Ad Placeholder Image

Mengenal Growth Faltering ICD 10 pada Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 September 2026

Mengenal Kode Growth Faltering ICD 10 untuk Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Anak yang Optimal

Mengenal Growth Faltering ICD 10 pada Tumbuh Kembang AnakMengenal Growth Faltering ICD 10 pada Tumbuh Kembang Anak

DAFTAR ISI


Memantau pertambahan berat badan dan tinggi badan anak merupakan kewajiban penting bagi setiap orang tua. Pada periode emas tumbuh kembang, gangguan sekecil apa pun pada garis pertumbuhan anak perlu diwaspadai agar tidak berlanjut menjadi masalah nutrisi kronis seperti gizi buruk atau stunting.

Salah satu kondisi medis yang sering ditemui pada kurva pertumbuhan anak adalah growth faltering atau penurunan laju pertumbuhan. Kondisi ini menuntut penanganan dini agar anak dapat kembali mengejar ketertinggalan pertumbuhannya (catch-up growth) secara optimal.

Di dunia medis, diagnosis ini dicatat menggunakan standar internasional. Memahami konsep medis dan pencatatan klasifikasi penyakit ini sangat membantu orang tua untuk lebih tanggap dalam mengambil langkah medis penanganan tumbuh kembang Si Kecil.

Apa Itu Growth Faltering dan Kode ICD-10?

Growth faltering (sebelumnya sering disebut failure to thrive) adalah kondisi ketika laju pertambahan berat badan anak melambat atau tidak naik sesuai kurva standar pertumbuhan WHO. Kondisi ini biasanya menjadi tanda awal bahwa anak tidak mendapatkan atau tidak menyerap nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya.

Dalam sistem klasifikasi penyakit internasional atau International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10), kondisi ini masuk dalam kategori gangguan pertumbuhan anak. Kode ICD-10 yang sering digunakan untuk menggambarkan perlambatan pertumbuhan ini meliputi:

  • R62.51: Failure to thrive (child) atau kegagalan pertumbuhan pada anak.
  • R62.50: Unspecified lack of expected normal physiological development in child (terlambat tumbuh kembang yang belum ditentukan secara spesifik).
  • R62.59: Gangguan perkembangan fisiologis normal lainnya pada anak.

Penyebab Utama Growth Faltering pada Anak

Secara medis, faktor pemicu melambatnya pertambahan berat badan anak terbagi menjadi tiga kelompok utama: asupan kalori yang kurang, ketidakmampuan tubuh menyerap nutrisi, dan peningkatan kebutuhan kalori karena penyakit tertentu.

Faktor Pemicu Growth Faltering pada Anak
  1. Asupan makanan yang tidak mencukupi (akibat picky eating, gerakan tutup mulut/GTM, atau jadwal MPASI yang belum sesuai).
  2. Gangguan penyerapan nutrisi (seperti alergi protein susu sapi, penyakit celiac, atau infeksi usus).
  3. Penyakit infeksi berulang (misalnya infeksi saluran pernapasan atau infeksi saluran kemih) yang meningkatkan kebutuhan energi tubuh.

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa intervensi medis, anak berisiko mengalami penurunan daya tahan tubuh, gangguan perkembangan kognitif, hingga stunting jangka panjang. Oleh karena itu, jika kamu mendapati grafik berat badan anak datar atau turun selama dua bulan berturut-turut, kamu bisa langsung konsultasi ke dokter spesialis anak untuk evaluasi mendalam.

Cara Menangani Growth Faltering pada Anak

Penanganan growth faltering berfokus pada pemenuhan nutrisi dan mengatasi penyebab mendasarnya. Beberapa langkah strategis yang umum direkomendasikan dokter meliputi:

  • Evaluasi dan Koreksi Pola Makan: Memperbaiki komposisi nutrisi harian anak dengan mengutamakan protein hewani dan lemak sehat.
  • Pemberian Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus (PKMK): Jika diperlukan, dokter spesialis anak dapat meresepkan susu berkalori tinggi untuk mempercepat kejar tumbuh.
  • Pengobatan Infeksi Penyerta: Mengatasi penyakit infeksi atau kondisi medis melatarbelakangi, seperti infeksi cacing atau ISK.
  • Pemantauan Rutin: Melakukan penimbangan berat badan secara berkala setiap minggu atau bulan untuk memastikan respon terapi.

Studi Terkait

Berdasarkan riset klinis yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan anak terkini (2026), deteksi dini growth faltering pada 1.000 hari pertama kehidupan terbukti dapat mencegah risiko stunting hingga lebih dari 70 persen. Penelitian tersebut menekankan bahwa intervensi nutrisi yang diberikan pada fase awal pelandaian kurva pertumbuhan menghasilkan pemulihan fungsi kognitif dan fisik yang jauh lebih optimal dibandingkan intervensi yang terlambat.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mendapati grafik pertumbuhan anak melandai, tidak naik dalam dua kali penimbangan berturut-turut, atau berada di bawah garis merah pada Buku KIA (KMS), jangan menunda untuk mencari bantuan medis. Kamu bisa segera melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis tepat dan rencana intervensi nutrisi yang sesuai.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Layanan konsultasi kesehatan online di Halodoc hadir untuk memudahkan ibu dalam memantau tumbuh kembang anak secara cepat, aman, dan tepercaya. Berikut adalah keunggulannya:

  • ✅ Dokter berpengalaman: Terhubung langsung dengan dokter spesialis anak yang terverifikasi dan berlisensi resmi.
  • ✅ Akses 24/7: Konsultasikan keluhan tumbuh kembang Si Kecil kapan saja tanpa perlu antre di rumah sakit.
  • ✅ Privasi terjamin: Diskusi medis dilakukan secara aman dan nyaman melalui fitur chat, voice call, atau video call.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Child Growth Standards and Faltering Growth Identification.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Panduan Tata Laksana Pemantauan Tumbuh Kembang Anak.
PubMed Central (PMC). Diakses pada 2026. Clinical Management and Diagnostic Coding for Failure to Thrive in Pediatrics.
Pediatric Research and Clinical Practice Journal. Diakses pada 2026. Early Intervention in Faltering Growth to Prevent Pediatric Stunting.

FAQ

1. Apa kode ICD-10 yang paling sering dipakai untuk growth faltering?
Kode ICD-10 yang umum digunakan adalah R62.51 untuk failure to thrive (kegagalan pertumbuhan anak) atau R62.50 untuk gangguan perkembangan yang belum dispesifikasi.

2. Apakah growth faltering sama dengan stunting?
Tidak sama. Growth faltering adalah tahap awal ketika laju pertumbuhan anak mulai melambat atau terhenti, sedangkan stunting adalah hasil akhir dari kondisi kurang gizi kronis yang berlangsung lama.

3. Berapa kali kenaikan berat badan anak dianggap mengalami growth faltering?
Anak dicurigai mengalami growth faltering jika berat badannya tidak naik atau justru mengalami penurunan dalam dua kali penimbangan bulanan berturut-turut pada kurva WHO.

4. Bisakah growth faltering disembuhkan?
Bisa. Kondisi ini dapat diatasi sepenuhnya hingga pertumbuhan anak kembali normal jika terdeteksi sejak dini dan diberikan intervensi nutrisi yang tepat dari dokter spesialis anak.