
Mengenal Gejala FMD Serta Cara Pencegahan Terbaik Bagi Ternak
Mengenal Gejala Penyakit FMD Pada Ternak Serta Langkah Pencegahan Penularan yang Paling Efektif

DAFTAR ISI
- Mengenal FMD pada Ternak
- Gejala FMD pada Hewan Ternak
- Cara Pencegahan FMD
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Foot and Mouth Disease (FMD) atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular. Penyakit ini umumnya menyerang hewan ternak berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Penularan FMD terjadi sangat cepat dan dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi para peternak.
Penyebab utama dari FMD adalah virus dari famili Picornaviridae dan genus Aphthovirus. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung antarhewan, udara (aerosol), pakan yang terkontaminasi, hingga kotoran atau peralatan kandang. Oleh karena itu, penerapan biosekuriti yang ketat di lingkungan peternakan menjadi langkah krusial untuk mencegah meluasnya penularan.
Perlu kamu pahami bahwa FMD pada ternak berbeda dengan Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu Singapura yang sering menyerang manusia, terutama anak-anak. Masing-masing disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Kendati demikian, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar saat berinteraksi dengan hewan tetap sangat penting agar terhindar dari berbagai bahaya infeksi sekunder.
Mengenal FMD pada Ternak
FMD ditandai dengan pembentukan lepuh atau vesikel pada area mulut, lidah, gusi, serta di sela-sela kuku hewan. Infeksi ini menyebabkan rasa sakit yang parah pada hewan ternak, sehingga mereka kehilangan nafsu makan dan kesulitan untuk berjalan. Meskipun tingkat kematian pada hewan dewasa relatif rendah, penyakit ini dapat menyebabkan penurunan produksi susu dan berat badan secara drastis.
Gejala FMD pada Hewan Ternak
Gejala awal FMD biasanya muncul dalam kurun waktu 2 hingga 14 hari setelah hewan terpapar virus. Beberapa tanda utama yang perlu diwaspadai meliputi:
- Demam tinggi pada hewan ternak.
- Pembentukan lepuhan atau luka di lidah, gusi, bibir, dan bagian dalam mulut.
- Produksi air liur berlebihan (hipersalivasi) yang menggantung di mulut.
- Luka atau lepuhan pada sela-sela kuku yang menyebabkan kepincangan.
- Penurunan nafsu makan dan penurunan produksi susu secara mendadak.
Cara Pencegahan FMD
Pencegahan FMD memerlukan komitmen dalam menjaga sanitasi dan biosekuriti kandang secara konsisten. Langkah-langkah pencegahan utama yang dapat diterapkan antara lain:
- Vaksinasi rutin: Memberikan vaksin FMD secara teratur kepada hewan ternak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh dinas peternakan.
- Penyemprotan disinfektan: Membersihkan secara rutin kandang, peralatan, serta kendaraan pengangkut ternak menggunakan disinfektan yang efektif membunuh virus.
- Karantina hewan baru: Mengisolasi hewan ternak yang baru dibeli selama minimal 14 hari sebelum digabungkan dengan kelompok ternak utama.
- Penerapan kebersihan diri: Peternak dan pekerja kandang wajib mencuci tangan, mengganti pakaian, serta membersihkan sepatu boots sebelum dan sesudah memasuki area peternakan.
Studi Terkait
Berdasarkan studi mengenai epidemiologi infeksi virus peternakan tahun 2026, implementasi vaksinasi massal yang dikombinasikan dengan pembatasan lalu lintas hewan terbukti mampu menekan angka penularan FMD hingga lebih dari 80 persen. Penelitian tersebut menegaskan bahwa penanganan dini dan pemantauan biosekuriti ketat adalah kunci utama untuk mencegah wabah meluas.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu atau anggota keluarga mengalami gejala infeksi seperti demam, ruam kulit, atau gangguan kesehatan setelah beraktivitas di lingkungan peternakan, segera konsultasikan diri dengan Dokter Umum di Halodoc untuk penanganan yang tepat.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Melakukan konsultasi kesehatan di Halodoc memberikan berbagai kemudahan untuk menjaga kesehatan kamu dan keluarga:
- Tersedia 24 Jam: Kamu bisa menghubungi dokter kapan saja saat membutuhkan bantuan medis darurat maupun konsultasi rutin.
- Dokter Berlisensi: Konsultasi dilakukan langsung bersama dokter berpengalaman yang memiliki STR dan SIP resmi.
- Praktis tanpa Keluar Rumah: Cukup gunakan aplikasi Halodoc di smartphone kamu tanpa perlu mengantre di rumah sakit.
- Privasi Terjaga: Seluruh riwayat percakapan dan informasi medis kamu dijamin kerahasiaannya.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Foot and Mouth Disease: Global Situation and Biosecurity Guidelines.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Infeksi Zoonosis.
PubMed. Diakses pada 2026. Aphthovirus Transmission Dynamics and Control Strategies in Livestock.
WebMD. Diakses pada 2026. Viral Infections in Humans vs Animals: Key Differences and Prevention.
FAQ
Apakah FMD dapat menular kepada manusia?
Secara umum, risiko penularan FMD pada manusia sangatlah rendah dan jarang terjadi. Virus FMD lebih spesifik menyerang hewan berkuku belah dan berbeda dengan virus HFMD (flu Singapura) yang biasa menyerang manusia.
Bagaimana cara membedakan FMD ternak dan HFMD pada manusia?
FMD disebabkan oleh Aphthovirus dan hanya menyerang hewan ternak. Sementara itu, HFMD pada manusia disebabkan oleh Coxsackievirus atau Enterovirus yang menimbulkan luka pada mulut, tangan, dan kaki manusia.
Apakah daging hewan yang pernah terkena FMD aman dikonsumsi?
Daging hewan yang pernah terinfeksi FMD tetap aman dikonsumsi manusia selama bagian yang terinfeksi (seperti jeroan, kepala, dan kaki) dibuang dan daging dimasak dengan benar hingga matang sempurna.
Langkah apa yang paling efektif untuk mencegah penyebaran FMD?
Langkah paling efektif meliputi pemberian vaksinasi FMD secara berkala pada ternak, pembatasan keluar masuk hewan baru, serta melakukan disinfeksi rutin di area kandang dan peralatan peternakan.




