Ad Placeholder Image

Mengenal Gejala Trombosis Vena Dalam dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 14 September 2026

Kenali Gejala Bahaya Deep Vein Thrombosis Sebelum Terlambat Ditangani Medis

Mengenal Gejala Trombosis Vena Dalam dan Cara MencegahnyaMengenal Gejala Trombosis Vena Dalam dan Cara Mencegahnya

DAFTAR ISI


Deep vein thrombosis (DVT) adalah kondisi ketika gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah vena dalam, paling sering pada tungkai. Kondisi ini perlu diperhatikan karena gumpalan dapat menghambat aliran darah dan berpindah ke paru-paru.

Gejalanya tidak selalu jelas, sehingga pemahaman tentang tanda dan faktor risikonya penting. Berikut penjelasan mengenai deep vein thrombosis, cara mengenalinya, serta kapan perlu mencari pertolongan medis.

Mengenal Deep Vein Thrombosis

Gejala DVT dapat berupa bengkak pada satu kaki, nyeri atau rasa seperti kram pada betis, kulit terasa hangat, serta perubahan warna menjadi kemerahan atau kebiruan. Sebagian orang tidak mengalami gejala sama sekali.

Risiko DVT meningkat setelah duduk atau berbaring lama, misalnya saat perjalanan jauh atau menjalani rawat inap. Faktor lain meliputi operasi, cedera, kehamilan, penggunaan terapi hormon, obesitas, kanker, kebiasaan merokok, dan riwayat DVT sebelumnya.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti ultrasonografi Doppler atau tes darah tertentu. Pengobatan biasanya memerlukan antikoagulan yang diresepkan dan dipantau dokter, sehingga jangan mengonsumsi obat pengencer darah secara mandiri.

Cara Mencegah Deep Vein Thrombosis

  • Berjalan dan melakukan peregangan secara berkala, terutama saat bepergian atau bekerja dalam posisi duduk.
  • Minum cukup air dan hindari duduk terlalu lama tanpa bergerak.
  • Ikuti anjuran dokter terkait penggunaan stoking kompresi setelah operasi atau pada kondisi berisiko.
  • Berhenti merokok, menjaga berat badan, dan mengendalikan tekanan darah serta kolesterol.
  • Jangan menghentikan atau memulai obat pengencer darah tanpa arahan dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila mengalami bengkak dan nyeri pada satu kaki, terutama jika keluhan muncul mendadak atau memburuk. Sesak napas tiba-tiba, nyeri dada, batuk berdarah, jantung berdebar, atau pingsan dapat menandakan emboli paru dan membutuhkan pertolongan darurat.

Untuk membantu menilai keluhan dan menentukan pemeriksaan yang sesuai, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Kamu dapat berkonsultasi mengenai gejala, faktor risiko, dan obat yang sedang digunakan tanpa perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan. Dokter akan membantu menentukan apakah keluhan memerlukan pemeriksaan segera.

Referensi

PubMed. Diakses pada 2026. Deep Vein Thrombosis
World Health Organization. Diakses pada 2026. Cardiovascular Diseases
WebMD. Diakses pada 2026. Deep Vein Thrombosis
Badan Pengawas Obat dan Makanan. Diakses pada 2026. Informasi Obat dan Pengawasan Obat
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pencegahan Penyakit Tidak Menular

FAQ

Apakah deep vein thrombosis berbahaya?

Ya, DVT dapat berbahaya jika gumpalan darah berpindah ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru. Kondisi ini dapat mengancam nyawa dan memerlukan pertolongan medis segera.

Apakah DVT selalu menyebabkan kaki bengkak?

Tidak selalu. Sebagian kasus tidak menimbulkan gejala, sedangkan kasus lain dapat menyebabkan bengkak, nyeri, rasa hangat, atau perubahan warna pada satu kaki.

Apakah berjalan dapat menghilangkan DVT?

Berjalan dan menghindari duduk lama dapat membantu mencegah terbentuknya gumpalan pada orang yang berisiko. Namun, aktivitas fisik bukan pengganti pemeriksaan dan pengobatan dari dokter jika DVT sudah dicurigai.

Bolehkah minum aspirin untuk mencegah DVT?

Jangan menggunakan aspirin atau obat pengencer darah tanpa anjuran dokter. Pencegahan dan terapi DVT perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, risiko perdarahan, serta penyebabnya.