
Mengenal Gejala dan Penyebab Eritema Marginatum pada Kulit
Mengenal Gejala dan Penyebab Eritema Marginatum pada Kulit Anak

DAFTAR ISI
- Mengenal Eritema Marginatum dan Gejalanya
- Penyebab dan Faktor Risiko
- Cara Penanganan yang Tepat
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Kesehatan kulit sering kali menjadi cerminan dari kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Salah satu kondisi kulit yang memerlukan perhatian medis khusus adalah eritema marginatum. Ruam kulit ini memiliki bentuk yang khas dan umumnya bukan sekadar masalah kulit biasa, melainkan tanda dari penyakit sistemik yang lebih serius.
Eritema marginatum ditandai dengan kemunculan ruam kemerahan berbentuk melingkar atau seperti cincin dengan bagian tengah yang berwarna lebih pucat. Tepi ruam ini biasanya sedikit menonjol dan berwarna merah terang. Uniknya, ruam ini umumnya tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri, sehingga sering kali baru disadari saat ukurannya makin meluas.
Kondisi ini merupakan salah satu kriteria utama dalam diagnosis demam rematik akut (acute rheumatic fever), yaitu reaksi komplikasi akibat infeksi bakteri Streptococcus grup A pada tenggorokan yang tidak ditangani hingga tuntas. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala dan penyebabnya secara dini.
Mengenal Eritema Marginatum dan Gejalanya
Ruam eritema marginatum paling sering muncul di area batang tubuh (dada, perut, punggung) serta bagian dalam lengan dan tungkai. Ruam ini jarang sekali mengenai area wajah. Karakteristik utama dari eritema marginatum meliputi:
- Ruam berbentuk kemerahan melingkar dengan batas tepi yang jelas dan bagian tengah yang tampak normal atau pucat.
- Ruam bersifat berpindah-pindah atau memudar dan muncul kembali di lokasi berbeda dalam waktu singkat (evanescent).
- Tidak terasa gatal maupun sakit saat disentuh.
- Bisa membesar dan menyatu membentuk pola menyerupai peta pada kulit.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab utama timbulnya eritema marginatum adalah respons imun abnormal tubuh terhadap infeksi bakteri Streptococcus pyogenes (Streptokus Grup A). Ketika infeksi radang tenggorokan akibat bakteri ini tidak diobati secara tuntas dengan antibiotik, sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi keliru dan menyerang jaringan tubuhnya sendiri, memicu timbulnya demam rematik akut.
Kondisi ini paling sering ditemukan pada anak-anak dan remaja berusia 5 hingga 15 tahun. Faktor risiko lainnya melibatkan riwayat infeksi saluran pernapasan atas yang tidak diobati serta lingkungan dengan sanitasi buruk atau pemukiman yang padat.
Cara Penanganan yang Tepat
Penanganan eritema marginatum berfokus pada pengobatan penyakit utamanya, yaitu demam rematik dan infeksi streptokokus mendasar. Karena kondisi ini memerlukan penanganan resep dokter secara intensif, obat bebas di apotek tidak direkomendasikan tanpa evaluasi medis.
Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik seperti penisilin untuk membasmi sisa bakteri Streptococcus, serta obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau kortikosteroid untuk meredakan peradangan sistemik. Ruam eritema marginatum sendiri akan menghilang secara bertahap seiring membaiknya kondisi demam rematik.
Studi Terkait
Berdasarkan studi klinis terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal dermatologi dan reumatologi, eritema marginatum ditemukan pada sekitar 5% hingga 10% kasus demam rematik akut. Penelitian menekankan bahwa meskipun prevalensi ruam ini relatif jarang dibandingkan artritis (nyeri sendi), kehadirannya merupakan petunjuk klinis yang sangat spesifik untuk mengonfirmasi diagnosis demam rematik dan mencegah komplikasi penyakit jantung rematik di masa depan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu atau si Kecil mengalami ruam kemerahan berbentuk cincin yang membesar disertai gejala demam, nyeri sendi, atau lemas setelah menderita sakit tenggorokan, segera konsultasikan diri. Kamu bisa melakukan konsultasi langsung dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi masalah kesehatan kini semakin mudah dan cepat melalui Halodoc. Berikut alasan kenapa kamu harus memilih Halodoc:
- Dokter berpengalaman: Terhubung dengan dokter spesialis terpercaya yang siap membantu memberikan diagnosis tepat.
- Akses 24 jam: Kamu bisa berkonsultasi kapan saja dan di mana saja tanpa perlu keluar rumah.
- Resep obat langsung: Jika diperlukan, dokter dapat memberikan resep obat online yang bisa langsung dipesan.
- Privasi terjamin: Sesi konsultasi berlangsung secara aman dan rahasia.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi
PubMed. Diakses pada 2026. Erythema Marginatum: Clinical Manifestations and Diagnostic Significance in Acute Rheumatic Fever.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Rheumatic Fever and Rheumatic Heart Disease Guidelines.
WebMD. Diakses pada 2026. Erythema Marginatum: Causes, Symptoms, and Treatment.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Demam Rematik dan Penyakit Jantung Rematik.
FAQ
Apakah eritema marginatum terasa gatal?
Tidak, eritema marginatum umumnya tidak menimbulkan rasa gatal maupun nyeri. Ruam ini tampak jelas secara visual namun biasanya tidak memberikan sensasi tidak nyaman pada permukaan kulit.
Apakah eritema marginatum menular secara langsung?
Ruam kulitnya sendiri tidak menular dari orang ke orang. Namun, infeksi bakteri Streptococcus yang menyebabkan demam rematik dapat menular melalui droplet udara saat penderita batuk atau bersin.
Berapa lama eritema marginatum biasanya bertahan?
Durasi munculnya ruam bervariasi dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Ruam bisa hilang dan muncul kembali di bagian tubuh lain selama peradangan demam rematik masih berlangsung.
Bagaimana cara menyembuhkan eritema marginatum?
Eritema marginatum akan membaik dengan sendirinya setelah infeksi dan peradangan utama diatasi. Pengobatan berfokus pada pemberian antibiotik resep dokter dan obat antiinflamasi untuk mengobati demam rematik.




