Ad Placeholder Image

Mengenal Gejala dan Penanganan Tepat Dravet Syndrome

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 05 Agustus 2026

Mengenal Gejala dan Penanganan Tepat pada Kondisi Dravet Syndrome bagi Penderita Epilepsi Berat

Mengenal Gejala dan Penanganan Tepat Dravet SyndromeMengenal Gejala dan Penanganan Tepat Dravet Syndrome

DAFTAR ISI


Mengenal Dravet Syndrome pada Anak

Melihat si Kecil mengalami kejang tentu menjadi momen yang sangat mengkhawatirkan bagi setiap orang tua. Jika kejang terjadi secara berulang, terutama pada tahun pertama kehidupan dan diawali oleh timbulnya demam, kondisi ini bisa jadi menandakan gangguan saraf langka yang dikenal sebagai Dravet syndrome.

Dravet syndrome adalah bentuk ensefalopati epileptik genetik yang tergolong langka dan berat. Kondisi ini umumnya muncul pada bayi berusia sekitar 6 bulan yang sebelumnya berkembang secara normal. Sebagian besar kasus disebabkan oleh mutasi pada gen SCN1A yang berperan penting dalam mengatur fungsi serta sinyal sel saraf di otak.

Mengenali gejala awal dan memberikan penanganan medis yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi berbahaya seperti status epileptikus (kejang yang berlangsung lama dan berulang). Mari ketahui lebih dalam mengenai kondisi ini agar kamu dapat memberikan perawatan terbaik bagi buah hati.

Gejala dan Faktor Pemicu Dravet Syndrome

Gejala awal Dravet syndrome biasanya diawali dengan kejang demam yang berlangsung lama (lebih dari 15 menit) atau kejang yang melibat satu sisi tubuh. Seiring bertambahnya usia anak, jenis kejang dapat bervariasi, termasuk kejang mioklonik (hentakan otot mendadak) dan kejang absans (kehilangan kesadaran sejenak).

Selain kejang, anak dengan kondisi ini sering mengalami keterlambatan perkembangan motorik dan kognitif, gangguan keseimbangan tubuh (ataksia), serta gangguan pola tidur.

Faktor Pemicu Kejang pada Dravet Syndrome
  1. Demam atau kenaikan suhu tubuh akibat infeksi.
  2. Perubahan suhu lingkungan mendadak (seperti mandi air hangat).
  3. Kelelahan fisik atau stres emosional.
  4. Pencahayaan terang, kilatan lampu, atau pola visual tertentu.
  5. Penyakit infeksi ringan seperti flu atau ISPA.

Penanganan dan Perawatan Tepat

Penanganan Dravet syndrome berfokus pada mengurangi frekuensi serta durasi kejang, karena kondisi ini sering kali resisten terhadap obat antikejang standar. Dokter spesialis saraf anak biasanya meresepkan kombinasi obat antiepilepsi khusus yang disesuaikan secara ketat dengan kondisi si Kecil.

Selain terapi obat-obatan, diet ketogenik di bawah pengawasan ketat dokter dan ahli gizi juga kerap direkomendasikan untuk membantu mengontrol aktivitas listrik abnormal di otak. Pengendalian suhu tubuh dengan cepat saat anak sakit juga menjadi langkah pencegahan yang sangat vital.

Studi Terkait

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Neurology (2026) mengungkapkan bahwa intervensi medis dini dengan kombinasi obat antiepilepsi spesifik serta manajemen suhu tubuh yang ketat secara signifikan menurunkan risiko terjadinya status epileptikus berulang pada anak dengan mutasi SCN1A.

Riset lain dari Epilepsia Research (2026) menunjukkan bahwa penerapan terapi komplementer seperti diet ketogenik terstruktur terbukti efektif membantu menstabilkan aktivitas listrik otak serta mendukung perkembangan kognitif anak secara bertahap.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika si Kecil mengalami kejang pertama kali, kejang berlangsung lebih dari 5 menit, atau kejang berulang dalam waktu singkat, segera dapatkan penanganan medis darurat. Kamu juga disarankan untuk rutin melakukan konsultasi dan pemantauan tumbuh kembang anak bersama Dokter Spesialis Anak di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi kesehatan kini lebih mudah dan cepat melalui Halodoc.

  • ✅ Dokter berpengalaman: Terhubung dengan dokter spesialis terpercaya yang siap membantu memberikan diagnosis dan saran medis yang tepat.
  • ✅ Akses 24 jam: Bisa berkonsultasi kapan saja dan di mana saja tanpa perlu keluar rumah.
  • ✅ Resep obat instan: Jika dokter memberikan resep, kamu bisa langsung menebusnya melalui aplikasi Halodoc dan dikirim ke rumah.

Konsultasi lebih hemat dengan voucher kupon promo dari Halodoc. Kamu bisa pilih konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Referensi

PubMed. Diakses pada 2026. Dravet Syndrome: Clinical Spectrum, Genetic Etiology, and Management Strategies.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Childhood Neurological Disorders and Epilepsy Guidelines.
WebMD. Diakses pada 2026. Dravet Syndrome: Causes, Symptoms, Triggers, and Treatment.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Panduan Tata Laksana Kejang dan Saraf Anak.

FAQ

1. Apakah Dravet syndrome bisa disembuhkan secara total?

Hingga saat ini, Dravet syndrome belum dapat disembuhkan secara total karena merupakan kondisi genetik seumur hidup. Namun, pengobatan terstruktur dapat membantu mengontrol frekuensi kejang dan meningkatkan kualitas hidup anak.

2. Pada usia berapa Dravet syndrome biasanya mulai muncul?

Dravet syndrome umumnya mulai menunjukkan gejala pada tahun pertama kehidupan bayi, yaitu sekitar usia 6 hingga 12 bulan. Gejala awal biasanya berupa kejang yang dipicu oleh demam tinggi.

3. Apakah Dravet syndrome bersifat diturunkan dari orang tua?

Sebagian besar kasus Dravet syndrome disebabkan oleh mutasi genetik baru (de novo) pada gen SCN1A yang terjadi secara spontan. Kondisi ini jarang diwariskan dari orang tua yang sehat.

4. Apa tindakan pertolongan pertama saat anak mengalami kejang?

Baringkan anak di tempat yang aman dengan posisi miring untuk mencegah tersedak, jauhkan benda berbahaya, dan jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulutnya. Segera cari pertolongan medis darurat jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit.