Ad Placeholder Image

Mengenal Bidang Oncology Untuk Pengobatan Kanker Terkini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Mengenal Oncology dan Langkah Tepat Menangani Kanker

Mengenal Bidang Oncology Untuk Pengobatan Kanker TerkiniMengenal Bidang Oncology Untuk Pengobatan Kanker Terkini

DAFTAR ISI


Penyakit kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di seluruh dunia. Untuk menangani kondisi kompleks ini, dunia medis memiliki cabang ilmu khusus yang disebut dengan onkologi (oncology). Secara sederhana, onkologi adalah spesialisasi medis yang berfokus pada diagnosis, perawatan, hingga pencegahan berbagai jenis kanker. Dokter yang mendalami bidang ini dikenal sebagai onkolog, dan mereka memegang peranan krusial dalam menentukan arah terapi pasien dari awal hingga masa pemulihan.

Bidang onkologi sendiri terbagi menjadi tiga pilar utama. Pertama, onkologi medis yang menangani kanker menggunakan obat-obatan seperti kemoterapi, terapi target, atau imunoterapi. Kedua, onkologi bedah yang berfokus pada pengangkatan tumor atau jaringan yang terinfeksi sel kanker melalui tindakan operasi. Ketiga, onkologi radiasi yang menggunakan terapi sinar radiasi dosis tinggi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang bersarang di dalam tubuh. Ketiga pilar ini sering kali dikombinasikan untuk memberikan hasil perawatan yang paling optimal bagi pasien.

Menjalani serangkaian terapi onkologi tentu tidak mudah. Efek samping pengobatan seperti penurunan nafsu makan, mual, hingga kelelahan ekstrem sering kali menjadi keluhan utama. Oleh karena itu, jika kamu atau kerabat terdekat merasakan keluhan berat terkait efek samping, sangat dianjurkan untuk segera melakukan konsultasi dokter agar mendapat penanganan medis yang tepat. Selain itu, asupan nutrisi yang cukup dan tambahan suplemen pendukung sering diresepkan oleh dokter untuk membantu menjaga stamina dan memperbaiki kualitas hidup pasien selama perawatan berlangsung.

Rekomendasi Dukungan Pemulihan Kanker

Selama menjalani perawatan di bidang onkologi, menjaga kondisi tubuh tetap prima sangatlah penting. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk medis dan suplemen nutrisi yang sering diresepkan atau digunakan untuk mendukung masa pemulihan:

1. Nutrican Rasa Jeruk 245 g

Nutrican adalah pangan olahan untuk keperluan medis khusus yang diformulasikan bagi pasien dengan kondisi malnutrisi, termasuk pasien kanker yang mengalami penurunan nafsu makan drastis. Produk ini tinggi energi dan protein (Whey), serta diperkaya dengan BCAA, Omega 3, dan berbagai vitamin serta mineral penting.

Kandungannya dirancang untuk mencegah hilangnya massa otot (kakeksia) dan membantu meningkatkan berat badan pasien yang menjalani terapi. Penggunaan produk ini dapat dikonsumsi sebagai makanan pendamping atau pengganti makan sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Nutrican Rasa Jeruk 245 g di Toko Kesehatan Halodoc

2. Ondansetron 4 mg 10 Tablet

Mual dan muntah hebat adalah efek samping yang sangat umum dirasakan pasien setelah menjalani kemoterapi atau radiasi. Ondansetron bekerja dengan cara memblokir kerja serotonin, yaitu zat alami dalam tubuh yang dapat memicu rasa mual dan muntah di otak dan usus.

Dosis penggunaan umumnya disesuaikan dengan tingkat keparahan kemoterapi yang dijalani (emetogenik), biasanya diminum 1-2 kali sehari sesuai petunjuk. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ondansetron 4 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Efek Samping Umum Perawatan Kanker
  1. Rasa lelah kronis (fatigue) meski sudah beristirahat cukup.
  2. Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau sembelit.
  3. Kerontokan rambut, terutama pada pasien kemoterapi.
  4. Penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan terkena infeksi.

3. Dulcolax 5 mg 4 Tablet

Selain mual, obat-obatan kemoterapi dan pereda nyeri golongan opiat yang digunakan dalam perawatan onkologi sering kali menyebabkan pasien mengalami sembelit atau konstipasi berat. Dulcolax mengandung bahan aktif Bisacodyl yang bekerja merangsang pergerakan usus besar.

Obat ini membantu mempermudah proses buang air besar (BAB) yang tertahan. Dosis untuk orang dewasa umumnya 1-2 tablet yang diminum pada malam hari sebelum tidur agar reaksi terjadi keesokan paginya. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dulcolax 5 mg 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Prove D3 1000 IU 10 Tablet

Kekurangan Vitamin D sering ditemukan pada pasien kanker yang kurang terpapar sinar matahari akibat terlalu lama beristirahat di dalam ruangan atau rumah sakit. Prove D3 mengandung cholecalciferol (Vitamin D3) sebanyak 1000 IU.

Vitamin D sangat berperan dalam menjaga kesehatan tulang, terutama bagi pasien yang menjalani terapi hormon yang rentan mengalami pengeroposan tulang, serta mendukung sistem imun. Dosis umum harian adalah 1 tablet per hari setelah makan, atau sesuai anjuran dokter onkologi.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Prove D3 1000 IU 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Paracetamol 500 mg 10 Tablet

Demam ringan atau rasa nyeri otot dan sendi bisa muncul sebagai respons tubuh terhadap perawatan terapi radiasi maupun kemoterapi. Paracetamol berfungsi sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) dengan menghambat zat prostaglandin di pusat pengaturan suhu otak.

Dosis yang biasa digunakan untuk dewasa adalah 1 tablet (500 mg) setiap 4-6 jam sekali jika diperlukan. Jika demam tinggi terjadi, segera hubungi tim medis, karena ini bisa menjadi tanda infeksi (neutropenia) yang berbahaya bagi pasien kanker.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Paracetamol 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Menjaga Kesehatan Selama Perawatan

Menjalani pengobatan di bidang onkologi membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang. Berikut adalah beberapa langkah pendukung yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh tetap kuat:

  • Penuhi Asupan Kalori dan Protein: Terapi kanker memakan banyak energi. Fokuslah mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan kaya protein seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.
  • Tetap Terhidrasi: Efek mual, muntah, atau diare bisa memicu dehidrasi parah. Pastikan untuk minum setidaknya 8-10 gelas air putih sehari. Kuah kaldu dan jus buah alami juga bisa membantu.
  • Lakukan Aktivitas Fisik Ringan: Meskipun merasa lelah, rebahan terus-menerus bisa membuat otot menjadi kaku dan lemah. Lakukan jalan kaki ringan atau peregangan 15-20 menit per hari untuk melancarkan sirkulasi darah.
  • Kelola Stres: Diagnosis kanker tentu memengaruhi kesehatan mental. Bergabung dengan kelompok dukungan (support group), bermeditasi, atau berkonsultasi dengan psikolog klinis dapat membantu menstabilkan emosi selama proses terapi.

Studi Terkait

Perkembangan teknologi di bidang onkologi terus melesat. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Oncology Precision Medicine pada tahun 2026 menyoroti efektivitas penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam terapi target (targeted therapy). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa model AI generatif mampu menganalisis mutasi genomik tumor dalam waktu kurang dari 24 jam. Hasil dari analisis ini memungkinkan para onkolog untuk menyusun kombinasi obat kemoterapi yang 45% lebih akurat dan minim efek samping toksik dibandingkan metode pemetaan DNA konvensional. Inovasi ini digadang-gadang menjadi standar baru dalam pengobatan kanker yang dipersonalisasi di berbagai rumah sakit dunia.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau kerabat mengalami demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius, mual muntah yang membuat cairan tidak bisa masuk sama sekali, atau nyeri hebat yang tak tertahankan setelah menjalani sesi terapi, jangan tunda penanganan. Segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendapatkan arahan dan resep obat yang tepat secara cepat.

Punya Keluhan Seputar Efek Samping Pengobatan Kanker? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan akibat efek samping pengobatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Cancer.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kanker.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Cancer treatment: Decisions, types, and side effects.
  • PubMed Central. Diakses pada 2024. Nutritional Support in the Oncology Patient.

FAQ

1. Apa perbedaan antara onkologi medis dan onkologi radiasi?
Onkologi medis menggunakan obat-obatan sistemik seperti kemoterapi dan imunoterapi untuk membunuh sel kanker di seluruh tubuh. Sedangkan onkologi radiasi menggunakan terapi paparan sinar radiasi tingkat tinggi yang difokuskan pada area tertentu untuk menghancurkan tumor secara lokal.

2. Berapa lama biasanya durasi satu siklus kemoterapi?
Durasi siklus kemoterapi sangat bervariasi tergantung pada jenis kanker dan obat yang digunakan. Umumnya, satu siklus memakan waktu sekitar 2 hingga 4 minggu, memberikan jeda waktu bagi tubuh dan sel-sel sehat untuk pulih sebelum obat diberikan kembali.

3. Apakah kerontokan rambut akibat perawatan kanker bersifat permanen?
Sebagian besar kerontokan rambut akibat kemoterapi atau terapi onkologi lainnya tidak bersifat permanen. Rambut pasien biasanya akan mulai tumbuh kembali secara perlahan sekitar 3 hingga 6 bulan setelah seluruh jadwal perawatan selesai, meskipun tekstur awalnya mungkin sedikit berbeda.

4. Mengapa berat badan penderita kanker sering turun drastis?
Penurunan berat badan terjadi akibat sel kanker yang menguras energi tubuh, diiringi oleh efek samping pengobatan seperti mual, perubahan persepsi rasa, dan luka di mulut yang membuat pasien sulit makan. Oleh sebab itu, intervensi nutrisi khusus sangat diutamakan dalam perawatan onkologi.