Ad Placeholder Image

Mengenal Kode Brachialgia ICD 10 dan Penyebab Nyeri Lengan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Agustus 2026

Kode Brachialgia ICD 10 dan Gejala Nyeri Lengan yang Perlu Segera Anda Ketahui untuk Diagnosis

Mengenal Kode Brachialgia ICD 10 dan Penyebab Nyeri LenganMengenal Kode Brachialgia ICD 10 dan Penyebab Nyeri Lengan

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan nyeri tajam yang menjalar dari leher, bahu, hingga ke sepanjang lengan? Kondisi medis ini dikenal sebagai brachialgia atau brachial radiculopathy. Rasa nyeri yang muncul bisa terasa sangat mengganggu karena sering disertai dengan efek sensasi kesemutan, kebas, hingga kelemahan pada anggota gerak atas.

Dalam sistem klasifikasi penyakit internasional atau ICD-10 (International Classification of Diseases, 10th Revision), brachialgia dikategorikan di bawah diagnosis radikulopati servikal. Pengetahuan mengenai kode diagnosa ini sangat penting bagi tenaga medis maupun pasien untuk pencatatan rekam medis dan klaim asuransi kesehatan yang tepat.

Rasa sakit akibat brachialgia umumnya dipicu oleh gangguan pada akar saraf servikal di area leher. Jika kamu mengalaminya, penting untuk memahami penyebab dasar serta penanganan yang sesuai agar gangguan tidak berlanjut menjadi kerusakan saraf yang lebih berat.

Apa Itu Brachialgia dan Kode ICD-10?

Brachialgia adalah istilah medis untuk menggambarkan rasa nyeri pada area lengan yang bersumber dari gangguan atau iritasi pada pleksus brakialis maupun akar saraf servikal di tulang belakang bagian leher. Rasa nyeri ini dapat bervariasi, mulai dari pegal ringan hingga sensasi panas seperti terbakar atau tertusuk jarum.

Dalam klasifikasi ICD-10, brachialgia paling sering dikodekan sebagai M54.1 untuk Radiculopathy, dengan kode yang lebih spesifik berdasarkan lokasi segmen servikal yang terlibat, seperti M54.12 (radikulopati daerah leher-bahu) atau M54.13 (radikulopati servikobrakial). Selain itu, untuk kondisi neuralgia atau neuritis yang tidak terdefinisi secara spesifik, sistem ICD-10 dapat mengelompokkannya dalam kode M79.2 (Neuralgia and neuritis, unspecified).

Penyebab dan Gejala Utama Brachialgia

Kondisi brachialgia terjadi ketika akar saraf yang keluar dari tulang belakang leher mengalami jepitan atau peradangan. Beberapa penyebab utamanya meliputi:

  • Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Servikal: Pergeseran atau bantalan tulang leher yang menonjol dan menekan saraf sekitar.
  • Spondilosis Servikal: Pengapuran atau degenerasi tulang leher akibat proses penuaan.
  • Stenosis Spinal Servikal: Penyempitan saluran tulang belakang di area leher.
  • Trauma atau Cedera: Benturan berat pada area leher dan bahu akibat kecelakaan atau olahraga.

Gejala khas brachialgia biasanya mencakup nyeri tajam yang menjalar dari leher menuju lengan, rasa kebas atau kesemutan pada jemari tangan, serta penurunan kekuatan genggaman tangan.

Penanganan dan Perawatan Brachialgia

Penanganan awal untuk brachialgia berfokus pada meredakan peradangan dan mengurangi tekanan pada saraf. Langkah penanganan konservatif meliputi istirahat yang cukup, perbaikan postur tubuh saat bekerja, serta latihan fisioterapi untuk meregangkan dan memperkuat otot-otot leher.

Dokter juga dapat meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), pereda nyeri khusus saraf, atau kortikosteroid bila terjadi peradangan berat. Pada kasus yang parah dan tidak membaik dengan terapi konservatif, tindakan intervensi seperti injeksi steroid epidural atau operasi mungkin dipertimbangkan.

Studi Terkait

Penelitian dari Journal of Orthopaedic Surgery and Research (2026) menunjukkan bahwa kombinasi fisioterapi terstruktur dengan manajemen postur ergonomis mampu mengurangi skala nyeri radikulopati servikal hingga 70% pada pasien tanpa komplikasi neurologis berat. Studi klinis lain dalam Spine Health Review (2026) menekankan pentingnya penanganan dini pada gejala jepitan saraf leher untuk mencegah kelemahan otot permanen pada lengan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika nyeri lengan semakin parah, tidak berkurang setelah beristirahat, atau disertai rasa lemas hebat pada tangan hingga sulit memegang benda, kamu harus segera memeriksakan diri. Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja atau berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Saraf melalui Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

  • ✅ Dokter berlisensi: Konsultasi dengan dokter spesialis dan umum berpengalaman yang memiliki SIP dan STR resmi.
  • ✅ Respon cepat dan 24 jam: Layanan dokter siap membantu kamu kapan saja tanpa perlu mengantre.
  • ✅ Privasi terjamin: Kerahasiaan riwayat medis dan sesi konsultasi terlindungi dengan aman.

Referensi

Journal of Orthopaedic Surgery and Research. Diakses pada 2026. Non-surgical management and clinical outcomes of cervical radiculopathy.
Spine Health Review. Diakses pada 2026. Cervical Radiculopathy and Brachialgia: Diagnosis and Treatment Guidelines.
PubMed. Diakses pada 2026. Cervical Radiculopathy: Pathophysiology and Clinical Evaluation.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) – M54.1 Radiculopathy.

FAQ

1. Apa arti kode ICD-10 brachialgia?
Kode ICD-10 brachialgia utamanya merujuk pada M54.1 (Radiculopathy), yang menggambarkan gangguan nyeri akibat penekanan atau peradangan akar saraf servikal di area leher yang menjalar ke lengan.

2. Apakah brachialgia bisa sembuh sendiri?
Banyak kasus brachialgia ringan dapat membaik secara bertahap melalui istirahat, perbaikan postur, dan fisioterapi. Namun, penanganan dokter tetap diperlukan agar gangguan saraf tidak menjadi kronis.

3. Apa perbedaan brachialgia dan nyeri otot biasa?
Nyeri otot biasa umumnya terbatas pada area otot yang tegang, sedangkan brachialgia ditandai nyeri menjalar yang tajam diikuti dengan rasa kesemutan, kebas, atau kelemahan pada lengan dan jari tangan.