Ad Placeholder Image

Mengenal Gejala Pre Eclampsia dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Waspada Gejala Pre Eclampsia pada Ibu Hamil Demi Kesehatan Bunda dan Janin agar Tetap Aman

Mengenal Gejala Pre Eclampsia dan Cara Mencegahnya Sejak DiniMengenal Gejala Pre Eclampsia dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

DAFTAR ISI


Preeklamsia (preeclampsia) adalah gangguan kehamilan serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan organ, seperti ginjal atau hati. Kondisi ini umumnya berkembang setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu pada ibu hamil yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal.

Kondisi medis ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Preeklamsia yang tidak ditangani dengan tepat dapat memicu komplikasi berbahaya bagi ibu dan janin, termasuk pertumbuhan janin terhambat, solusio plasenta, eklamsia (kejang saat hamil), hingga risiko kematian.

Preeklamsia merupakan kondisi klinis kompleks yang membutuhkan diagnosis dan pemantauan medis secara ketat oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kebidanan dan kandungan). Pengobatan mandiri dengan obat bebas tidak dianjurkan karena penanganannya memerlukan pengawasan dosis serta pemantauan organ yang terukur.

Apa Itu Preeklamsia dan Gejalanya?

Preeklamsia terjadi ketika tekanan darah ibu hamil melonjak melebihi batas normal (140/90 mmHg atau lebih tinggi) disertai ditemukannya protein dalam urine (proteinuria) atau adanya indikasi gangguan fungsi organ lainnya.

Beberapa gejala utama preeklamsia yang perlu kamu waspadai meliputi:

  • Sakit kepala parah yang tidak kunjung mereda meski sudah beristirahat.
  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur, sensitif terhadap cahaya, atau melihat bintik-bintik gelap.
  • Nyeri hebat pada perut bagian atas, biasanya di bawah tulang rusuk sebelah kanan.
  • Pembengkakan secara mendadak pada wajah, tangan, dan area sekitar mata.
  • Mual, muntah, serta penurunan volume atau frekuensi buang air kecil.
  • Pertambahan berat badan yang sangat cepat dalam hitungan hari.

Penyebab dan Faktor Risiko Preeklamsia

Penyebab pasti preeklamsia diyakini berkaitan erat dengan masalah perkembangan pembuluh darah plasenta. Pada awal kehamilan, pembuluh darah baru berkembang untuk menyalurkan darah dan nutrisi ke plasenta secara efisien. Pada wanita dengan preeklamsia, pembuluh darah ini tidak berkembang dengan sempurna sehingga aliran darah terbatas.

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami preeklamsia meliputi:

  • Riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya atau riwayat keluarga.
  • Kehamilan pertama atau kehamilan dengan pasangan baru.
  • Memiliki riwayat hipertensi kronis, diabetes, penyakit ginjal, atau penyakit autoimun (seperti lupus).
  • Kehamilan kembar (dua atau lebih).
  • Usia ibu hamil di atas 35 tahun atau di bawah 20 tahun.
  • Kondisi obesitas sebelum atau selama kehamilan.

Penanganan dan Pencegahan Preeklamsia

Satu-satunya penanganan definitif untuk preeklamsia adalah persalinan. Namun, jika usia kehamilan masih terlalu dini, dokter akan berfokus mengelola kondisi tersebut untuk memperpanjang usia kehamilan selagi menjaga keselamatan ibu dan janin.

Berikut adalah beberapa langkah pengelolaan dan penanganan klinis preeklamsia:

  • Pemeriksaan Antenatal Rutin: Melakukan pemantauan tekanan darah dan tes urine berkala sejak trimester pertama.
  • Pemberian Obat Hipertensi Khusus Hamil: Dokter obgyn dapat meresepkan obat antihipertensi aman untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol.
  • Terapi Aspirin Dosis Rendah: Pada ibu hamil dengan faktor risiko tinggi, dokter sering meresepkan aspirin dosis rendah sejak trimester pertama hingga menjelang persalinan guna menurunkan risiko preeklamsia.
  • Perawatan di Rumah Sakit: Untuk kasus berat, tirah baring dan pemberian magnesium sulfat dapat diberikan guna mencegah kejang (eklamsia).

Studi Terkait

Berdasarkan riset klinis yang dipublikasikan dalam jurnal medis terkini pada tahun 2026, deteksi dini biomarker pembuluh darah plasenta dan penggunaan terapi profilaksis aspirin dosis rendah sejak usia kehamilan 12 minggu terbukti dapat menekan risiko terjadinya preeklamsia berat hingga lebih dari 60 persen pada kelompok wanita berisiko tinggi. Riset tersebut menyoroti pentingnya skrining awal pada kunjungan antenatal pertama untuk meminimalkan komplikasi maternal dan neonatal.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala seperti sakit kepala hebat, penglihatan kabur, pembengkakan mendadak, atau tekanan darah yang meningkat selama kehamilan, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi klinis secepatnya.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Preeklamsia membutuhkan pemantauan medis yang cermat dan berkesinambungan. Melalui layanan Halodoc, kamu dapat melakukan konsultasi ke dokter spesialis obgyn yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja, untuk mendapatkan arahan tindakan awal yang tepat bagi kesehatanmu dan calon buah hati.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. WHO Recommendations on Prevention and Treatment of Pre-eclampsia and Eclampsia.
PubMed. Diakses pada 2026. Advances in Screening, Prevention, and Management of Preeclampsia.
WebMD. Diakses pada 2026. Preeclampsia: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Hipertensi dalam Kehamilan dan Preeklamsia.

FAQ

Apakah preeklamsia bisa disembuhkan saat masih hamil?
Preeklamsia tidak bisa sepenuhnya disembuhkan selama janin dan plasenta masih berada di dalam kandungan. Penanganan medis berfokus untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi hingga persalinan dapat dilakukan dengan aman.

Apakah penderita preeklamsia harus selalu melahirkan secara caesar?
Tidak selalu. Metode persalinan tergantung pada kondisi kesehatan ibu, kesejahteraan janin, dan usia kehamilan. Persalinan normal tetap memungkinkan jika kondisi ibu dan janin stabil serta serviks sudah siap.

Siapa saja yang paling berisiko terkena preeklamsia?
Wanita yang baru pertama kali hamil, hamil kembar, berusia di atas 35 tahun, atau memiliki riwayat tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, serta diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami preeklamsia.

Apakah preeklamsia dapat dicegah sejak awal kehamilan?
Pencegahan penuh tidak selalu memungkinkan, namun risikonya dapat diturunkan. Dokter dapat meresepkan aspirin dosis rendah sejak trimester pertama bagi ibu yang teridentifikasi memiliki faktor risiko tinggi.