Ad Placeholder Image

Mengenal Gejala Perikarditis dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 02 Juli 2026

Kenali Gejala Perikarditis Serta Cara Menanganinya

Mengenal Gejala Perikarditis dan Cara MengobatinyaMengenal Gejala Perikarditis dan Cara Mengobatinya

DAFTAR ISI


Perikarditis adalah kondisi di mana terjadi peradangan pada perikardium, yaitu selaput tipis berbentuk kantung yang membungkus jantung. Fungsi perikardium sangat penting untuk menjaga jantung tetap berada pada posisinya serta mencegah gesekan antara jantung dengan organ di sekitarnya saat berdetak. Ketika selaput ini meradang, kamu bisa merasakan rasa sakit yang tajam di dada.

Penyebab pasti perikarditis sering kali sulit ditentukan, namun umumnya dikaitkan dengan infeksi virus, penyakit autoimun, hingga komplikasi pasca serangan jantung. Salah satu tanda khas dari kondisi ini adalah rasa sakit yang memburuk saat menarik napas dalam, batuk, atau saat berbaring. Gejala ini sering kali menyerupai serangan jantung, sehingga evaluasi medis sangat diperlukan jika kamu mengalami sakit dada berkepanjangan.

Fokus utama pengobatan perikarditis adalah mengurangi peradangan dan meredakan rasa sakit. Dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS), kolkisin, atau pada kasus yang lebih berat, kortikosteroid. Berikut ini adalah beberapa obat yang umumnya direkomendasikan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Rekomendasi Obat Perikarditis

1. Ibuprofen 400 mg 10 Tablet

Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX). Enzim ini berperan dalam produksi prostaglandin, yaitu zat yang memicu peradangan dan rasa sakit. Untuk kasus perikarditis, obat ini efektif dalam meredakan nyeri dada akut serta menekan inflamasi pada selaput jantung. Dosis harus disesuaikan dengan petunjuk dokter, dan hindari penggunaan jika kamu memiliki riwayat tukak lambung. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ibuprofen 400 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Voltaren 50 mg 10 Tablet

Voltaren mengandung zat aktif Diclofenac Sodium 50 mg. Obat ini juga masuk ke dalam golongan OAINS yang sangat poten untuk meredakan nyeri dan peradangan tingkat sedang hingga berat. Pada pasien perikarditis, obat ini membantu mengurangi pembengkakan perikardium. Konsumsi obat ini sebaiknya dilakukan sesudah makan untuk menghindari iritasi pada lambung. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Voltaren 50 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Posisi Saat Nyeri Perikarditis Menyerang
  1. Duduklah dengan posisi tegak lalu condongkan tubuh sedikit ke depan. Posisi ini dapat membantu menjauhkan perikardium dari struktur dada, sehingga mengurangi gesekan dan rasa sakit secara signifikan.
  2. Hindari berbaring telentang sepenuhnya, karena hal ini biasanya akan membuat nyeri dada terasa lebih menusuk.

3. Kolkisin / Colchicine 0.5 mg 10 Tablet

Selain digunakan untuk asam urat, Kolkisin merupakan terapi lini pertama yang direkomendasikan secara luas untuk perikarditis. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi respon peradangan di dalam tubuh. Penggunaan Kolkisin, baik tunggal maupun dikombinasikan dengan NSAID, terbukti sangat efektif untuk mengobati perikarditis akut dan mencegah kekambuhan di kemudian hari. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Kolkisin / Colchicine 0.5 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Methylprednisolone 4 mg 10 Tablet

Methylprednisolone adalah obat golongan kortikosteroid yang menekan sistem imun dan inflamasi secara kuat. Pada penderita perikarditis, obat ini biasanya diresepkan jika pasien tidak merespons terhadap NSAID atau Kolkisin, memiliki kontraindikasi, atau jika perikarditis disebabkan oleh penyakit autoimun. Dosis penggunaannya harus diturunkan secara bertahap (tapering off) sesuai arahan dokter. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Methylprednisolone 4 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Cataflam 50 mg 10 Tablet

Cataflam mengandung Diclofenac Potassium 50 mg. Dibandingkan dengan Diclofenac Sodium, formulasi Potassium ini lebih cepat diserap oleh tubuh, sehingga efek pereda nyerinya dapat terasa lebih cepat. Obat ini diresepkan untuk kondisi nyeri akut dan inflamasi yang menyertai peradangan selaput jantung. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cataflam 50 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mengelola Gejala di Rumah

Selain mengonsumsi obat-obatan, pemulihan perikarditis membutuhkan istirahat yang cukup. Kurangi aktivitas fisik yang berat hingga gejala dan hasil pemeriksaan medis (seperti EKG atau protein C-reaktif) kembali normal. Olahraga intensitas tinggi dapat memicu peningkatan detak jantung dan berisiko memperburuk peradangan. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum kamu memutuskan untuk kembali melakukan rutinitas harian yang melelahkan.

Studi Terkait

Sebuah tinjauan klinis komprehensif yang diterbitkan dalam Journal of Cardiovascular Medicine pada tahun 2026 menegaskan bahwa terapi kombinasi antara OAINS (seperti ibuprofen atau diklofenak) dengan kolkisin memberikan tingkat keberhasilan tertinggi dalam mengatasi perikarditis akut. Studi tersebut juga mencatat bahwa penggunaan kolkisin mampu menurunkan risiko kekambuhan perikarditis pada pasien hingga 50 persen dibandingkan dengan pasien yang hanya menggunakan terapi OAINS tunggal.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika nyeri dada yang kamu rasakan semakin tidak tertahankan, menyebar ke bahu atau leher, serta disertai demam tinggi dan sesak napas yang mengganggu, segera cari pertolongan medis. Nyeri dada tidak boleh diabaikan. Segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Dokter Spesialis Jantung di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi dan diagnosis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Pastikan kamu selalu memantau kondisi kesehatan jantungmu dengan pengobatan yang tepat. Dapatkan berbagai obat-obatan, vitamin, dan produk kesehatan lainnya secara mudah dan aman hanya di Toko Kesehatan Halodoc. Jika butuh diagnosis lebih lanjut, jangan ragu berkonsultasi secara online.

Referensi

Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Pericarditis – Symptoms and Causes.
WebMD. Diakses pada 2026. What Is Pericarditis?
WHO. Diakses pada 2026. Cardiovascular Diseases.
Journal of Cardiovascular Medicine. Diakses pada 2026. Efficacy of Colchicine and NSAIDs in Acute Pericarditis Management.

FAQ

1. Apakah perikarditis merupakan kondisi yang berbahaya?
Perikarditis akut umumnya ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya atau dengan pengobatan. Namun, pada kasus tertentu, dapat memicu komplikasi serius seperti tamponade jantung yang mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

2. Berapa lama perikarditis biasanya berlangsung?
Perikarditis akut biasanya berlangsung sekitar 1 hingga 3 minggu. Jika peradangan terus berlanjut hingga beberapa bulan, kondisi ini diklasifikasikan sebagai perikarditis kronis dan butuh penanganan medis berkelanjutan.

3. Apa perbedaan nyeri dada akibat perikarditis dengan serangan jantung?
Nyeri akibat perikarditis sering terasa tajam, memburuk saat menarik napas dalam, batuk, atau berbaring, dan membaik jika penderita duduk mencondongkan tubuh ke depan. Sedangkan nyeri serangan jantung biasanya terasa seperti dada ditekan benda berat dan sering menyebar ke lengan atau rahang.

4. Apakah perikarditis bisa kambuh setelah sembuh?
Ya, sekitar 15 hingga 30 persen penderita perikarditis akut berpotensi mengalami kekambuhan (perikarditis rekuren). Oleh karena itu, dokter kerap meresepkan kolkisin untuk mengurangi persentase risiko kambuh di masa mendatang.