Ad Placeholder Image

Mengenal Karakteristik Penting Sel Datia Langhans dalam Tubuh

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 19 Agustus 2026

Mengenal Karakteristik Sel Datia Langhans dalam Jaringan Tubuh Manusia secara Mendalam

Mengenal Karakteristik Penting Sel Datia Langhans dalam TubuhMengenal Karakteristik Penting Sel Datia Langhans dalam Tubuh

DAFTAR ISI


Saat membaca hasil pemeriksaan laboratorium histopatologi, kamu mungkin menemukan istilah sel datia Langhans (Langhans giant cell). Istilah ini merujuk pada bentuk sel berukuran besar yang terbentuk akibat penyatuan beberapa sel makrofag (sel kekebalan tubuh). Penemuan sel ini bukan merupakan penyakit berdiri sendiri, melainkan sebuah petunjuk mikroskopis penting yang mengindikasikan adanya reaksi peradangan kronis dalam tubuh.

Sel datia Langhans dinamai sesuai nama penemunya, Theodor Langhans, seorang patolog asal Jerman. Keberadaan sel ini umumnya berhubungan erat dengan reaksi granulomatosa, yaitu upaya sistem imun tubuh untuk mengisolasi zat atau mikroorganisme asing yang sulit dihancurkan. Memahami fungsi dan keberadaan sel ini sangat membantu dokter dalam mengarahkan diagnosis penyakit infeksi maupun penyakit autoimun.

Karakteristik dan Pembentukan Sel Datia Langhans

Secara mikroskopis, sel datia Langhans memiliki ciri khas yang membedakannya dari jenis sel raksasa (giant cell) lainnya dalam tubuh. Ciri utamanya adalah susunan inti sel (nukleus) yang berbaris di tepi sel membentuk pola menyerupai tapal kuda atau lingkaran setengah cincin. Sitoplasma di tengah sel tampak luas dan menyatu.

Pembentukan sel ini dipicu oleh respon imun yang dimediasi oleh sel T limfosit. Ketika makrofag bertemu dengan patogen intraseluler yang persisten, sitokin seperti Interferon-gamma (IFN-γ) akan dilepaskan. Sitokin ini merangsang makrofag untuk saling melebur satu sama lain hingga membentuk sel multiseluler berukuran besar guna meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi berat.

Kondisi Medis yang Berkaitan dengan Sel Datia Langhans

Temuan sel datia Langhans pada jaringan hasil biopsi biasanya dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan tertentu, antara lain:

  • Tuberkulosis (TB): Ini adalah penyebab paling sering. Pembentukan granuloma dengan sel datia Langhans di tengahnya merupakan tanda klasik peradangan akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis.
  • Sarkoidosis: Penyakit inflamasi sistemik ditandai dengan terbentuknya granuloma non-kaseosa pada berbagai organ, seperti paru-paru dan kelenjar getah bening.
  • Kusta (Lepra): Infeksi bakteri Mycobacterium leprae juga dapat memicu terbentuknya sel ini pada jaringan kulit atau saraf.
  • Infeksi Jamur Sistemik: Jenis jamur tertentu seperti Histoplasma atau Blastomyces bisa memicu respon granulomatosa serupa.

Peran Sel Datia Langhans dalam Diagnosis Medis

Perlu dipahami bahwa sel datia Langhans bukanlah target terapi langsung karena sel ini tidak diobati secara khusus. Pengobatan akan selalu ditujukan pada penyakit yang mendasarinya. Keberadaan sel ini menjadi bukti kuat bagi dokter patologi anatomi untuk mempersempit kemungkinan diagnosis infeksi atau inflamasi granulomatosa.

Jika hasil analisis biopsi kamu menunjukkan adanya sel datia Langhans, dokter akan mengaitkannya dengan gejala klinis, tes darah, pemeriksaan radiologi (seperti rontgen dada atau CT scan), dan tes penunjang lainnya untuk menentukan diagnosis pasti. Bila terkonfirmasi adanya infeksi seperti Tuberkulosis, kamu perlu meminum obat antituberkulosis secara teratur sesuai petunjuk. Kamu juga bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan penjelasan mendalam mengenai hasil laboratorium kamu.

Studi Terkait

Penelitian terkini yang dipublikasikan dalam jurnal medis internasional menegaskan bahwa pembentukan sel datia Langhans melibatkan mekanisme koordinasi molekuler yang kompleks antara imun bawaan dan imun adaptif. Studi menunjukkan bahwa pembentukan sel raksasa ini membantu membatasi penyebaran patogen intraseluler dalam jaringan granuloma, sekaligus meminimalkan kerusakan jaringan sekitar akibat respon inflamasi berlebihan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala peradangan kronis seperti batuk berkepanjangan lebih dari 2 minggu, demam sumeng berulang, keringat malam tanpa aktivitas, atau pembesaran kelenjar getah bening, segera evaluasi kondisi kesehatanmu. Konsultasikan hasil pemeriksaan histopatologi atau keluhanmu dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk penanganan yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

  • ✅ Dokter berlisensi: Konsultasi aman dengan dokter spesialis berpengalaman.
  • ✅ Resep obat online: Dapatkan resep obat resmi yang bisa langsung ditebus melalui layanan pengiriman obat Halodoc.
  • ✅ 24/7 Tersedia: Dokter Halodoc siap membantu kamu kapan saja dan di mana saja.
  • ✅ Banyak pilihan dokter: Pilih dokter spesialis sesuai kebutuhan kesehatan kamu.

FAQ

1. Apa perbedaan sel datia Langhans dengan sel Langerhans?
Sel datia Langhans adalah sel raksasa multiseluler hasil fusi makrofag pada reaksi granuloma. Sementara itu, sel Langerhans adalah sel penyaji antigen (dendritik) yang secara normal ditemukan di lapisan kulit epidermal.

2. Apakah penemuan sel datia Langhans berarti saya terkena kanker?
Tidak selalu. Keberadaan sel datia Langhans lebih sering dikaitkan dengan peradangan granulomatosa akibat infeksi bakteri/jamur atau penyakit autoimun, bukan serta-merta menandakan keganasan atau kanker.

3. Bagaimana cara dokter menemukan sel datia Langhans?
Sel ini ditemukan melalui pemeriksaan histopatologi, yaitu mengambil sampel jaringan tubuh (biopsi) yang kemudian diwarnai dan diperiksa di bawah mikroskop oleh dokter spesialis patologi anatomi.

4. Apakah sel datia Langhans bisa hilang dengan sendirinya?
Ya, sel ini dapat hilang secara bertahap seiring pulihnya peradangan dan berhasilnya pengobatan terhadap penyakit utama yang menyebabkannya, seperti penyembuhan infeksi tuberkulosis.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Global Tuberculosis Report and Granulomatous Diseases Guidelines.
National Center for Biotechnology Information (NCBI) PubMed. Diakses pada 2026. Langhans Giant Cells in Histopathology: Formation and Clinical Significance.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis.
WebMD. Diakses pada 2026. What Is Granulomatous Inflammation?