Ad Placeholder Image

Mengenal Kemoterapi dan Cara Kerjanya Bagi Pasien Kanker

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 28 Juli 2026

Mengenal Prosedur Medis Kemoterapi Sebagai Metode Pengobatan Kanker Efektif untuk Pasien

Mengenal Kemoterapi dan Cara Kerjanya Bagi Pasien KankerMengenal Kemoterapi dan Cara Kerjanya Bagi Pasien Kanker

DAFTAR ISI


Kemoterapi adalah salah satu metode pengobatan utama dalam penanganan penyakit kanker. Metode medis ini memanfaatkan obat-obatan berbahan kimia kuat untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker yang membelah secara cepat di dalam tubuh.

Selama menjalani siklus kemoterapi, pasien membutuhkan perawatan intensif dan pendampingan cairan medis serta peralatan steril pendukung. Cairan isotonik seperti NaCl (saline) dan alat suntik (spuit) sangat penting untuk proses hidrasi, pembilasan selang infus (flushing), maupun pengenceran obat kemoterapi oleh tenaga medis.

Berikut adalah beberapa produk cairan medis dan peralatan kritis steril yang sering digunakan dalam rangkaian terapi dan perawatan suportif pasien kemoterapi di fasilitas kesehatan.

Rekomendasi Alat Kesehatan & Cairan Medis Kemoterapi

1. NaCl 0.9 % Infus 500 ml (Natrium Chloride / Sodium Chloride)

NaCl 0.9% merupakan cairan infus isotonik steril yang mengandung Natrium Klorida. Cairan ini berfungsi untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, serta digunakan sebagai pelarut/pengencer larutan obat injeksi maupun cairan pembilas selang IV pasien kemoterapi. Penggunaan cairan infus ini harus dilakukan oleh atau di bawah pengawasan tenaga medis profesional. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan NaCl 0.9 % Infus 500 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Spuit 20 cc Tanpa Jarum

Spuit 20 cc Tanpa Jarum adalah alat suntik steril sekali pakai bertakaran kapasitas 20 ml tanpa jarum hipodermik. Alat medis ini berguna untuk tindakan pembilasan (flushing) selang kateter/port kemoterapi, pemindahan cairan obat, maupun pemberian nutrisi atau obat cairan ber volume sedang hingga besar secara aman dan higienis.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Spuit 20 cc Tanpa Jarum di Toko Kesehatan Halodoc

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Perawatan Kemoterapi
  1. Pastikan seluruh peralatan medis yang digunakan bersifat steril dan sekali pakai untuk mencegah risiko infeksi.
  2. Pantau kebersihan area akses vena (infus atau kemoport) secara berkala.
  3. Pastikan asupan hidrasi tubuh pasien terpenuhi sesuai petunjuk dokter medis.

3. Otsu-NaCl 0.9% Infus 100 ml (Natrium Chloride / Sodium Chloride)

Otsu-NaCl 0.9% Infus kemasan 100 ml adalah larutan garam fisiologis steril dalam volume lebih kecil. Sangat efektif digunakan sebagai pengencer obat injeksi dosis tunggal, pembersih luka, serta pembilas saluran intravena guna menjaga kepatenan akses infus pasien kanker. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Otsu-NaCl 0.9% Infus 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Spuit 3 cc

Spuit 3 cc merupakan alat suntik steril berukuran 3 ml yang dilengkapi jarum hipodermik. Alat kesehatan ini umum digunakan oleh tenaga medis untuk menyuntikkan obat pendorong (seperti antimual atau antinyeri), mengambil sampel darah, atau mengukur dosis obat kemoterapi suportif secara presisi.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Spuit 3 cc di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Cara Kerja dan Persiapan Kemoterapi

Kemoterapi bekerja dengan cara menyerang sel-sel yang membelah dengan cepat di dalam tubuh. Karena sel kanker tumbuh dan berkembang jauh lebih cepat dibanding sel normal, obat kemoterapi sangat efektif menargetkan sel berbahaya tersebut. Namun, proses ini juga bisa berdampak pada sel-sel sehat yang membelah cepat, seperti sel rambut, usus, dan sumsum tulang, sehingga menimbulkan efek samping seperti kerontokan rambut, mual, dan penurunan daya tahan tubuh.

Persiapan sebelum tindakan kemoterapi meliputi evaluasi fungsi organ (seperti ginjal dan hati), tes darah lengkap, serta pemasangan jalur akses intravena. Pemberian hidrasi cairan isotonik yang cukup sebelum dan sesudah tindakan sangat penting untuk melindungi fungsi ginjal dari sisa metabolisme obat-obatan beracun.

Studi Terkait

Berdasarkan riset klinis mengenai prosedur pendukung pengobatan onkologi medis, penggunaan protokol hidrasi pra-dan-pasca kemoterapi dengan larutan isotonik Natrium Klorida terbukti secara signifikan menurunkan risiko nefrotoksisitas (kerusakan ginjal) akibat obat-obatan sitostatiska. Selain itu, penggunaan peralatan medis steril sekali pakai meminimalkan angka kejadian komplikasi infeksi aliran darah primer pada pasien kanker yang mengalami neutropenia.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga mengalami gejala efek samping berat selama atau setelah siklus kemoterapi, seperti demam di atas 38°C, mual-muntah hebat, pendarahan, atau pembengkakan di area infus, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc. Kamu juga bisa berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk evaluasi kondisi fisik dan pengobatan yang aman.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi kesehatan kini lebih mudah dan cepat melalui Halodoc. Berikut berbagai keuntungannya:

  • Dokter terpercaya: Mitra dokter Halodoc merupakan dokter berlisensi (memiliki STR dan SIP) yang berpengalaman.
  • Sangat praktis: Tanya dokter langsung dari mana saja dan kapan saja. Sesi konsultasi tersedia 24 jam.
  • Privasi terjamin: Sesi konsultasi dengan dokter terjamin kerahasiaannya.
  • Layanan lengkap: Tersedia konsultasi dengan dokter umum maupun dokter spesialis.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Cancer Treatments and Chemotherapy Overview.
National Cancer Institute (NCI). Diakses pada 2026. Chemotherapy to Treat Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Chemotherapy: What you can expect and risks.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pelayanan Medis Kanker dan Terapi Sistemik.

FAQ

1. Apa itu kemoterapi dan apa tujuannya?
Kemoterapi adalah bentuk pengobatan kanker yang menggunakan obat kimia untuk membunuh sel-sel kanker yang berkembang cepat. Tujuannya bisa untuk menyembuhkan kanker, mengontrol penyebaran sel kanker, atau meredakan gejala (paliatif).

2. Bagaimana obat kemoterapi diberikan kepada pasien?
Pemberian kemoterapi dapat dilakukan melalui beberapa metode, seperti infus intravena (paling umum), tablet/kapsul oral, atau suntikan langsung. Prosedur ini disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker yang dialami pasien.

3. Berapa lama satu sesi kemoterapi berlangsung?
Durasi satu sesi kemoterapi bervariasi mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari tergantung regimen obat yang digunakan. Pengobatan ini umumnya diberikan dalam bentuk siklus, yang diselingi dengan periode istirahat agar tubuh memiliki waktu untuk pulih.

4. Mengapa hidrasi dan cairan infus penting saat kemoterapi?
Hidrasi melalui cairan infus seperti NaCl membantu menjaga ginjal tetap terlindungi dari racun sisa pembakaran zat kemoterapi. Selain itu, cairan ini membantu mengencerkan obat dan menjaga keseimbangan elektrolit pasien selama terapi.