
Mengenal Fungsi Penting Occipital Bone Bagi Kesehatan Kepala
Mengenal Fungsi Penting Occipital Bone Bagi Struktur Tengkorak Kepala Manusia

DAFTAR ISI
- Anatomi dan Struktur Occipital Bone
- Fungsi Utama Occipital Bone
- Gangguan Kesehatan pada Occipital Bone
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Pernahkah kamu merasakan benjolan tulang yang keras di bagian bawah belakang kepalamu? Tulang tersebut dikenal dalam istilah medis sebagai occipital bone atau tulang tengkorak belakang. Tulang ini merupakan salah satu struktur paling vital pada kraniuim manusia yang melindungi sistem saraf pusat.
Selain membentuk struktur tempurung kepala, occipital bone menjadi jembatan penghubung antara otak dan tulang belakang. Mengingat posisinya yang sangat krusial, gangguan atau benturan pada area ini dapat memicu keluhan kesehatan yang cukup serius, mulai dari sakit kepala hebat hingga gangguan saraf.
Memahami anatomi dan fungsi occipital bone dapat membantu kamu lebih waspada terhadap gejala nyeri atau ketidaknyamanan di area kepala belakang dan leher atas.
Anatomi dan Struktur Occipital Bone
Occipital bone memiliki bentuk trapezoidal pipih yang terletak di bagian paling belakang dan dasar tengkorak. Tulang ini berbatasan langsung dengan tulang parietal, tulang temporal, dan tulang sphenoid melalui persendian kaku yang disebut sutura.
Di bagian dasar occipital bone, terdapat sebuah lubang besar berbentuk oval yang disebut foramen magnum. Lubang ini berfungsi sebagai jalur perlintasan utama bagi batang otak yang berlanjut menjadi saraf tulang belakang (spinal cord), serta dilalui oleh pembuluh darah penting dan saraf kranial.
Di sisi kanan dan kiri foramen magnum, terdapat dua tonjolan tulang bernama occipital condyles. Tonjolan ini bersendi langsung dengan tulang leher pertama (vertebra atlas C1), memungkinkan kepala kamu untuk bergerak mengangguk dan menggeleng.
Fungsi Utama Occipital Bone
Occipital bone memegang peranan penting dalam menjaga integritas struktur kepala dan sistem saraf pusat. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya:
- Melindungi Lobus Oksipital Otak: Tulang ini menjadi perisai keras bagi lobus oksipital, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab mengolah informasi visual dan penglihatan.
- Jalur Perlintasan Saraf Pusat: Melalui foramen magnum, tulang ini memberikan akses aman bagi sistem saraf utama dari otak menuju ke seluruh tubuh.
- Menopang Beban Kepala: Titik temu antara occipital condyles dan leher menahan beban seluruh tengkorak dan menyalurkannya ke kolom tulang belakang.
- Tempat Melekatnya Otot Leher: Permukaan luar tulang oksipital menjadi area lekatan bagi berbagai otot dan ligamen leher yang mengatur pergerakan kepala.
Gangguan Kesehatan pada Occipital Bone
Beberapa kondisi medis dapat memengaruhi occipital bone dan jaringan saraf di sekitarnya, di antaranya:
- Occipital Neuralgia: Peradangan atau jepitan pada saraf oksipital yang melintasi area ini, memicu sakit kepala tajam seperti tersengat listrik dari leher hingga ke puncak kepala.
- Trauma dan Fraktur: Benturan keras akibat kecelakaan dapat memicu fraktur tulang tengkorak belakang yang berisiko merusak batang otak.
- Craniosynostosis: Penutupan sutura oksipital secara prematur pada bayi yang menyebabkan bentuk kepala tidak simetris (plagiocephaly).
- Exostosis Oksipital: Penumpukan massa tulang ekstra di bagian belakang kepala yang kerap dipicu oleh postur leher yang buruk akibat penggunaan gawai berlebih.
Studi Terkait
Penelitian terkini dalam bidang neuroanatomi menunjukkan bahwa variasi morfologi pada occipital bone dan ketegangan otot leher kronis memiliki kaitan erat dengan peningkatan kasus sakit kepala servikogenik. Studi klinis memperlihatkan bahwa perbaikan postur tubuh dan penanganan tepat pada otot posterior leher efektif meredakan tekanan pada jalur saraf oksipital.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami sakit kepala berdenyut hebat di area belakang kepala, nyeri yang menjalar ke mata, atau sensasi mati rasa setelah mengalami benturan di kepala, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi spesialis kini lebih hemat dan praktis dengan fitur Chat Dokter di Halodoc. Kamu bisa bertanya seputar keluhan kesehatan kapan saja dan di mana saja.
- ✅ Dokter berlisensi: Konsultasi dilayani oleh dokter spesialis berpengalaman dengan legalitas resmi (STR dan SIP).
- ✅ Resep obat online: Jika dibutuhkan, dokter akan memberikan resep resmi yang bisa langsung kamu tebus di toko kesehatan Halodoc.
- ✅ Layanan 24 jam: Dokter selalu siap membantu kamu kapan pun keluhan muncul, tanpa perlu janji temu rumit.
Referensi
StatPearls Publishing. Diakses pada 2026. Anatomy, Head and Neck, Occipital Bone.
Journal of Craniofacial Surgery. Diakses pada 2026. Morphometric Analysis of the Occipital Bone and Foramen Magnum.
WebMD. Diakses pada 2026. What Is Occipital Neuralgia?
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Human Skull Anatomy and Functional Morphology.
FAQ
Di mana letak occipital bone pada tubuh manusia?
Occipital bone terletak di bagian paling belakang dan bawah dari tengkorak kepala. Tulang ini membentuk dasar kraniuim dan berbatasan langsung dengan bagian atas tulang leher.
Apa fungsi dari foramen magnum pada occipital bone?
Foramen magnum adalah lubang besar pada occipital bone yang berfungsi sebagai jalur perlintasan batang otak untuk terhubung dengan saraf tulang belakang. Lubang ini juga dilalui oleh pembuluh darah arteri dan saraf penting.
Apa itu occipital neuralgia?
Occipital neuralgia adalah kondisi medis berupa peradangan atau cedera pada saraf oksipital yang berjalan dari tulang belakang bagian atas menuju tengkorak. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri tajam atau sensasi terbakar di bagian belakang kepala.
Apakah benjolan di tulang belakang kepala selalu berbahaya?
Sebagian besar benjolan pada occipital bone merupakan struktur anatomi normal (external occipital protuberance). Namun, jika benjolan disertai rasa nyeri hebat, membesar dengan cepat, atau memicu pusing, kamu sebaiknya memeriksakannya ke dokter.




