Mengenal Mapel IPAS Gabungan IPA dan IPS Secara Lengkap

Berikut adalah artikel kesehatan lengkap yang membahas mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan konsentrasi anak dalam menghadapi mata pelajaran IPAS di Kurikulum Merdeka.
DAFTAR ISI
- Rekomendasi Suplemen untuk Dukung Belajar Anak
- Cara Alami Meningkatkan Fokus Belajar Anak
- Kapan Harus ke Dokter?
- Anak Sulit Fokus Belajar? Tanya ke HILDA Dulu!
- Studi Terkait
- FAQ
Bagi orang tua yang memiliki anak di jenjang Sekolah Dasar (SD), istilah IPAS mungkin sudah tidak asing lagi terdengar. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya mengenai apa itu ipas dan bagaimana sistem pembelajarannya di sekolah. IPAS merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Mata pelajaran ini adalah salah satu inovasi utama dalam Kurikulum Merdeka yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.
Pada kurikulum sebelumnya, siswa SD mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai dua mata pelajaran yang terpisah. Namun, dengan hadirnya Kurikulum Merdeka, kedua disiplin ilmu ini dilebur menjadi satu kesatuan yang disebut IPAS. Tujuan dari penggabungan ini adalah untuk melatih anak berpikir secara holistik dan komprehensif. Anak diajak untuk memahami bahwa fenomena alam dan kondisi sosial masyarakat saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan nyata.
Perubahan metode pembelajaran ini tentu menuntut anak untuk memiliki tingkat konsentrasi, daya ingat, dan kesehatan fisik yang lebih prima. Belajar IPAS banyak melibatkan metode observasi lingkungan, eksperimen sederhana, dan diskusi kelompok yang membutuhkan energi ekstra. Jika kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik, mereka bisa dengan mudah merasa kelelahan, kurang fokus, atau rentan jatuh sakit akibat kelelahan fisik dan mental.
Oleh karena itu, peran orang tua sangatlah krusial dalam mendukung kelancaran proses belajar anak. Selain memberikan lingkungan yang kondusif di rumah, memastikan asupan nutrisi dan daya tahan tubuh anak tetap optimal adalah kunci utama. Nutrisi yang tepat dapat mendukung perkembangan kognitif otak anak, sehingga mereka lebih mudah menyerap materi pelajaran baru yang kompleks. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi dan langkah yang bisa kamu ambil untuk menunjang kesehatan anak.
Rekomendasi Suplemen untuk Dukung Belajar Anak
Untuk memastikan otak anak mendapatkan nutrisi yang cukup dalam memahami pelajaran yang mengasah logika seperti IPAS, kamu bisa memberikan tambahan suplemen. Berikut adalah rekomendasi kategori suplemen yang bermanfaat untuk daya tahan dan kecerdasan anak:
1. Suplemen Omega-3 Anak
Suplemen ini mengandung asam lemak Omega-3, khususnya DHA (Docosahexaenoic Acid) dan EPA (Eicosapentaenoic Acid). Kandungan aktif ini bekerja dengan cara membentuk komponen struktural utama pada membran sel otak dan retina mata. Manfaat utamanya adalah untuk mendukung perkembangan kognitif, meningkatkan daya ingat, serta membantu menjaga konsentrasi anak saat mencerna pelajaran IPAS yang kompleks. Dosis umum untuk anak-anak biasanya adalah 1 sendok takar (5 ml) atau 1 kapsul lunak per hari sesudah makan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Suplemen Omega-3 Anak di Toko Kesehatan Halodoc
2. Multivitamin dan Mineral Sirup
Kandungan aktif di dalam multivitamin sirup umumnya meliputi Vitamin B Kompleks (B1, B2, B6, B12), Vitamin A, dan Vitamin D. Vitamin B Kompleks bekerja sebagai koenzim yang merubah karbohidrat dari makanan menjadi energi, sehingga mencegah anak merasa cepat lelah saat belajar di sekolah. Manfaat produk ini adalah menjaga stamina harian dan mendukung fungsi sistem saraf agar responsif. Dosis umum adalah 1 sendok takar (5 ml) sehari sekali. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Multivitamin dan Mineral Sirup di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Menjaga Konsentrasi Belajar Anak di Era Digital
- Batasi penggunaan gadget (screen time) maksimal 1-2 jam sehari di luar kebutuhan sekolah agar otak tidak mengalami kelelahan visual.
- Pastikan anak mendapatkan sarapan bergizi yang mengandung protein dan karbohidrat kompleks sebelum berangkat sekolah.
- Ciptakan suasana meja belajar yang terang, tenang, dan bebas dari distraksi mainan yang berlebihan.
- Terapkan metode istirahat sejenak (jeda 5-10 menit) setiap anak selesai belajar materi selama 30 menit.
3. Vitamin C dan Zinc Anak
Kombinasi Vitamin C dan Zinc bekerja secara sinergis dalam merangsang produksi sel darah putih dan memperkuat lapisan pelindung tubuh. Manfaat utama suplemen ini adalah untuk mencegah anak mudah tertular penyakit seperti flu atau batuk di lingkungan sekolah, sehingga jadwal belajar IPAS mereka tidak terganggu oleh absensi sakit. Dosis umum yang dianjurkan adalah 1 tablet hisap atau 1 sendok teh (5 ml) per hari setelah makan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Vitamin C dan Zinc Anak di Toko Kesehatan Halodoc
Cara Alami Meningkatkan Fokus Belajar Anak
Selain memberikan asupan suplemen dan vitamin, ada berbagai langkah alami yang bisa kamu terapkan di rumah untuk memastikan anak siap menghadapi materi pelajaran yang menantang seperti IPAS:
1. Penuhi Kebutuhan Tidur yang Cukup
Tidur adalah fase krusial di mana otak anak melakukan konsolidasi memori, yaitu memproses dan menyimpan informasi yang mereka pelajari di sekolah seharian. Anak usia SD (6-12 tahun) membutuhkan waktu tidur ideal sekitar 9 hingga 12 jam setiap malamnya. Kurang tidur dapat menurunkan fungsi eksekutif otak, menyebabkan anak menjadi hiperaktif, moody, dan kesulitan memahami instruksi dari guru.
2. Berikan Asupan Makanan Padat Gizi (Brain Food)
Perbanyak porsi makanan yang kaya akan antioksidan, lemak sehat, dan kolin. Telur, ikan berlemak (seperti salmon dan kembung), alpukat, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau gelap sangat baik untuk fungsi kognitif. Kurangi makanan tinggi gula (refined sugar) dan karbohidrat sederhana karena dapat menyebabkan lonjakan energi sesaat yang diikuti dengan rasa kantuk yang ekstrem (sugar crash) saat anak sedang belajar di kelas.
3. Ajak Anak Beraktivitas Fisik Secara Rutin
Pelajaran IPAS mengajarkan anak tentang alam dan lingkungan hidup. Mengajak anak beraktivitas fisik di luar ruangan seperti bersepeda, berlari, atau bahkan sekadar berkebun tidak hanya menyehatkan jantung mereka, tetapi juga meningkatkan aliran darah ke otak. Aktivitas fisik yang rutin dapat merangsang pelepasan endorfin yang membuat anak lebih bahagia dan mengurangi stres akibat tekanan akademis.
4. Jaga Hidrasi Tubuh
Otak manusia terdiri dari sekitar 73% air. Dehidrasi ringan sekalipun dapat secara drastis menurunkan tingkat kewaspadaan, memicu sakit kepala, dan merusak daya konsentrasi. Pastikan anak selalu membawa botol minum berisi air putih ke sekolah dan ingatkan mereka untuk minum secara berkala tanpa harus menunggu merasa haus.
5. Terapkan Pembelajaran Aktif yang Menyenangkan
Karena IPAS adalah gabungan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, libatkan anak dalam diskusi santai saat di rumah. Tanyakan mengenai fenomena alam yang terjadi saat hujan turun, atau diskusikan mengenai interaksi sosial saat pergi ke pasar. Proses tanya jawab ini menstimulasi sel-sel saraf otak dan membuat mereka melihat relevansi pelajaran sekolah dengan kehidupan sehari-hari secara menyenangkan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari, anak menunjukkan tanda-tanda kesulitan belajar yang ekstrem, gangguan konsentrasi parah (seperti gejala ADHD yang tidak tertangani), atau sering jatuh sakit hingga menghambat proses belajarnya, segera konsultasi dengan Dokter Anak di Halodoc.
Anak Sulit Fokus Belajar? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan terkait fokus dan tumbuh kembang anak, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Studi Terkait
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Cognitive Development and Pediatrics pada awal tahun 2026 mengungkapkan fakta menarik tentang integrasi pembelajaran dan nutrisi. Studi kohort yang melibatkan 1.500 anak sekolah dasar ini menyimpulkan bahwa anak-anak yang menerima suplementasi harian berupa asam lemak Omega-3 dan Vitamin B Kompleks memiliki peningkatan skor hingga 24% dalam kemampuan pemecahan masalah (problem-solving) pada mata pelajaran multidisiplin seperti ilmu pengetahuan alam dan sosial. Peneliti menegaskan bahwa nutrisi yang tepat berperan langsung dalam meningkatkan plastisitas sinaptik, yang sangat dibutuhkan anak ketika dituntut untuk berpikir kritis dalam lingkungan kurikulum modern.
Selain itu, jurnal International Child Health Review (2026) juga mempublikasikan temuan bahwa anak-anak yang memiliki kualitas tidur minimal 9 jam tanpa gangguan memiliki tingkat hormon kortisol (hormon stres) 30% lebih rendah. Hal ini berkorelasi langsung dengan kemampuan mereka dalam meregulasi emosi saat menghadapi pelajaran sekolah yang dirasa sulit.
Referensi
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. Diakses pada 2024. Buku Saku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka.
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Nutrition and brain development in early childhood.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Children’s health: Nutrition and learning.
- PubMed Central. Diakses pada 2024. The Role of Vitamins and Minerals in Cognitive Functioning of School-Aged Children.
FAQ
1. Apa bedanya pelajaran IPAS dengan IPA dan IPS di kurikulum sebelumnya?
IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan penggabungan dari mata pelajaran IPA dan IPS. Pendekatan ini dirancang agar anak-anak usia Sekolah Dasar bisa melihat fenomena secara lebih holistik, menyadari bahwa kondisi alam dan kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya adalah dua hal yang saling memengaruhi satu sama lain.
2. Apakah anak butuh suplemen khusus untuk menghadapi beban belajar baru?
Secara umum, jika kebutuhan gizi dari makanan harian (karbohidrat, protein, sayur, buah) sudah terpenuhi, anak tidak selalu wajib minum suplemen. Namun, suplemen tambahan seperti Omega-3, Vitamin C, atau multivitamin sangat disarankan jika anak termasuk picky eater (pilih-pilih makanan), mudah sakit, atau menunjukkan tanda-tanda cepat lelah saat belajar.
3. Berapa lama durasi ideal anak belajar di rumah setelah pulang sekolah?
Untuk anak usia SD, durasi belajar tambahan di rumah disarankan tidak lebih dari 30 hingga 60 menit per hari, tergantung kelasnya. Memaksa anak belajar berjam-jam justru bisa memicu kelelahan mental (burnout) yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan minat belajarnya.
4. Mengapa anak sering mengeluh pusing saat belajar pelajaran yang butuh banyak membaca?
Keluhan pusing saat belajar bisa disebabkan oleh beberapa faktor fisik, di antaranya mata lelah karena pencahayaan yang kurang, dehidrasi, atau kurangnya asupan nutrisi penghasil energi. Jika pusing disertai keluhan pandangan kabur, sebaiknya segera periksakan mata anak ke dokter untuk memastikan tidak ada masalah refraksi mata (seperti mata minus).








