Ad Placeholder Image

Mengenal Killip Score untuk Menilai Kondisi Pasien Jantung

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Agustus 2026

Kenali Killip Score untuk Prediksi Risiko Kematian Pasien Serangan Jantung Secara Akurat

Mengenal Killip Score untuk Menilai Kondisi Pasien JantungMengenal Killip Score untuk Menilai Kondisi Pasien Jantung

DAFTAR ISI


Serangan jantung atau infark miokard akut adalah kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Saat seorang pasien mengalami serangan jantung, tim medis di unit gawat darurat perlu segera menilai seberapa parah kerusakan yang terjadi pada otot jantung serta apakah ada tanda-tanda gagal jantung yang menyertainya.

Untuk membantu proses evaluasi cepat ini, para dokter spesialis jantung menggunakan sistem klasifikasi klinis yang dikenal dengan nama Killip score (klasifikasi Killip). Ditemukan oleh dr. Thomas D. Killip III pada tahun 1967, sistem skor ini dirancang untuk memprediksi risiko kematian serta membantu menentukan penanganan medis yang sesuai.

Penilaian Killip score didasarkan pada pemeriksaan fisik langsung di samping tempat tidur pasien. Mengenal apa itu Killip score dapat memberikan gambaran berharga bagi keluarga pasien mengenai tingkat keparahan kondisi jantung yang sedang ditangani.

Apa Itu Killip Score?

Killip score adalah sistem stratifikasi risiko klinis yang digunakan untuk menilai tingkat keparahan gagal jantung pada pasien yang baru saja mengalami serangan jantung akut (infark miokard). Skor ini mengelompokkan pasien ke dalam empat tingkatan risiko berdasarkan tanda-tanda fisik gagal jantung kongestif.

Pemeriksaan ini tidak memerlukan waktu lama karena dilakukan melalui pengamatan klinis, seperti mendengarkan bunyi paru-paru menggunakan stetoskop, mengukur tekanan darah, serta mendeteksi adanya penumpukan cairan dalam jaringan tubuh. Sistem penilaian ini sangat krusial dalam 24 jam pertama setelah serangan jantung terjadi.

Klasifikasi dan Tingkatan Killip Score

Sistem Killip membagi kondisi pasien menjadi empat tingkatan (Class I hingga Class IV). Semakin tinggi tingkatannya, semakin parah kondisi gagal jantung dan semakin tinggi pula risiko komplikasi medis:

  • Killip Class I: Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda gagal jantung atau gangguan fungsi ventrikel kiri. Tidak ditemukan suara ronkhi di paru-paru dan tidak ada bunyi jantung S3 gallop. Risiko kematian dalam 30 hari pada tingkatan ini paling rendah (sekitar 6%).
  • Killip Class II: Pasien mengalami gagal jantung ringan hingga sedang. Dokter menemukan ronkhi basah di bagian bawah paru-paru, bunyi jantung S3 gallop, atau peningkatan tekanan vena leher. Risiko kematian pada tahap ini meningkat hingga sekitar 17%.
  • Killip Class III: Pasien mengalami gagal jantung berat yang ditandai dengan edema paru akut (penumpukan cairan parah di seluruh area paru-paru). Pasien akan merasa sangat sesak napas. Risiko kematian pada tingkatan ini mencapai sekitar 38%.
  • Killip Class IV: Pasien mengalami syok kardiogenik, kondisi di mana jantung gagal memompa darah yang cukup ke seluruh organ vital. Tanda-tandanya mencakup tekanan darah sistolik sangat rendah (<90 mmHg), kulit dingin dan pucat, gelisah, serta penurunan produksi urine. Risiko kematian pada tahap ini sangat tinggi, yaitu mencapai 81%.

Fungsi dan Pentingnya Killip Score dalam Penanganan Jantung

Meskipun teknologi medis terus berkembang, Killip score tetap menjadi alat evaluasi standar di instalasi gawat darurat (IGD) dan Intensive Coronary Care Unit (ICCU) karena memiliki beberapa keunggulan utama:

  • Evaluasi Cepat: Penilaian dapat dilakukan dengan segera tanpa menunggu hasil tes darah atau pencitraan medis yang memakan waktu.
  • Menentukan Prioritas Tindakan: Pasien dengan Killip Class III dan IV memerlukan penanganan invasif darurat, seperti operasi kateterisasi jantung (PCI) atau penggunaan alat bantu pompa jantung.
  • Memprediksi Prognosis: Memberikan estimasi yang akurat mengenai peluang pemulihan dan tingkat risiko komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang.

Studi Terkait

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association (2026) menegaskan bahwa Killip score tetap menjadi instrumen prediktor independen yang sangat kuat terhadap angka mortalitas pasien infark miokard akut, bahkan di era terapi reperfusi modern. Penelitian tersebut menekankan pentingnya pengenalan dini Killip Class II ke atas untuk mencegah perburukan ke arah syok kardiogenik.

Kapan Harus ke Dokter?

Nyeri dada hebat seperti tertindih beban berat yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung—terutama jika disertai sesak napas dan keringat dingin—merupakan gejala darurat serangan jantung. Jika kamu atau kerabat mengalami keluhan tersebut, segera cari bantuan medis di IGD terdekat atau lakukan konsultasi awal dengan Dokter Jantung di Halodoc.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi kesehatan kini lebih mudah dan cepat melalui Halodoc. Kamu ragu mengenai gejala jantung yang dialami atau butuh saran medis tepercaya?

  • ✅ Dokter berpengalaman: Berkomunikasi dengan dokter spesialis atau dokter umum terpercaya.
  • ✅ Bebas konsultasi kapan saja: Layanan chat dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Resep obat instan: Jika dibutuhkan, dokter bisa memberikan resep obat yang dapat langsung dibeli di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

Journal of the American College of Cardiology. Diakses pada 2026. Prognostic Value of Killip Classification in Acute Myocardial Infarction.
PubMed Central (PMC). Diakses pada 2026. Killip Class and Long-Term Mortality in Patients with Acute Coronary Syndrome.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Cardiovascular Diseases (CVDs) and Emergency Clinical Assessment.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tatalaksana Sindrom Koroner Akut.

FAQ

1. Apakah Killip score sama dengan klasifikasi NYHA?
Tidak sama. Killip score digunakan khusus untuk menilai tingkat keparahan gagal jantung akut saat terjadi serangan jantung, sedangkan klasifikasi NYHA (New York Heart Association) digunakan untuk menilai keterbatasan aktivitas fisik pada pasien gagal jantung kronis.

2. Bagaimana cara dokter menentukan Killip score?
Dokter menentukan Killip score melalui pemeriksaan fisik langsung, yaitu mendengarkan suara paru-paru (mencari ronkhi), mengukur tekanan darah, mendengarkan irama jantung, dan menilai tanda-tanda penumpukan cairan atau gangguan sirkulasi.

3. Tingkatan Killip berapa yang paling berbahaya?
Killip Class IV adalah kondisi paling berbahaya karena pasien telah mengalami syok kardiogenik dengan tingkat risiko kematian tinggi yang membutuhkan penanganan medis intensif segera.

4. Bisakah tingkatan Killip score membaik?
Ya, dengan tindakan medis darurat yang tepat seperti pemasangan ring jantung (PCI) serta pemberian obat-obatan penunjang fungsi jantung, kondisi hemodinamik pasien dapat membaik secara signifikan.