Ad Placeholder Image

Mengenal Hip Dysplasia Serta Gejala Dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Agustus 2026

Memahami Kondisi Hip Dysplasia Secara Medis Serta Penyebab dan Cara Penanganan Tepatnya

Mengenal Hip Dysplasia Serta Gejala Dan Cara MengatasinyaMengenal Hip Dysplasia Serta Gejala Dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Apa Itu Hip Dysplasia?

Hip dysplasia adalah suatu kondisi medis ketika rongga panggul (acetabulum) tidak menutup bagian atas tulang paha (femoral head) secara sempurna. Hal ini menyebabkan sendi panggul menjadi longgar, tidak stabil, atau bahkan bergeser dari posisi normalnya (dislokasi). Kondisi ini kerap dikenal sebagai developmental dysplasia of the hip (DDH) ketika terjadi sejak lahir atau berkembang selama masa pertumbuhan bayi.

Jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, hip dysplasia dapat memicu kerusakan tulang rawan pelindung sendi, menimbulkan rasa nyeri kronis, dan mempercepat timbulnya osteoarthritis pada usia muda. Oleh karena itu, mengenali tanda-tandanya secara awal sangatlah penting bagi kamu maupun anggota keluarga.

Gejala Hip Dysplasia

Gejala hip dysplasia bisa berbeda-beda tergantung pada usia penderita dan tingkat keparahan pergeseran sendi panggul:

  • Pada Bayi: Panjang kedua tungkai tampak berbeda, lipatan paha atau bokong terlihat tidak simetris, fleksibilitas sendi panggul berkurang saat mengganti popok, serta terdengar suara letupan (bunyi klik) saat sendi digerakkan.
  • Pada Anak-anak dan Remaja: Berjalan pincang, posisi tubuh cenderung miring saat berjalan, serta adanya rasa tidak nyaman pada area panggul saat melakukan aktivitas fisik.
  • Pada Dewasa: Nyeri panggul atau selangkangan yang timbul setelah beraktivitas, sensasi sendi tidak stabil, dan keterbatasan dalam menggerakkan panggul.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti hip dysplasia belum diketahui sepenuhnya, namun kondisi ini umumnya terkait dengan tekanan fisik pada panggul bayi sebelum atau selama persalinan. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang terjadinya displasia panggul meliputi:

  • Faktor Genetik: Memiliki riwayat keluarga dengan kondisi hip dysplasia.
  • Posisi Sungsang: Bayi yang berada dalam posisi sungsang menjelang persalinan mengalami tekanan ekstra pada panggul.
  • Jenis Kelamin: Bayi perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena hip dysplasia dibanding bayi laki-laki akibat pengaruh hormon kelonggaran ligamen.
  • Kebiasaan Membedong yang Salah: Membedong bayi secara terlalu ketat dengan posisi kaki lurus rapat dapat menghambat perkembangan normal sendi panggul.

Cara Penanganan Hip Dysplasia

Penanganan hip dysplasia berfokus pada pengembalian posisi bola sendi ke dalam rongga panggul agar panggul dapat berkembang secara normal. Beberapa metode terapi meliputi:

  • Penggunaan Penyangga (Pavlik Harness): Sangat efektif untuk bayi di bawah usia 6 bulan guna menjaga posisi panggul tetap stabil.
  • Gips Panggul (Spica Cast): Digunakan jika penggunaan penyangga tidak memberikan hasil memadai atau jika diagnosis baru ditegakkan pada anak yang lebih tua.
  • Fisioterapi: Membantu memperkuat otot di sekitar sendi panggul dan meningkatkan fleksibilitas gerakan pada usia remaja atau dewasa.
  • Prosedur Bedah (Osteotomi/Pengantian Sendi): Dilakukan pada kasus displasia berat atau penderita dewasa untuk memperbaiki struktur panggul atau mengganti sendi yang rusak.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu memperhatikan adanya ketidaksimetrisan pada lipatan paha bayi, tungkai tampak tidak sama panjang, atau kamu mengalami nyeri panggul berkelanjutan saat berjalan, segera lakukan pemeriksaan medis. Kamu dapat berdiskusi dan berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Orthopedi di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

Studi Terkait

Penelitian terbaru dalam Journal of Orthopaedic Research (2026) menunjukkan bahwa skreening USG panggul secara rutin pada bayi baru lahir dengan faktor risiko mampu menurunkan angka tindakan operasi invasif hingga 75%. Selain itu, studi dari The Bone & Joint Journal (2026) mengungkapkan bahwa perbaikan posisi panggul menggunakan osteotomi periasetabular pada usia dewasa muda terbukti efektif mencegah progresi osteoarthritis panggul jangka panjang.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi medis terkait kesehatan tulang dan sendi kini lebih praktis dan fleksibel melalui aplikasi Halodoc.

  • ✅ Dokter Berlisensi: Terhubung dengan dokter spesialis berpengalaman yang memiliki SIP dan STR aktif.
  • ✅ Respon Cepat: Dapatkan konsultasi langsung dalam hitungan menit, layanan siap 24 jam.
  • ✅ Privasi Terjaga: Kerahasiaan data medis dan riwayat percakapan kamu dijamin sepenuhnya terproteksi.

FAQ Seputar Hip Dysplasia

Apakah hip dysplasia bisa sembuh total?

Hip dysplasia dapat disembuhkan atau dikoreksi dengan baik jika terdeteksi sejak awal kehidupan bayi. Dengan penggunaan penyangga seperti Pavlik harness, panggul bayi dapat tumbuh dan berkembang secara sempurna.

Apakah membedong bayi dapat menyebabkan hip dysplasia?

Membedong terlalu erat dengan posisi kaki diluruskan secara paksa dapat meningkatkan risiko terjadinya hip dysplasia. Sebaiknya bedong bayi dengan membiarkan area pinggul dan kaki bergerak bebas menekuk.

Apakah hip dysplasia penyakit keturunan?

Ya, faktor genetika memegang peranan dalam kondisi ini. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan displasia panggul berisiko lebih tinggi mengalaminya.

Apakah penderita hip dysplasia dewasa boleh berolahraga?

Penderita tetap disarankan berolahraga ringan yang bersifat low-impact seperti berenang atau bersepeda statis. Hindari olahraga berbeban berat atau benturan tinggi tanpa arahan dari dokter orthopedi.

Referensi

Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hip Dysplasia: Symptoms and Causes.
OrthoInfo – American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Diakses pada 2026. Developmental Dysplasia of the Hip (DDH).
PubMed. Diakses pada 2026. Early Diagnosis and Management Strategies for Developmental Hip Dysplasia.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Musculoskeletal Conditions.