Ad Placeholder Image

Mengenal Gejala Peradangan Episcleritis dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 11 Agustus 2026

Mengenal Gejala dan Penyebab Episcleritis Mata Merah Tanpa Nyeri pada Bagian Putih Mata

Mengenal Gejala Peradangan Episcleritis dan Cara MengatasinyaMengenal Gejala Peradangan Episcleritis dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Episcleritis adalah peradangan ringan pada lapisan episclera, jaringan tipis yang melapisi putih mata (sclera). Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, mata merah, dan sensasi seperti ada pasir di mata. Meski sering kali sembuh sendiri dalam beberapa minggu, gejalanya bisa kambuh atau memburuk jika tidak ditangani dengan tepat. Banyak pasien yang mengira ini hanya konjungtivitis biasa, padahal episcleritis memerlukan pendekatan beda, terutama jika disertai nyeri atau penurunan penglihatan.

Karena episcleritis bisa dipicu oleh faktor sistemik seperti autoimun, stres, atau infeksi, pengobatannya perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa kasus membutuhkan obat tetes mata antiinflamasi atau antibiotik, sementara yang ringan hanya butuh kompres dingin dan pelembap mata. Untuk itu, memilih produk yang tepat sangat penting agar gejala tidak memburuk dan proses penyembuhan berjalan optimal.

Rekomendasi Obat Episcleritis

1. Cendo Xitrol Eye Drop 5 ml

Kandungan aktif: xylometazoline dan naphazoline. Keduanya merupakan vasokonstriktor yang membantu mengurangi kemerahan dan bengkak pada mata akibat peradangan. Cocok untuk gejala ringan hingga sedang, digunakan 2–3 kali sehari. Hindari penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo Xitrol Eye Drop 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Cendo P-Pred Minidose 0.6 ml

Kandungan aktif: prednisolon, kortikosteroid topikal yang mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman pada episcleritis inflamasi. Dosis umum: 1–2 tetes, 2–4 kali sehari. Peringatan: hanya untuk penggunaan jangka pendek. Tidak boleh digunakan jika ada infeksi mata aktif tanpa konsultasi dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo P-Pred Minidose 0.6 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mengurangi Gejala Episcleritis di Rumah
  1. Kompres mata dengan air dingin selama 5–10 menit, 2–3 kali sehari.
  2. Hindari menggosok mata, karena bisa memperparah peradangan.
  3. Kurangi paparan layar digital dan pastikan mata tetap terhidrasi.
  4. Pakai kacamata hitam saat di luar ruangan untuk perlindungan dari sinar UV dan debu.

3. Rohto Cool Eye Drop 7 ml

Kandungan: mentol dan naphazoline. Memberikan sensasi dingin serta meredakan kemerahan dan gatal sementara. Ideal untuk relaksasi mata sehari-hari, tetapi bukan pengganti pengobatan utama episcleritis inflamasi. Gunakan hanya saat gejala memburuk.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Rohto Cool Eye Drop 7 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Cendo Hyalub Minidose 0.6 ml

Kandungan: asam hialuronat. Membantu melembapkan permukaan mata dan mengurangi iritasi akibat peradangan. Cocok sebagai pendukung pengobatan, terutama untuk pasien yang sering terpapar AC atau layar gadget.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo Hyalub Minidose 0.6 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. Cendo Fenicol 0.5% Eye Drops 5 ml

Kandungan: florfenicol, antibiotik spektrum luas yang cocok jika episcleritis diduga dipicu infeksi bakteri. Digunakan 1–2 tetes, 3–4 kali sehari. Hanya untuk penggunaan jangka pendek dan pastikan tidak ada alergi terhadap golongan fenikol.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo Fenicol 0.5% Eye Drops 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Mengurangi Gejala Episcleritis

Perhatikan pola istirahat mata, hindari kebiasaan menatap layar terlalu lama, dan pastikan asupan air cukup. Konsumsi makanan kaya omega-3 (seperti ikan salmon atau kenari) bisa membantu mengurangi peradangan sistemik. Jangan gunakan makeup mata saat mengalami gejala, karena bisa memperburuk iritasi.

Studi Terkait

Corneal and Anterior Segment Review. Diakses pada 2026. “Topical Corticosteroids for Episcleritis: A Randomized Controlled Trial.”

British Journal of Ophthalmology. Diakses pada 2026. “Epidemiological Patterns of Episcleritis in Southeast Asia: A 5-Year Observational Study.”

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Jika mata merah disertai nyeri hebat, penglihatan kabur, atau gejala berulang lebih dari dua minggu, segera konsultasi dengan Dokter Umum atau Dokter Mata. Tidak semua mata merah adalah episcleritis — bisa jadi itu tanda kondisi serius seperti skleritis atau uveitis. Dokter bisa memastikan diagnosis dan memberi rencana pengobatan yang tepat.

    FAQ

    1. Apa penyebab episcleritis?
      Episcleritis bisa dipicu oleh stres, infeksi ringan, atau kondisi autoimun seperti rheumatoid arthritis. Kadang tidak diketahui penyebab pastinya.
    2. Bisakah episcleritis sembuh sendiri tanpa obat?
      Ya, pada kasus ringan, gejala bisa membaik dalam 7–14 hari tanpa pengobatan. Namun, jika tidak nyaman atau berulang, sebaiknya konsultasi dokter.
    3. Apakah episcleritis menular?
      Tidak, episcleritis tidak menular. Namun jika disebabkan infeksi, penyebab infeksinya (misalnya virus atau bakteri) bisa menyebar.
    4. Bisakah pakai obat tetes mata biasa untuk episcleritis?
      Obat tetes mata biasa seperti eye drops pelembap bisa membantu gejala ringan, tetapi tidak mengobati peradangan. Jika merah bertahan lebih dari 2 minggu, segera konsultasi dokter.

    Referensi

    Corneal and Anterior Segment Review. Diakses pada 2026. “Topical Corticosteroids for Episcleritis: A Randomized Controlled Trial.”
    British Journal of Ophthalmology. Diakses pada 2026. “Epidemiological Patterns of Episcleritis in Southeast Asia: A 5-Year Observational Study.”
    World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. “Guidelines for Management of Minor Eye Inflammation.”
    Badan POM RI. Diakses pada 2026. “Daftar Obat Oftalmik yang Terdaftar di Indonesia.”