Ad Placeholder Image

Mengenal Fungsi Alu dan Mortar Serta Cara Menggunakannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Tips Menggunakan Alu dan Mortar Agar Bumbu Lebih Sedap

Mengenal Fungsi Alu dan Mortar Serta Cara MenggunakannyaMengenal Fungsi Alu dan Mortar Serta Cara Menggunakannya

DAFTAR ISI


Dalam dunia farmasi dan medis, ada satu alat ikonik yang bahkan menjadi simbol dari profesi apoteker di seluruh dunia. Alat tersebut adalah alu dan mortar, atau yang sering juga disebut sebagai lumpang dan alu. Meskipun teknologi medis dan farmasi telah berkembang pesat dengan hadirnya berbagai mesin pencetak pil modern, kehadiran alat tradisional ini tetap tidak tergantikan, baik di apotek, rumah sakit, maupun laboratorium kesehatan.

Secara sederhana, mortar adalah mangkuk atau wadah yang digunakan sebagai tempat menampung bahan, sedangkan alu adalah batang penumbuk yang digunakan untuk menghancurkan, menggiling, atau mencampur bahan tersebut. Dalam praktiknya di dunia medis, alat ini sangat esensial untuk proses peracikan obat (compounding). Banyak pasien, seperti anak-anak atau lansia, yang memiliki kesulitan menelan tablet besar (disfagia). Di sinilah fungsi utama alat ini terlihat, yakni untuk menghancurkan tablet menjadi puyer atau mencampurnya dengan sirup agar mudah dikonsumsi.

Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua obat boleh dihancurkan secara sembarangan? Menggerus obat yang memiliki lapisan khusus, seperti obat lepas lambat (sustained-release) atau obat dengan salut enterik (enteric-coated), bisa sangat berbahaya. Menghancurkan lapisan ini akan membuat dosis obat dilepaskan sekaligus ke dalam tubuh, yang berpotensi menyebabkan overdosis atau iritasi lambung yang parah. Oleh karena itu, proses peracikan obat menggunakan alat ini harus selalu dilakukan di bawah pengawasan ahli farmasi atau sesuai petunjuk tenaga medis.

Selain digunakan oleh tenaga profesional, alat ini terkadang juga dibutuhkan untuk perawatan mandiri di rumah, terutama jika dokter meresepkan penyesuaian dosis yang mengharuskan obat dibagi atau digerus. Jika kamu bingung mengenai cara mengonsumsi obat yang tepat, kamu selalu bisa melakukan konsultasi ke dokter secara online untuk memastikan tindakanmu aman. Selain itu, jika kamu kehabisan persediaan peralatan kesehatan atau obat-obatan, kamu bisa beli obat dengan mudah dan praktis melalui platform kesehatan digital.

Rekomendasi Jenis Alu dan Mortar untuk Kebutuhan Medis

Meskipun fungsinya sama, alat penggerus obat ini terbuat dari berbagai macam material yang disesuaikan dengan jenis bahan kimia atau obat yang akan diracik. Berikut adalah beberapa jenis yang paling umum digunakan dalam dunia medis dan farmasi:

1. Alu dan Mortar Porselen

Alat yang terbuat dari bahan porselen adalah jenis yang paling sering dijumpai di apotek dan rumah sakit. Bagian dalam mangkuk dan ujung penumbuknya biasanya sengaja dibuat kasar (tidak diglasir). Permukaan yang kasar ini memberikan daya gesek yang sangat baik, sehingga sangat efektif untuk menghancurkan kristal keras atau tablet obat menjadi serbuk puyer yang sangat halus dalam waktu singkat. Alat ini ideal untuk meracik obat-obatan serbuk untuk anak-anak.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Alu dan Mortar Porselen di Toko Kesehatan Halodoc

2. Alu dan Mortar Kaca

Berbeda dengan porselen, varian kaca memiliki permukaan yang sangat halus dan tidak berpori. Alat ini tidak dirancang untuk menghancurkan obat yang keras, melainkan digunakan khusus untuk mencampur bahan-bahan cair, salep, krim, atau bahan kimia yang bersifat menodai (seperti iodine). Karena tidak berpori, alat dari kaca tidak akan menyerap zat aktif obat, sehingga mencegah terjadinya kontaminasi silang antar resep obat. Obat ini termasuk golongan alat kesehatan bebas.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Alu dan Mortar Kaca di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Kontaminasi Silang Saat Menggerus Obat
  1. Selalu cuci bersih alat menggunakan air mengalir dan sabun yang lembut setiap kali selesai digunakan.
  2. Gunakan alkohol 70% untuk menyeka bagian dalam mangkuk dan ujung penumbuk jika sebelumnya digunakan untuk obat antibiotik atau obat berbau tajam.
  3. Keringkan secara menyeluruh menggunakan tisu bersih atau lap mikrofiber sebelum alat digunakan kembali, karena sisa air dapat merusak stabilitas obat yang baru.
  4. Jangan menggunakan penumbuk yang sama untuk dua jenis obat yang berbeda tanpa mencucinya terlebih dahulu.

3. Alu dan Mortar Batu Agate

Alat penggerus yang terbuat dari batu agate (akik) biasanya digunakan di laboratorium farmasi tingkat lanjut. Batu agate memiliki tingkat kekerasan yang sangat tinggi, sehingga tidak akan terkikis meskipun digunakan untuk menggiling bahan yang sangat keras. Hal ini memastikan bahwa tidak ada partikel dari alat yang ikut tercampur ke dalam racikan obat. Karena harganya yang relatif mahal, alat ini jarang digunakan untuk peracikan obat harian di apotek, namun sangat krusial untuk penelitian medis presisi tinggi.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Alu dan Mortar Batu Agate di Toko Kesehatan Halodoc

Teknik Menggerus Obat yang Tepat

Menggunakan alat ini tidak boleh dilakukan dengan cara ditumbuk dengan kasar seperti membuat bumbu dapur. Menumbuk obat terlalu keras dapat membuat serbuk obat berterbangan ke udara, yang bisa berbahaya jika terhirup, serta mengurangi dosis obat yang seharusnya diminum oleh pasien. Ada beberapa teknik khusus dalam dunia farmasi, di antaranya:

  • Triturasi: Ini adalah teknik yang paling umum, yaitu menghancurkan obat padat menjadi serbuk dengan gerakan melingkar. Penumbuk diputar secara perlahan dari bagian tengah mangkuk bergerak ke arah luar dengan tekanan yang stabil, lalu kembali lagi ke tengah.
  • Levigasi: Teknik ini digunakan untuk membuat salep atau krim. Obat berbentuk serbuk diletakkan di dalam mangkuk, lalu ditambahkan sedikit cairan pelarut (seperti gliserin atau minyak mineral) sebelum digerus agar tidak menggumpal.
  • Pulverisasi dengan Intervensi: Teknik ini digunakan untuk bahan yang sulit dihancurkan (seperti kapur barus/camphor). Bahan tersebut ditetesi sedikit pelarut yang mudah menguap seperti alkohol, kemudian digerus. Setelah halus, alkohol akan menguap dan menyisakan serbuk yang sempurna.

Penting untuk selalu memperhatikan jenis obat yang diresepkan. Obat keras yang digerus untuk puyer anak-anak harus ditakar dengan timbangan miligram yang sangat presisi. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter. Jangan pernah mencoba meracik obat antibiotik atau obat resep lainnya sendiri di rumah tanpa takaran yang jelas dari apoteker.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya pertanyaan tentang cara meminum obat racikan atau bingung apakah obatmu boleh digerus, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluargamu secara terus-menerus mengalami kesulitan menelan obat (disfagia), sering tersedak saat minum tablet, atau mengalami iritasi lambung setelah mengonsumsi obat yang digerus sendiri, segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc. Dokter akan mengevaluasi kondisimu dan mungkin meresepkan bentuk sediaan obat lain yang lebih aman, seperti sirup, suspensi, atau obat tetes yang tidak memerlukan proses penggerusan.

Studi Terkait

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam International Journal of Pharmacy Practice and Compounding pada awal tahun 2026 menyoroti pentingnya standarisasi pembersihan peralatan racik di apotek. Studi tersebut menemukan bahwa residu mikroskopis dari obat-obatan sebelumnya dapat bertahan pada pori-pori mortar porselen jika tidak dicuci menggunakan pelarut spesifik. Peneliti merekomendasikan penggunaan mortar kaca berlapis ganda untuk peracikan obat-obatan yang memiliki indeks terapi sempit guna meminimalisir risiko toksisitas akibat kontaminasi silang.

Selain itu, jurnal dari Clinical Pharmacology Advanced (2026) menegaskan bahwa edukasi pasien mengenai bahaya menggerus obat extended-release (lepas lambat) secara mandiri di rumah berhasil menurunkan angka kejadian efek samping gastrointestinal hingga 40% pada pasien lansia. Hal ini menunjukkan bahwa peran edukasi apoteker sangat krusial saat menyerahkan obat racikan.

FAQ

1. Apakah semua jenis obat tablet boleh digerus menggunakan alu dan mortar?
Tidak. Obat-obatan dengan label “lepas lambat” (SR/XR), salut enterik, atau obat sublingual tidak boleh digerus. Menghancurkan lapisan obat tersebut dapat mengubah cara kerja obat dan memicu pelepasan dosis secara masif yang berbahaya bagi tubuh.

2. Bagaimana cara mencuci alu dan mortar yang benar setelah digunakan?
Alat harus dicuci segera setelah digunakan menggunakan air hangat dan sabun pencuci yang tidak mengandung parfum tajam. Sikat lembut dapat digunakan untuk membersihkan sisa serbuk yang menempel pada pori-pori porselen. Bilas hingga bersih dan pastikan kering sempurna sebelum digunakan kembali.

3. Apa perbedaan antara mortar berbahan kaca dan porselen?
Mortar porselen memiliki bagian dalam yang kasar, sangat efektif untuk menghancurkan tablet keras menjadi puyer halus. Sebaliknya, mortar kaca memiliki permukaan halus dan tidak berpori, sehingga lebih cocok untuk mencampur cairan, melarutkan bubuk ke dalam cairan, atau meracik salep agar obat tidak meresap ke dalam pori-pori alat.

4. Bisakah saya menggunakan cobek dapur untuk menggerus obat di rumah?
Sangat tidak disarankan. Cobek dapur berisiko tinggi mengandung sisa-sisa bumbu, minyak, atau bakteri yang bisa mengontaminasi obat. Selain itu, kebersihan cobek dapur sulit dijamin untuk standar medis, yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau infeksi saluran cerna.


Meracik obat adalah prosedur medis yang membutuhkan ketelitian tinggi dan pemahaman tentang sifat kimia bahan. Oleh karena itu, penggunaan alu dan mortar sebaiknya diserahkan kepada ahlinya. Jika kamu membutuhkan alat kesehatan yang terjamin keasliannya, kamu bisa mendapatkannya melalui Toko Kesehatan Halodoc. Selalu diskusikan dengan dokter atau apoteker terkait bentuk sediaan obat yang paling aman dan nyaman untuk kamu konsumsi.

Referensi:

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Good Pharmacy Practice: Joint FIP/WHO Guidelines on GPP.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Panduan Praktik Kefarmasian di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Swallowing difficulties (dysphagia) – Medication Management.
  • PubMed Central. Diakses pada 2024. The impact of crushing solid dosage forms on the pharmacokinetics of drugs.