FGM tipe 3 hingga 65% dalam kurun waktu 12 bulan paska tindakan.
  • International Journal of Gynecology & Obstetrics (2026): Riset ini menyoroti bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang menargetkan tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan di daerah endemik FGM secara signifikan mengurangi prevalensi tindakan ini sebesar 40%. Studi ini juga menegaskan kembali bahwa pengobatan komplikasi seperti fistula obstetrik paska-FGM memerlukan pendekatan bedah invasif minimal yang harus didukung oleh layanan konseling yang memadai.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Female Genital Mutilation: Key Facts.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2026. Upaya Perlindungan Hak Reproduksi Perempuan: Menghapus Praktik Sunat Perempuan.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Female Genital Mutilation: Complications and Medical Care.
PubMed. Diakses pada 2026. Long-term Physical and Psychological Outcomes of Female Genital Mutilation.

FAQ

1. Apa alasan utama beberapa budaya masih melakukan praktik FGM?

FGM sering kali berakar dari tradisi budaya yang salah, kepercayaan yang keliru mengenai kebersihan, atau pandangan bahwa memotong organ genital akan mengendalikan hasrat seksual perempuan. Meskipun kadang dikaitkan dengan agama, tidak ada kitab suci agama apa pun yang mewajibkan prosedur mutilasi kelamin perempuan ini.

2. Apakah sunat perempuan (FGM) memiliki manfaat medis?

Tidak ada sama sekali. FGM tidak memberikan keuntungan kesehatan apa pun. Sebaliknya, praktik ini hanya merusak organ genital yang sehat dan memicu berbagai risiko penyakit mematikan seperti pendarahan, infeksi tetanus, kista, infertilitas, hingga komplikasi saat melahirkan yang bisa merenggut nyawa ibu dan bayi.

3. Bisakah organ reproduksi yang telah dipotong karena FGM dikembalikan seperti semula?

Jaringan klitoris atau labia yang telah dipotong tidak dapat tumbuh kembali. Namun, untuk penyintas FGM Tipe 3 (infibulasi), dokter bedah kandungan dapat melakukan prosedur yang disebut de-infibulasi. Prosedur ini membuka kembali vagina yang dijahit agar penyintas bisa buang air kecil, menstruasi, berhubungan intim, dan melahirkan dengan lebih aman.

4. Bagaimana cara mengatasi trauma emosional akibat FGM?

Trauma emosional akibat FGM memerlukan penanganan psikologis profesional. Terapi perilaku kognitif (CBT), konseling trauma, serta dukungan dari kelompok penyintas (support group) sangat dianjurkan untuk membantu penyintas memproses memori traumatis, mengatasi rasa takut, dan memperbaiki kualitas hidup seksual mereka.