Ad Placeholder Image

Mengenal Gejala dan Penyebab Epidermodysplasia Verruciformis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 September 2026

Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit Langka Epidermodysplasia Verruciformis pada Kulit Manusia

Mengenal Gejala dan Penyebab Epidermodysplasia VerruciformisMengenal Gejala dan Penyebab Epidermodysplasia Verruciformis

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar penyakit langka yang membuat kulit dipenuhi benjolan keras menyerupai kutil di seluruh tubuh? Kondisi dermatologis yang sangat jarang terjadi ini dikenal dalam dunia medis sebagai epidermodysplasia verruciformis (EV) atau kadang dijuluki sebagai kelainan human-tree syndrome.

Penyakit genetik ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh penderitanya tidak mampu melawan infeksi Human Papillomavirus (HPV) tertentu. Akibatnya, kutil dan plak abnormal dapat tumbuh meluas dan berisiko tinggi berkembang menjadi keganasan kulit jika tidak dipantau secara ketat.

Mengenal Epidermodysplasia Verruciformis

Epidermodysplasia verruciformis adalah kelainan genetik autosomal resesif yang sangat langka. Kondisi ini ditandai dengan kerentanan ekstrem terhadap strain HPV spesifik, seperti HPV tipe 5 dan 8, yang pada individu sehat biasanya tidak menimbulkan gejala serius.

Pada penderita EV, paparan virus ini memicu pertumbuhan sel kulit yang tidak terkendali. Pertumbuhan kutil biasanya dimulai sejak masa kanak-kanak dan berlanjut seumur hidup, paling sering muncul pada area tubuh yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, leher, lengan, dan kaki.

Penyebab dan Gejala Utama

Penyebab utama penyakit ini adalah mutasi pada gen EVER1 (TMC6) atau EVER2 (TMC8) yang berperan penting dalam mengatur kadar seng (zinc) di dalam sel dan merespons infeksi virus. Mutasi genetik ini diwariskan dari kedua orang tua yang membawa sifat (carrier).

Gejala khas epidermodysplasia verruciformis meliputi:

  • Bercak-bercak datar mirip panu (makula hipopigmentasi atau hiperpigmentasi) di dada, punggung, dan leher.
  • Benjolan keras menonjol seperti kutil (veruka) bersisik berwarna cokelat keabuan.
  • Lesi kulit yang meluas dan persisten di area tangan dan kaki.
  • Tingginya risiko perubahan lesi menjadi karsinoma sel skuamosa (kanker kulit) pada usia 30–50 tahun.

Metode Penanganan dan Perawatan

Hingga saat ini, belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan kelainan genetik ini secara total. Fokus terapi bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan kutil, meredakan gejala, dan mencegah perkembangan menjadi kanker kulit.

Beberapa opsi penanganan medis yang biasa dilakukan meliputi:

  • Perlindungan dari Sinar UV: Penggunaan tabir surya spektrum luas dan pakaian pelindung secara ketat wajib dilakukan untuk mengurangi risiko keganasan sel kulit.
  • Terapi Retinoid Sistemik: Konsumsi retinoid oral (seperti acitretin atau isotretinoin) dapat membantu menghambat pertumbuhan lesi kulit abnormal.
  • Tindakan Medis Khusus: Krioeksis (terapi pembekuan/cryotherapy), pembedahan bedah listrik (kauterisasi), atau eksisi bedah untuk mengangkat lesi yang berpotensi ganas.
  • Imunoterapi: Pemberian interferon atau terapi imun topikal untuk merangsang respons kekebalan lokal.

Studi Terkait

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal dermatologi genetik menunjukkan bahwa kombinasi retinoid sistemik dengan terapi fotodinamik (PDT) secara berkala mampu menekan laju prapembentukan sel kanker skuamosa pada penderita EV hingga lebih dari 40 persen. Selain itu, riset penyuntingan genetik (gene editing) masa depan tengah dikembangkan untuk memperbaiki mutasi gen EVER1/EVER2 guna memulihkan imunitas seluler terhadap HPV.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluargamu mengalami kemunculan kutil yang menyebar cepat, persisten, atau adanya perubahan bentuk dan warna pada lesi kulit, segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit di Halodoc untuk pemeriksaan dermatoskopi serta penanganan sejak dini.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Menjaga kesehatan kulit memerlukan saran dan penanganan medis yang akurat dari ahlinya. Lewat layanan konsultasi di Halodoc, kamu dapat terhubung langsung dengan dokter spesialis secara praktis kapan saja dan di mana saja tanpa harus antre di rumah sakit.

FAQ

Apakah epidermodysplasia verruciformis bisa menular?

Penyakit ini sendiri tidak menular antarmanusia karena disebabkan oleh faktor mutasi genetik bawaan. Namun, virus HPV yang mendasarinya dapat berpindah, meskipun orang dengan sistem imun normal biasanya tidak akan mengembangkan gejala kutil ekstrem seperti penderita EV.

Apakah epidermodysplasia verruciformis selalu berkembang menjadi kanker?

Sekitar 30 hingga 50 persen penderita EV berisiko mengalami transformasi malignant menjadi kanker kulit sel skuamosa, terutama jika kulit sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan.

Bagaimana cara mencegah komplikasi dari penyakit ini?

Pencegahan komplikasi dilakukan dengan menghindari paparan sinar matahari langsung, rutin menggunakan sunscreen, serta melakukan pemantauan berkala ke dokter spesialis kulit untuk mendeteksi perubahan dini lesi kulit.

Referensi

Orphanet Journal of Rare Diseases. Diakses pada 2026. Epidermodysplasia verruciformis: Clinical presentation, genetics, and management strategies.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Susceptibility to Human Papillomavirus and Oncogenesis in Epidermodysplasia Verruciformis.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Human Papillomavirus and Related Genetic Dermatological Disorders.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Diagnosis dan Tatalaksana Kelainan Kulit Genetik dan Infeksi HPV.