Ad Placeholder Image

Mengenal Encopresis atau Inkontinensia Tinja pada Anak

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 15 September 2026

Penyebab dan Cara Mengatasi Encopresis atau Inkontinensia Tinja pada Anak Secara Efektif dan Tepat

Mengenal Encopresis atau Inkontinensia Tinja pada AnakMengenal Encopresis atau Inkontinensia Tinja pada Anak

DAFTAR ISI


Encopresis atau inkontinensia tinja adalah kondisi ketika anak buang air besar di celana atau tempat yang tidak semestinya setelah usia ketika anak biasanya sudah mampu menggunakan toilet. Kondisi ini dapat terjadi sesekali maupun berulang dan bukan berarti anak sengaja mengotori dirinya.

Penyebab tersering encopresis adalah sembelit kronis. Tinja yang keras dapat menumpuk di usus besar, sementara tinja yang lebih lunak dari bagian atasnya merembes tanpa disadari. Anak juga dapat mengalami nyeri saat buang air besar, perut kembung, atau perasaan ingin buang air besar yang berkurang.

Selain sembelit, encopresis dapat dipengaruhi oleh kebiasaan menahan buang air besar, perubahan rutinitas, stres, gangguan perkembangan, atau masalah pada saraf dan otot yang mengatur buang air besar. Pada orang dewasa, inkontinensia tinja juga dapat berkaitan dengan diare, cedera otot anus, penyakit saraf, atau gangguan saluran cerna.

Penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Hindari memarahi atau mempermalukan anak karena hal tersebut dapat memperburuk kecemasan dan kebiasaan menahan buang air besar. Karena obat antidiare atau pencahar tidak selalu tepat, konsultasi dokter penting sebelum memberikan produk apa pun.

Apa Itu Encopresis atau Inkontinensia Tinja?

Dokter biasanya menilai pola buang air besar, lama keluhan, konsistensi tinja, nyeri, kebiasaan menahan buang air besar, serta kondisi kesehatan lain. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan bila diperlukan. Pada sebagian besar anak, terapi berfokus pada mengatasi penumpukan tinja, membentuk jadwal buang air besar, dan menjaga tinja tetap lunak sesuai anjuran dokter.

Penanganan Encopresis

  • Ajak anak duduk di toilet selama sekitar 5–10 menit setelah makan, dengan posisi kaki bertumpu agar lebih nyaman.
  • Berikan makanan berserat dan cukup cairan sesuai usia, kecuali dokter menganjurkan pembatasan tertentu.
  • Catat frekuensi buang air besar, bentuk tinja, nyeri, dan kejadian mengotori pakaian.
  • Berikan pujian atas usaha anak menggunakan toilet, bukan hukuman saat terjadi kecelakaan.
  • Jangan memberikan loperamide, pencahar, enema, atau obat lain tanpa arahan tenaga kesehatan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan anak atau orang dewasa dengan dokter jika keluhan berulang, berlangsung lebih dari beberapa minggu, disertai nyeri perut hebat, muntah, perut membesar, demam, darah pada tinja, penurunan berat badan, atau tidak dapat buang gas. Bayi, anak dengan gangguan perkembangan, serta orang yang mengalami kelemahan anggota tubuh juga perlu diperiksa lebih cepat.

Untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang aman, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA, asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Apotek resmi. Produk disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA.
  • ✅ Jaminan asli: Produk tersegel, memiliki nomor batch dan tanggal kedaluwarsa, serta terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi dan tertutup.
  • ✅ Cepat. Diantar dari apotek terdekat.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Encopresis memiliki penyebab yang beragam sehingga tidak sebaiknya ditangani dengan obat secara mandiri. Melalui konsultasi dokter, kamu dapat memperoleh arahan pemeriksaan dan terapi yang sesuai usia serta kondisi kesehatan.

Referensi
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2026. Symptoms & Causes of Fecal Incontinence.
MedlinePlus. Diakses pada 2026. Encopresis.
WebMD. Diakses pada 2026. Encopresis.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak.

FAQ

Apakah encopresis terjadi karena anak malas ke toilet?

Tidak selalu. Sembelit, nyeri saat buang air besar, kebiasaan menahan tinja, dan faktor emosional dapat menyebabkan encopresis. Anak sebaiknya tidak dimarahi karena kondisi ini memerlukan dukungan dan penanganan.

Apakah encopresis dapat sembuh?

Encopresis dapat membaik dengan penanganan yang tepat dan konsisten. Lama pemulihan berbeda-beda, tergantung penyebab, lama sembelit, dan kepatuhan terhadap rencana terapi.

Bolehkah memberikan obat antidiare?

Jangan memberikan obat antidiare tanpa anjuran dokter, terutama pada anak. Encopresis sering berkaitan dengan sembelit dan penumpukan tinja, sehingga obat antidiare dapat memperburuk masalah.

Kapan anak perlu diperiksa?

Anak perlu diperiksa jika kejadian berulang, disertai sembelit, nyeri, perut kembung, muntah, darah pada tinja, atau tidak membaik setelah perubahan kebiasaan. Pemeriksaan juga penting bila keluhan mengganggu aktivitas atau kepercayaan diri anak.