Ad Placeholder Image

Mengenal Berbagai Jenis Klasifikasi DM Secara Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Agustus 2026

Mengenal Berbagai Jenis Klasifikasi DM untuk Deteksi Dini Gejala Diabetes Secara Lebih Akurat

Mengenal Berbagai Jenis Klasifikasi DM Secara LengkapMengenal Berbagai Jenis Klasifikasi DM Secara Lengkap

DAFTAR ISI


Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah akibat gangguan produksi atau kerja hormon insulin. Kondisi ini jika tidak ditangani dengan baik dapat memicu berbagai komplikasi serius pada organ tubuh seperti jantung, ginjal, dan saraf.

Penting untuk memahami bahwa klasifikasi DM tidak hanya terdiri dari satu jenis. Organisasi kesehatan dunia (WHO) dan perkumpulan endokrinologi membagi diabetes ke dalam beberapa kategori berdasarkan penyebab mendasar dan patofisiologinya.

Mengetahui klasifikasi DM yang tepat sangat menentukan strategi pengobatan yang akan dijalani. Pengobatan diabetes bertujuan untuk mengontrol kadar gula darah agar tetap berada pada rentang normal serta mencegah timbulnya komplikasi jangka panjang.

Penanganan diabetes umumnya mengombinasikan perubahan gaya hidup sehat dengan konsumsi obat antidiabetes atau terapi insulin sesuai petunjuk dokter. Berikut beberapa pilihan obat penurun gula darah yang sering diresepkan.

Rekomendasi Obat Diabetes

1. Metformin 500 mg

Metformin merupakan obat lini pertama untuk mengatasi diabetes melitus tipe 2. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi produksi glukosa oleh hati dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga sel-sel dapat menyerap glukosa darah dengan lebih efektif. Dosis penggunaan harus disesuaikan dengan resep dokter.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Metformin 500 mg di Toko Kesehatan Halodoc

2. Glimepiride 2 mg

Glimepiride termasuk dalam golongan sulfonilurea yang berfungsi merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi lebih banyak hormon insulin. Obat ini sering digunakan untuk penderita diabetes tipe 2 yang kadar gula darahnya tidak dapat dikontrol hanya dengan diet dan olahraga.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Glimepiride 2 mg di Toko Kesehatan Halodoc

3. Acarbose 50 mg

Acarbose bekerja dengan cara memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat di usus halus. Mekanisme ini membantu mencegah lonjakan kadar gula darah secara mendadak setelah makan. Dosis umum diminum pada suapan pertama makanan.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Acarbose 50 mg di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Jenis Klasifikasi DM Secara Lengkap

Secara medis, klasifikasi diabetes melitus terbagi menjadi empat kategori utama:

  • DM Tipe 1: Terjadi akibat reaksi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Penderita DM Tipe 1 membutuhkan terapi insulin seumur hidup.
  • DM Tipe 2: Jenis yang paling sering ditemukan. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau pankreas tidak menghasilkan cukup insulin. Biasanya berkaitan erat dengan gaya hidup dan berat badan berlebih.
  • DM Gestasional: Diabetes yang pertama kali terdiagnosis pada masa kehamilan. Kondisi ini biasanya membaik atau hilang setelah persalinan, namun meningkatkan risiko penderitanya terkena DM Tipe 2 di masa depan.
  • DM Tipe Spesifik Lainnya: Diabetes yang disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti sindrom genetik, penyakit eksokrin pankreas (seperti pankreatitis), atau akibat penggunaan obat-obatan tertentu (seperti kortikosteroid).

Studi Terkait

Berdasarkan riset terbaru dalam Diabetes Care Journal (2026), penentuan klasifikasi DM yang presisi sejak dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi mikrovaskular. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan terapi yang disesuaikan dengan fenotipe dan klasifikasi spesifik penderita berhasil menurunkan risiko nefropati diabetik hingga 35% dibandingkan terapi generik.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala seperti sering merasa haus berlebihan (polidipsi), sering buang air kecil terutama malam hari (poliuri), atau penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, segera berkonsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk pemeriksaan kadar gula darah dan diagnosis yang akurat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar kesehatan, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Layanan ini memudahkan kamu mendapatkan saran medis tepercaya langsung dari ahlinya tanpa harus keluar rumah.

FAQ

1. Apa perbedaan utama antara DM Tipe 1 dan DM Tipe 2?
DM Tipe 1 disebabkan oleh kegagalan tubuh memproduksi insulin akibat kerusakan sel beta pankreas, sehingga penderitanya butuh suntikan insulin. Sedangkan DM Tipe 2 terjadi akibat ketidakmampuan tubuh merespons insulin secara efektif (resistensi insulin).

2. Apakah DM Gestasional bisa hilang setelah melahirkan?
Ya, dalam banyak kasus kadar gula darah penderita DM gestasional kembali normal setelah persalinan. Namun, wanita yang pernah mengalaminya memiliki risiko lebih tinggi menderita DM Tipe 2 di kemudian hari.

3. Bagaimana dokter menentukan klasifikasi DM pada pasien?
Dokter akan menentukan klasifikasi DM melalui pemeriksaan klinis, tes darah (seperti HbA1c, Gula Darah Puasa), tes autoantibodi (seperti C-peptide atau GAD antibody), serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga.

4. Apakah penderita DM Tipe 2 selalu harus minum obat seumur hidup?
Pengobatan DM Tipe 2 bertujuan menjaga gula darah terkontrol. Dengan perubahan gaya hidup ketat seperti diet seimbang dan olahraga teratur, beberapa penderita dapat mengontrol gula darah tanpa obat, namun evaluasi dokter tetap diperlukan secara berkala.

Referensi

American Diabetes Association. Diakses pada 2026. Classification and Diagnosis of Diabetes: Standards of Care in Diabetes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diabetes Mellitus and its Classification.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia.
PubMed. Diakses pada 2026. Precision Medicine in Diabetes Classification and Management.