Ad Placeholder Image

Mengenal DOMS, Kondisi Nyeri Otot usai Berolahraga

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

DOMS dapat diatasi dengan memberi pijatan lembut.

Mengenal DOMS, Kondisi Nyeri Otot usai BerolahragaMengenal DOMS, Kondisi Nyeri Otot usai Berolahraga

DAFTAR ISI


Bagi kamu yang baru saja memulai rutinitas olahraga atau mencoba jenis latihan baru dengan intensitas tinggi, rasa nyeri dan kaku pada otot di keesokan harinya mungkin sudah tidak asing lagi. Kondisi ini dalam dunia medis dan kebugaran dikenal dengan istilah DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness). Berbeda dengan nyeri akut yang terjadi seketika saat berolahraga akibat cedera, DOMS biasanya baru muncul 12 hingga 24 jam setelah sesi latihan selesai, dan puncaknya sering kali dirasakan pada hari kedua atau ketiga.

Banyak orang, terutama pemula, sering kali merasa cemas dan bertanya-tanya ketika mengalami kondisi ini. Ada anggapan bahwa nyeri otot adalah indikator utama kesuksesan sebuah latihan. Namun, hal ini sering kali memicu pertanyaan mendasar: apakah DOMS bagus untuk perkembangan otot, atau justru merupakan tanda bahwa tubuh mengalami kerusakan akibat latihan yang terlalu berlebihan? Mengetahui jawaban atas pertanyaan ini sangat penting agar kamu dapat menyesuaikan porsi latihan dan memberikan waktu pemulihan yang cukup bagi tubuh.

Penting untuk dipahami bahwa DOMS pada dasarnya adalah respons peradangan alami tubuh akibat robekan mikroskopis (micro-tears) pada serat otot. Meskipun wajar, rasa nyeri yang hebat terkadang bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan rentang gerak, dan menurunkan motivasi untuk berolahraga kembali. Untuk mengatasi rasa nyeri yang mengganggu tersebut, kamu bisa beli obat pereda nyeri secara online di Halodoc, produk 100% asli dan diantar ke rumah.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk dan obat untuk membantu mengatasi keluhan DOMS agar kamu bisa cepat beraktivitas normal kembali? Berikut ulasan lengkapnya!

Rekomendasi Obat Nyeri Otot yang Ampuh

Untuk meredakan keluhan nyeri otot yang intens setelah berolahraga, ada beberapa pilihan produk kesehatan dan obat-obatan Over-The-Counter (OTC) serta suplemen yang terbukti efektif. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu pertimbangkan:

1. Counterpain Krim 15 g

Counterpain Krim adalah obat topikal (oles) berbentuk krim yang diformulasikan khusus untuk meredakan nyeri otot, nyeri sendi, keseleo, dan pegal linu akibat olahraga berat. Krim ini mengandung bahan aktif utama Methyl Salicylate, Menthol, dan Eugenol. Cara kerja kombinasi bahan aktif ini adalah dengan memberikan sensasi hangat pada kulit yang menembus ke dalam lapisan otot (efek rubefacient), sehingga membantu melebarkan pembuluh darah lokal, melancarkan aliran darah, dan secara efektif mengalihkan rasa sakit pada otot yang mengalami DOMS.

Manfaat spesifik dari penggunaan krim ini adalah memberikan kelegaan instan dan sensasi relaksasi pada area otot yang menegang tanpa meninggalkan rasa lengket yang mengganggu. Produk ini sangat cocok dioleskan pada otot-otot besar seperti paha, betis, atau punggung yang terasa sangat kaku.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa: Oleskan secukupnya pada area otot yang terasa nyeri, lalu pijat secara perlahan. Gunakan 1 hingga 3 kali sehari sesuai kebutuhan.
  • Hanya untuk penggunaan luar. Jangan dioleskan pada kulit yang terluka, iritasi, atau area dekat mata dan selaput lendir.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Counterpain Krim 15 g di Toko Kesehatan Halodoc

2. Salonpas Koyo 10 Lembar

Salonpas Koyo merupakan plester pereda nyeri (transdermal patch) yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Produk ini mengandung bahan aktif Methyl Salicylate dan l-Menthol. Cara kerjanya mirip dengan krim analgesik, namun dalam bentuk plester, bahan aktif dilepaskan secara perlahan dan konstan ke dalam kulit di area yang spesifik. Sensasi hangat dan dingin yang dihasilkan secara bergantian membantu meredakan inflamasi ringan dan mengalihkan sinyal rasa sakit dari reseptor saraf menuju otak.

Manfaat spesifiknya sangat terasa untuk mengatasi DOMS pada area sendi atau otot yang lebih spesifik, seperti bahu, leher, atau lengan. Kepraktisannya membuat Salonpas bisa digunakan sambil tetap beraktivitas atau bekerja tanpa takut mengotori pakaian.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa dan anak di atas 12 tahun: Bersihkan dan keringkan area yang nyeri. Lepaskan kertas pelindung dan tempelkan koyo pada area tersebut. Biarkan selama maksimal 8 jam. Jangan gunakan lebih dari 3 hingga 4 kali sehari.
  • Hentikan pemakaian jika terjadi kemerahan, gatal, atau iritasi parah pada kulit.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Salonpas Koyo 10 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Pemulihan Alami untuk Meredakan DOMS
  1. Tetap Terhidrasi: Minum air putih yang cukup membantu membuang sisa metabolisme dan memfasilitasi pengiriman nutrisi ke otot yang rusak.
  2. Lakukan Active Recovery: Jangan diam total! Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki santai atau berenang ringan untuk melancarkan sirkulasi darah ke otot.
  3. Gunakan Kompres Es atau Air Hangat: Kompres dingin dapat mengurangi pembengkakan awal, sementara mandi air hangat efektif untuk merilekskan otot yang kaku.
  4. Penuhi Asupan Protein: Mengonsumsi makanan tinggi protein sangat penting untuk mempercepat perbaikan serat otot yang mengalami micro-tears.

3. Panadol 500 mg 10 Kaplet

Panadol kaplet biru mengandung bahan aktif Paracetamol 500 mg, yang bekerja sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Obat ini bekerja di pusat pengaturan nyeri di otak dengan menghambat produksi prostaglandin, senyawa kimia yang memicu munculnya rasa sakit dan peradangan. Paracetamol sangat efektif untuk menangani rasa nyeri otot yang bersifat sistemik, terutama jika rasa sakit dari DOMS sampai membuat tubuh terasa meriang atau mengganggu kualitas tidur di malam hari.

Manfaat spesifik Panadol adalah meredakan nyeri ringan hingga sedang dengan tingkat keamanan yang baik pada lambung, sehingga aman dikonsumsi sebelum atau sesudah makan oleh orang-orang yang memiliki riwayat sakit maag ringan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa dan anak >12 tahun: 1-2 kaplet, 3-4 kali sehari bila perlu. Maksimal 8 kaplet dalam 24 jam.
  • Aturan dosis anak 6-11 tahun: 1/2-1 kaplet, 3-4 kali sehari bila perlu. Maksimal 4 kaplet per hari.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Panadol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Voltaren Emulgel 10 g

Voltaren Emulgel adalah gel analgesik anti-inflamasi non-steroid (OAINS) yang mengandung bahan aktif Diclofenac Diethylamine 1%. Berbeda dengan krim pelemas otot biasa yang hanya memberikan efek hangat, Diclofenac menembus jauh ke dalam jaringan otot dan persendian untuk secara langsung menghambat enzim siklooksigenase (COX). Penghambatan enzim ini secara signifikan akan menghentikan produksi prostaglandin di lokasi peradangan, sehingga bengkak dan nyeri hebat akibat DOMS bisa ditekan secara efektif.

Manfaat spesifik dari produk ini adalah kemampuannya menargetkan peradangan secara presisi pada otot atau tendon yang paling terdampak, sehingga mempercepat proses penyembuhan tanpa harus menelan obat oral. Tekstur emulgel juga membuatnya cepat menyerap tanpa efek berminyak.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa: Oleskan secukupnya pada kulit di atas area yang sakit atau meradang sebanyak 3 hingga 4 kali sehari. Gosok perlahan hingga meresap.
  • Jangan digunakan pada luka terbuka dan hentikan jika terjadi ruam kulit. Cuci tangan setelah mengoleskan gel.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Voltaren Emulgel 10 g di Toko Kesehatan Halodoc

5. Neurobion Forte 10 Tablet

Neurobion Forte adalah suplemen vitamin B Kompleks dosis tinggi yang mengandung Vitamin B1 (Thiamine), B6 (Pyridoxine), dan B12 (Cyanocobalamin). Ketiga vitamin neurotropik ini memainkan peran yang sangat fundamental dalam metabolisme energi sel, menjaga kesehatan sistem saraf, dan mendukung perbaikan jaringan otot yang lelah atau rusak setelah latihan beban. Vitamin B kompleks sangat dibutuhkan tubuh untuk mengonversi asupan nutrisi makro (karbohidrat dan protein) menjadi bahan bakar dan bahan pembangun bagi otot-otot yang sedang berada dalam fase pemulihan DOMS.

Manfaat spesifik dari Neurobion Forte adalah mengurangi rasa kebas, kesemutan, pegal kronis, dan mencegah kerusakan saraf tepi. Bagi mereka yang aktif berolahraga, kecukupan vitamin B juga mempercepat regenerasi sel, meminimalisir rasa lelah berlebihan, dan mendukung kinerja otot saraf yang optimal di sesi olahraga berikutnya.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa: 1 tablet per hari, dikonsumsi pada saat atau sesudah makan untuk penyerapan terbaik dan mencegah ketidaknyamanan lambung.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Neurobion Forte 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Fisiologi DOMS

1. Bukan Akibat Asam Laktat

Bertahun-tahun lalu, banyak orang percaya bahwa penumpukan asam laktat (lactic acid) adalah dalang utama di balik rasa sakit DOMS. Namun, sains modern telah membantah hal ini. Asam laktat memang diproduksi saat olahraga anaerobik berat dan menyebabkan rasa panas (burn) seketika pada otot. Akan tetapi, asam laktat ini akan dibersihkan oleh tubuh dalam waktu 1 hingga 2 jam setelah olahraga selesai. DOMS disebabkan oleh respons inflamasi murni terhadap micro-trauma otot, bukan sisa asam laktat.

2. Robekan Mikroskopis (Micro-tears)

Ketika kamu melakukan gerakan eksentrik (fase memanjangnya otot di bawah tekanan, seperti saat menurunkan beban pada gerakan bicep curl atau gerakan berlari menuruni bukit), serat-serat otot (miofibril) mengalami kerusakan struktural skala mikroskopis. Kerusakan inilah yang memicu tubuh mengirimkan sel-sel radang dan makrofag ke area tersebut untuk membuang jaringan mati dan memulai sintesis protein untuk perbaikan. Pembengkakan cairan di dalam area yang terbatas ini kemudian menekan ujung saraf (nociceptors), memicu sensasi rasa sakit tajam yang kita sebut DOMS.

Jadi, Apakah DOMS Bagus?

1. Tanda Adaptasi Tubuh

Untuk menjawab pertanyaan utama apakah DOMS bagus, secara prinsip jawabannya adalah iya, dalam batas yang wajar. DOMS menandakan bahwa tubuhmu sedang beradaptasi terhadap stimulus stres yang baru. Setelah peradangan mereda dan otot berhasil pulih, jaringan otot baru yang terbentuk akan menjadi lebih kuat, lebih tebal (hipertrofi otot), dan lebih tahan terhadap tingkat stres yang sama di kemudian hari. Ini adalah mekanisme alami dari proses evolusi kekuatan tubuh manusia.

2. Bukan Patokan Mutlak Kesuksesan Olahraga

Meskipun DOMS menunjukkan stimulasi otot yang baik, ketiadaan rasa sakit bukan berarti olahragamu sia-sia. Semakin sering dan konsisten kamu berolahraga, sistem neuromuskular akan semakin beradaptasi (disebut sebagai Repeated Bout Effect), sehingga intensitas DOMS akan semakin menurun meskipun kamu terus menambah beban. Selain itu, mengejar DOMS yang terlalu ekstrem secara terus-menerus justru sangat tidak bagus. Jika rasa sakitnya terlalu parah hingga membatasi gerak harian secara total, itu bisa menjadi tanda overtraining, kerusakan sendi, atau kondisi fatal seperti rhabdomyolysis (kerusakan otot masif yang meracuni ginjal). Jika nyeri yang kamu alami terasa sangat tajam, menetap lebih dari seminggu, atau disertai urine berwarna gelap, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam guna memastikan diagnosis medis yang akurat.

Studi Terkait DOMS dan Pemulihan Otot

Journal of Sports Medicine menerbitkan sebuah studi tinjauan komprehensif yang mengkaji efektivitas intervensi penanganan terhadap Delayed Onset Muscle Soreness. Studi tersebut menjelaskan bahwa penggunaan obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS) secara topikal maupun oral sangat efektif dalam meredakan tingkat nyeri dan ketidaknyamanan puncak pada fase 24-48 jam setelah latihan berat.

Namun, studi tersebut juga memberikan catatan penting bahwa menekan peradangan secara total dan terus-menerus menggunakan obat OAINS dosis tinggi mungkin berpotensi sedikit menghambat proses hipertrofi (pertumbuhan otot) dalam jangka panjang. Hal ini menegaskan bahwa penggunaan obat-obatan OTC untuk DOMS sebaiknya dilakukan seperlunya saja saat nyeri benar-benar tak tertahankan, bukan sebagai rutinitas harian pasca olahraga.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kini kamu sudah mengetahui mekanisme nyeri pasca latihan dan mendapat jawaban mengenai keamanan serta penanganannya. Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
American College of Sports Medicine (ACSM). Diakses pada 2026. Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS).
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. The Mechanisms of Muscle Hypertrophy and Their Application to Resistance Training.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Muscle soreness and delayed-onset muscle soreness.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness): Symptoms & Treatments.
Healthline. Diakses pada 2026. What Is Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) and What Can You Do About It?

FAQ

1. Untuk mengetahui apakah DOMS bagus, berapa lama biasanya nyeri ini akan bertahan?

DOMS umumnya mulai terasa sekitar 12 hingga 24 jam setelah olahraga yang intens. Puncaknya sering terjadi pada hari kedua (24-72 jam). Setelah melewati fase puncak tersebut, rasa nyeri akan berangsur-angsur mereda secara alami dalam rentang waktu 3 hingga 5 hari hingga akhirnya hilang sepenuhnya.

2. Bolehkah tetap berolahraga ketika sedang mengalami DOMS?

Sangat diperbolehkan, namun dengan intensitas yang lebih ringan. Melakukan active recovery seperti bersepeda statis, berjalan cepat, atau yoga ringan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke otot yang sedang sakit, sehingga mempercepat pemulihan. Hindari melatih kelompok otot yang sama dengan beban berat sampai nyeri mereda.

3. Apakah berendam di air es efektif untuk mengatasi nyeri DOMS?

Berendam air es (ice bath) telah terbukti secara ilmiah mampu mengonstriksi pembuluh darah sehingga mengurangi pembengkakan dan respons inflamasi akut di otot, sehingga sangat efektif mengurangi sensasi nyeri. Namun, metode ini sebaiknya dilakukan segera setelah latihan, bukan beberapa hari setelahnya saat DOMS sudah mencapai puncaknya.

4. Apa perbedaan utama antara nyeri karena cedera dan nyeri DOMS?

Nyeri akibat cedera biasanya terjadi seketika secara mendadak saat kamu melakukan gerakan (seperti bunyi “pop” atau robekan tajam), lokasinya terpusat di area sendi atau ligamen, dan sering disertai pembengkakan asimetris yang parah. Sementara itu, nyeri DOMS muncul keesokan harinya, tersebar merata di bagian otot (muscle belly) yang dilatih, terasa pegal saat ditekan, dan terasa seperti kaku otot biasa tanpa membatasi fungsi persendian secara ekstrem.