Ad Placeholder Image

Mengenal Hellp Syndrome Gejala dan Risiko pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juli 2026

Mengenal Komplikasi Kehamilan Berbahaya Hellp Syndrome Serta Gejala Penting bagi Ibu Hamil

Mengenal Hellp Syndrome Gejala dan Risiko pada Ibu HamilMengenal Hellp Syndrome Gejala dan Risiko pada Ibu Hamil

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar istilah HELLP syndrome saat membahas kesehatan kehamilan? HELLP syndrome adalah kondisi komplikasi kehamilan yang tergolong langka namun sangat berpotensi mengancam jiwa, baik bagi ibu maupun janin. Sindrom ini kerap dianggap sebagai varian berat dari preeklamsia karena gejalanya yang serupa dan saling berkaitan erat.

Istilah HELLP sendiri merupakan singkatan dari tiga kondisi medis utama yang dialami penderitanya, yaitu Hemolysis (pemecahan sel darah merah lebih cepat), Elevated Liver enzymes (peningkatan kadar enzim hati akibat kerusakan fungsi hati), dan Low Platelets (penurunan jumlah trombosit atau keping darah yang membantu pembekuan darah).

Biasanya, kondisi ini berkembang pada trimester ketiga kehamilan, meskipun dapat juga muncul sesaat setelah persalinan. Mengenali gejala serta penanganan cepat sangat krusial agar risiko komplikasi fatal dapat ditekan sedini mungkin.

Apa Itu HELLP Syndrome?

Secara medis, HELLP syndrome adalah gangguan multisistem pada masa kehamilan. Kondisi ini merusak sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kerusakan sel darah merah tersebut memicu timbulnya anemia hemolitik.

Selain itu, terganggunya fungsi organ hati ditunjukkan dengan peningkatan kadar enzim hati dalam darah. Ditambah lagi, kadar trombosit yang sangat rendah membuat tubuh rentan mengalami perdarahan hebat yang sulit dihentikan. Kerjasama dari ketiga masalah ini membutuhkan penanganan medis darurat di rumah sakit.

Gejala dan Tanda-Tanda HELLP Syndrome

Gejala HELLP syndrome sering kali mirip dengan keluhan kehamilan biasa atau kondisi infeksi flu ringan, sehingga tidak jarang membuat ibu hamil tidak menyadarinya sejak awal. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Nyeri hebat di area perut kanan atas atau Ulu hati.
  • Mual, muntah, dan tidak nafsu makan secara mendadak.
  • Sakit kepala yang hebat dan tidak kunjung reda.
  • Pembengkakan abnormal pada wajah, tangan, dan kaki akibat penumpukan cairan.
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur atau sensitif terhadap cahaya.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) dan ditemukannya protein dalam urine.
Faktor Risiko HELLP Syndrome yang Perlu Diwaspadai
  1. Memiliki riwayat preeklamsia atau sindrom HELLP pada kehamilan sebelumnya.
  2. Ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun.
  3. Memiliki riwayat penyakit hipertensi kronis atau gangguan ginjal.
  4. Mengalami kehamilan ganda atau kembar.

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga saat ini, penyebab pasti dari HELLP syndrome belum diketahui secara sepenuhnya. Namun, para ahli menduga kondisi ini berkaitan rapat dengan kelainan perkembangan pembuluh darah pada plasenta yang mengganggu aliran darah ke janin dan organ ibu.

Kondisi ini umumnya menyerang sekitar 0,2 hingga 0,6 persen dari seluruh kehamilan, dan risiko meningkat hingga 10–20 persen pada wanita yang mengalami preeklamsia berat.

Penanganan dan Langkah Pencegahan

Penanganan terbaik dan utama untuk HELLP syndrome adalah proses persalinan secepatnya, terutama jika usia kandungan sudah mencapai 34 minggu atau lebih. Jika kondisi ibu sangat kritis, persalinan harus segera dilakukan tanpa memandang usia gestasi janin.

Beberapa tindakan penanganan yang biasanya diberikan di rumah sakit mencakup pemberian obat antihipertensi, transfusi darah atau trombosit, obat kortikosteroid untuk mempercepat pematangan paru-paru janin, serta pemberian magnesium sulfat untuk mencegah kejang (eklamsia).

Studi Terkait

Berdasarkan riset ilmiah terbaru dalam Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine (2026), deteksi dini biomarker sFlt-1/PlGF serta pemantauan rutin enzim hati pada trimester ketiga terbukti meningkatkan tingkat keselamatan ibu dan bayi secara signifikan pada kasus preeklamsia yang mengarah ke HELLP syndrome.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu sedang hamil dan mendadak mengalami gejala nyeri perut kanan atas, mual berat, atau sakit kepala yang tidak mereda, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Segera konsultasikan kondisi kesehatanmu dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi dan arahan medis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Apabila kamu mengalami masalah kesehatan, kamu bisa bertatapan layar secara privat dengan dokter melalui fitur video call, atau mengobrol via ruang chat di aplikasi Halodoc.

  • Dokter berlisensi: Dokter yang bergabung di Halodoc memiliki legalitas resmi (STR & SIP) dan berpengalaman.
  • Layanan 24/7: Bebas konsultasi kapan pun kamu butuh, respons dokter cepat.
  • Bisa konsultasi dari mana saja: Tanpa perlu datang ke klinik atau rumah sakit.
  • Privasi dijamin aman: Kerahasiaan data medis dan obrolan dengan dokter terjaga sesuai standar tinggi keamanan.
  • Resep obat digital: Jika dibutuhkan, dokter akan memberikan resep obat yang dapat langsung dibeli lewat Halodoc.
  • Follow-up medis: Dokter dapat merujuk ke pemeriksaan lab/rumah sakit jika kondisi memerlukan penanganan langsung.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Managing Complications in Pregnancy and Childbirth: A guide for midwives and doctors.
PubMed / Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine. Diakses pada 2026. HELLP Syndrome: Pathophysiology, Diagnosis, and Management Strategies.
WebMD. Diakses pada 2026. HELLP Syndrome: Symptoms, Causes, and Treatments.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tatalaksana Preeklamsia dan Komplikasinya.

FAQ

1. Apakah HELLP syndrome selalu didahului oleh preeklamsia?
Sebagian besar kasus HELLP syndrome terjadi pada wanita yang telah terdiagnosis preeklamsia. Namun, dalam beberapa kasus, sindrom ini dapat muncul secara mendadak tanpa adanya tanda-tanda preeklamsia sebelumnya.

2. Berapa lama pemulihan pasca HELLP syndrome?
Proses pemulihan biasanya dimulai setelah janin dilahirkan dan fungsi organ perlahan membaik dalam 48 hingga 72 jam. Meski demikian, pemantauan ketat di rumah sakit tetap diperlukan selama beberapa hari hingga kadar trombosit dan enzim hati kembali normal.

3. Bisakah HELLP syndrome berulang pada kehamilan berikutnya?
Wanita yang memiliki riwayat HELLP syndrome memiliki risiko berulang pada kehamilan selanjutnya. Risiko ini berkisar antara 19 hingga 27 persen, sehingga konsultasi dan pemantauan dokter kandungan sejak awal kehamilan berikutnya sangat disarankan.

4. Apakah HELLP syndrome berbahaya bagi janin?
Ya, HELLP syndrome dapat membatasi suplai nutrisi dan oksigen ke janin akibat gangguan pembuluh darah. Hal ini berisiko menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, atau gangguan perkembangan janin.