Ad Placeholder Image

Mengenal Bahaya Refeeding Syndrome dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 02 Juli 2026

Mengenal Bahaya Refeeding Syndrome dan Cara Mencegahnya

Mengenal Bahaya Refeeding Syndrome dan Cara MencegahnyaMengenal Bahaya Refeeding Syndrome dan Cara Mencegahnya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar pepatah bahwa segala sesuatu yang berlebihan dan dilakukan secara mendadak itu tidak baik? Hal ini sangat berlaku dalam dunia medis, terutama ketika seseorang mulai makan kembali setelah mengalami masa kelaparan, puasa ekstrem, atau malnutrisi kronis. Kondisi medis yang mengancam jiwa ini dikenal dengan sebutan refeeding syndrome. Kondisi ini pertama kali diidentifikasi pada masa Perang Dunia II, ketika para tahanan perang yang kelaparan justru jatuh sakit dan meninggal dunia sesaat setelah diberikan makanan dalam porsi besar.

Secara medis, refeeding syndrome adalah kumpulan gangguan metabolik dan ketidakseimbangan elektrolit yang parah. Ketika tubuh kekurangan asupan makanan dalam waktu lama, metabolisme berubah haluan dari membakar karbohidrat menjadi membakar lemak dan protein otot untuk bertahan hidup. Selama fase adaptasi ini, simpanan vitamin dan mineral esensial (terutama fosfat, magnesium, kalium, dan tiamin) di dalam sel perlahan-lahan habis, meskipun kadarnya di dalam darah mungkin terlihat normal.

Bahaya sesungguhnya muncul ketika karbohidrat tiba-tiba dimasukkan kembali ke dalam tubuh. Lonjakan glukosa darah memicu pelepasan hormon insulin secara besar-besaran. Insulin ini bertugas memasukkan glukosa ke dalam sel untuk dijadikan energi, namun ia juga “menyeret” fosfat, kalium, dan magnesium dari dalam darah masuk ke dalam sel. Akibatnya, kadar elektrolit di dalam darah anjlok drastis (hipofosfatemia, hipokalemia, dan hipomagnesemia). Penurunan drastis ini dapat menyebabkan kelemahan otot yang parah, gagal jantung, aritmia (gangguan irama jantung), kejang, hingga kematian.

Oleh karena itu, proses pemberian nutrisi kembali pada orang yang mengalami malnutrisi parah (seperti penderita anoreksia nervosa, pasien kanker, pecandu alkohol kronis, atau pasca-operasi besar) harus dilakukan secara perlahan dan di bawah pengawasan medis yang ketat. Di samping pemantauan di rumah sakit untuk kasus berat, pemulihan tahap lanjut di rumah atau pencegahan malnutrisi ringan dapat didukung dengan asupan suplemen dan vitamin yang tepat untuk menyeimbangkan kembali kadar elektrolit dan metabolisme tubuh.

Rekomendasi Suplemen Pemulihan Nutrisi

Penting untuk diingat bahwa suplemen di bawah ini ditujukan sebagai pendukung pemulihan nutrisi pada kondisi malnutrisi ringan atau tahap *recovery* (pemulihan) rawat jalan yang telah disetujui dokter. Kasus sindrom refeeding akut wajib ditangani di unit perawatan intensif rumah sakit.

1. Neurobion Forte 10 Tablet

Dalam pencegahan sindrom refeeding, vitamin B1 (Tiamin) adalah pahlawan utamanya. Neurobion Forte mengandung kombinasi Vitamin B1 (Thiamine disulfide) 100 mg, Vitamin B6 (Pyridoxine HCl) 100 mg, dan Vitamin B12 (Cyanocobalamin) 5000 mcg. Saat karbohidrat dicerna kembali oleh tubuh yang malnutrisi, tubuh sangat membutuhkan Tiamin sebagai kofaktor enzim untuk memecah glukosa. Tanpa Tiamin, glukosa akan diubah menjadi asam laktat yang beracun, serta memicu komplikasi saraf otak fatal yang disebut ensefalopati Wernicke. Obat ini bekerja dengan memperbaiki sistem saraf dan memastikan metabolisme karbohidrat berjalan aman.

Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1 tablet sehari sesudah makan, atau sesuai petunjuk dokter.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Neurobion Forte 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Pharolit Sachet 15 g

Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit adalah masalah utama pasca kelaparan atau dehidrasi kronis. Pharolit merupakan serbuk oralit yang mengandung Natrium klorida, Kalium klorida, Trisodium sitrat dihidrat, dan Glukosa anhidrat. Kalium (potassium) sangat penting untuk menjaga irama kontraksi otot jantung. Pada sindrom refeeding, kalium masuk ke dalam sel secara tiba-tiba sehingga menyebabkan jantung kekurangan kalium. Mengonsumsi cairan rehidrasi yang mengandung kalium dapat membantu menjaga stabilitas elektrolit pada kasus kekurangan cairan ringan.

Dosis umum disesuaikan dengan tingkat dehidrasi atau sesuai anjuran dokter. Biasanya 1 sachet dilarutkan ke dalam 200 ml air matang. Minum perlahan sesuai kebutuhan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pharolit Sachet 15 g di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Risiko Tinggi Refeeding Syndrome
  1. Memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah 16 kg/m2 (sangat kurus).
  2. Kehilangan berat badan lebih dari 15% secara tidak sengaja dalam 3–6 bulan terakhir.
  3. Berpuasa secara total atau mendapat asupan kalori sangat rendah selama lebih dari 10 hari berturut-turut.
  4. Kadar kalium, fosfat, atau magnesium dalam darah yang sudah rendah sebelum mulai makan.
  5. Riwayat penyalahgunaan alkohol kronis yang mengganggu penyerapan nutrisi di lambung dan usus.

3. CDR (Calcium-D Redoxon) 10 Tablet Effervescent

Saat tubuh mengalami malnutrisi kronis, kepadatan tulang juga ikut menurun karena tubuh mengambil kalsium dari tulang untuk menjaga fungsi organ vital. CDR mengandung Kalsium, Vitamin C, Vitamin D, dan Vitamin B6. Kalsium dan Vitamin D bekerja sama untuk memulihkan kesehatan mineral tulang dan fungsi otot. Selain itu, vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang memperkuat sistem imun tubuh yang biasanya sangat lemah pada pasien yang kurang gizi. Vitamin effervescent ini sangat mudah diserap oleh tubuh.

Dosis yang dianjurkan adalah 1 tablet effervescent per hari. Larutkan dalam segelas air minum. Jangan dikonsumsi melebihi dosis harian yang dianjurkan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan CDR (Calcium-D Redoxon) 10 Tablet Effervescent di Toko Kesehatan Halodoc

4. Ensure Vanilla 400 g

Pemberian nutrisi pasca malnutrisi tidak boleh langsung dilakukan dengan porsi besar atau kalori tinggi. Ensure adalah susu nutrisi padat gizi yang diformulasikan khusus dengan makronutrien (protein, lemak sehat, karbohidrat seimbang) dan mikronutrien (berbagai vitamin dan mineral lengkap). Formula ini dirancang agar mudah dicerna oleh lambung dan usus yang lama tidak bekerja keras. Susu seperti Ensure sering digunakan sebagai transisi makanan (diet cair) dengan takaran kalori yang bisa dihitung secara pasti oleh ahli gizi untuk mencegah lonjakan insulin yang terlalu tinggi.

Cara penyajiannya, campurkan 5 sendok takar susu ke dalam 200 ml air hangat atau dingin. Aduk hingga larut. Dosis konsumsi bergantung pada target kalori harian dari dokter atau ahli gizi.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ensure Vanilla 400 g di Toko Kesehatan Halodoc

5. Renovit Multivitamin 30 Kaplet

Memulihkan tubuh dari kelaparan atau kekurangan gizi yang panjang tidak hanya soal karbohidrat dan protein, tetapi tubuh butuh perbaikan seluruh sel. Renovit merupakan multivitamin yang mengandung 12 vitamin dan 13 mineral esensial, termasuk fosfor (phosphorus), magnesium, dan zinc. Mengingat fosfat dan magnesium adalah dua mineral yang paling cepat merosot drastis akibat sindrom refeeding, memastikan kecukupan harian mineral ini sangatlah penting. Multivitamin ini membantu organ tubuh berfungsi normal dan mempercepat pemulihan jaringan yang rusak.

Dosis yang disarankan adalah 1 kaplet per hari, diminum sesudah makan untuk menghindari iritasi pada lambung.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Renovit Multivitamin 30 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala refeeding syndrome seperti kelemahan otot yang ekstrem, sesak napas, hingga kejang setelah mulai makan kembali pasca puasa panjang atau malnutrisi, segera cari pertolongan medis. Penanganan yang tepat sangat dibutuhkan, jadi segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 
  • Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

    Studi Terkait

    Riset terbaru terus menggali protokol teraman untuk mencegah kondisi fatal akibat perbaikan nutrisi yang terlalu agresif. Sebuah studi meta-analisis yang dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Nutrition and Metabolic Care (2026) menegaskan bahwa suplementasi tiamin intravena sebelum pemberian kalori pertama mampu menurunkan angka kematian akibat ensefalopati Wernicke pada pasien malnutrisi hingga 85%.

    Selain itu, riset dari Internal Medicine Review (2026) menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin. Penelitian ini menemukan bahwa pasien dengan gangguan makan seperti anoreksia nervosa yang menerima asupan kalori awal rendah (sekitar 10-15 kkal/kg/hari) dengan peningkatan kalori bertahap, serta dimonitor ketat kadar fosfatnya dua kali sehari, memiliki risiko komplikasi jantung dan paru-paru jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang langsung diberikan diet kalori standar.

    Referensi

    PubMed. Diakses pada 2026. Refeeding Syndrome: Pathophysiology and Clinical Management.
    Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Nutritional Rehabilitation and Malnutrition.
    World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Guidelines for the Inpatient Management of Severely Malnourished Adults.
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2026. Pedoman Penatalaksanaan Gizi Buruk dan Malnutrisi Klinis.

    FAQ

    1. Apa tanda awal seseorang mengalami refeeding syndrome?
    Gejala awalnya sering kali tidak spesifik, seperti kelemahan otot, merasa sangat letih, bengkak di area kaki (edema), dan kebingungan. Seiring waktu, jika tidak ditangani, penderita akan merasakan jantung berdebar cepat, sesak napas, hingga kejang.

    2. Apakah kondisi ini bisa dicegah dengan makan sedikit-sedikit?
    Ya, kunci pencegahannya adalah “start low, go slow”. Dokter gizi biasanya akan memberikan asupan makanan atau kalori cair dalam jumlah yang sangat kecil di awal, lalu meningkatkannya secara bertahap dalam beberapa hari sambil memantau kadar elektrolit darah pasien.

    3. Berapa lama risiko refeeding syndrome ini bisa terjadi setelah mulai makan?
    Kondisi ini umumnya paling berisiko terjadi dalam kurun waktu 2 hingga 5 hari pertama setelah asupan nutrisi (terutama karbohidrat) diberikan kembali kepada orang yang kelaparan atau malnutrisi parah.

    4. Apakah sindrom ini bisa ditangani sendiri di rumah?
    Tidak. Refeeding syndrome yang bergejala adalah kondisi gawat darurat medis yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Pasien perlu mendapatkan infus elektrolit, pemantauan jantung (EKG), dan cek darah rutin yang tidak bisa dilakukan mandiri di rumah.