Ad Placeholder Image

Mengenal Jenis dan Dampak Penggunaan Golongan Psikotropika

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 11 September 2026

Mengenal klasifikasi golongan psikotropika dan dampaknya bagi kesehatan tubuh manusia.

Mengenal Jenis dan Dampak Penggunaan Golongan PsikotropikaMengenal Jenis dan Dampak Penggunaan Golongan Psikotropika

DAFTAR ISI


Psikotropika adalah zat atau obat yang memengaruhi susunan saraf pusat sehingga dapat mengubah aktivitas mental, suasana hati, perilaku, dan proses berpikir. Sebagian psikotropika digunakan dalam pengobatan, tetapi pemakaian tanpa pengawasan dapat menimbulkan ketergantungan dan dampak serius.

Karena itu, pemahaman tentang golongan psikotropika penting agar penggunaannya sesuai resep dan aturan hukum. Berikut penjelasan mengenai pengelompokan, manfaat, serta risikonya.

Mengenal Golongan Psikotropika

Di Indonesia, psikotropika dikelompokkan menjadi empat golongan berdasarkan potensi ketergantungan dan manfaat medisnya. Golongan I memiliki potensi sangat kuat menyebabkan ketergantungan dan tidak digunakan untuk terapi rutin, sedangkan golongan II memiliki potensi kuat tetapi masih dapat dipakai dalam pengobatan tertentu.

Golongan III memiliki potensi ketergantungan sedang dan dapat digunakan secara terbatas untuk kondisi medis. Golongan IV memiliki potensi ketergantungan paling rendah, tetapi tetap harus digunakan berdasarkan resep dan pemantauan tenaga kesehatan.

Obat yang bekerja pada sistem saraf, seperti obat penenang, obat tidur, atau obat untuk gangguan kecemasan, tidak boleh diminum sembarangan. Jenis, dosis, durasi penggunaan, serta cara menghentikannya perlu ditentukan dokter untuk mencegah efek putus obat, interaksi, dan overdosis.

Perlu dibedakan antara psikotropika menurut peraturan dan obat psikiatri secara umum. Tidak semua obat untuk gangguan mental termasuk psikotropika, sehingga status obat perlu diperiksa pada kemasan dan sumber resmi.

Rekomendasi Obat untuk Kondisi Mental

Beberapa obat berikut digunakan pada kondisi mental tertentu, tetapi bukan berarti semuanya termasuk psikotropika secara hukum. Obat-obatan ini merupakan obat resep dan hanya boleh digunakan sesuai hasil konsultasi serta pemantauan dokter.

1. Risperidone 1 mg Tablet

Risperidone adalah antipsikotik yang memengaruhi reseptor dopamin dan serotonin. Obat ini dapat digunakan untuk skizofrenia atau gangguan bipolar; dosisnya ditentukan bertahap oleh dokter, dengan peringatan risiko kantuk, peningkatan berat badan, dan gangguan gerak.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Risperidone 1 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Clozapin 25 mg Tablet

Clozapin merupakan antipsikotik untuk kondisi tertentu, terutama skizofrenia yang tidak membaik dengan terapi lain. Dosis harus diberikan dokter dan memerlukan pemantauan darah karena dapat menyebabkan penurunan sel darah putih, selain kantuk dan kejang.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Clozapin 25 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Pregabalin 75 mg 10 Kapsul

Pregabalin bekerja dengan mengurangi pelepasan sinyal saraf tertentu dan digunakan untuk nyeri saraf atau indikasi lain sesuai penilaian dokter. Dosisnya disesuaikan kondisi ginjal; efek sampingnya dapat berupa pusing, kantuk, dan ketergantungan sehingga tidak boleh dihentikan mendadak.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pregabalin 75 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan diri sebelum menggunakan obat yang memengaruhi sistem saraf, terutama bila memiliki riwayat kecanduan, penyakit hati atau ginjal, sedang hamil, atau mengonsumsi obat lain. Jangan berbagi obat, menggandakan dosis, mengemudi setelah minum obat yang menyebabkan kantuk, atau menghentikan terapi tanpa arahan dokter.

Segera cari pertolongan jika muncul sesak, pingsan, kejang, kebingungan berat, perilaku agresif, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi membantu memastikan diagnosis, pilihan obat, dosis, serta pemantauan efek samping. Untuk kebutuhan kesehatan mental dan penggunaan psikotropika, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. Psychoactive Substances
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Diakses pada 2026. Informasi Obat dan Psikotropika
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Peraturan tentang Penggolongan Psikotropika
PubMed. Diakses pada 2026. Psychotropic Medication and Dependence
WebMD. Diakses pada 2026. Antipsychotic Medications

FAQ

Apakah semua obat untuk gangguan mental termasuk psikotropika?

Tidak. Penggolongan psikotropika ditentukan oleh peraturan, sedangkan obat untuk gangguan mental dapat berasal dari beberapa kelompok obat berbeda.

Apakah psikotropika selalu berbahaya?

Tidak selalu. Obat ini dapat bermanfaat bila digunakan sesuai diagnosis, resep, dosis, dan pemantauan dokter, tetapi berisiko bila digunakan tanpa pengawasan.

Apakah boleh menghentikan obat setelah merasa membaik?

Jangan menghentikan obat secara tiba-tiba tanpa arahan dokter. Beberapa obat dapat menimbulkan gejala putus obat atau kekambuhan.

Bagaimana mengetahui suatu obat termasuk psikotropika?

Periksa informasi pada kemasan dan sumber resmi BPOM atau tanyakan kepada apoteker. Dokter juga dapat menjelaskan status obat, manfaat, serta risiko penggunaannya.