Ad Placeholder Image

Mengenal Kode Diagnosis AF ICD 10 dalam Rekam Medis Pasien

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Kode Af ICD 10 untuk diagnosis medis aritmia jantung yang perlu dipahami tenaga kesehatan.

Mengenal Kode Diagnosis AF ICD 10 dalam Rekam Medis PasienMengenal Kode Diagnosis AF ICD 10 dalam Rekam Medis Pasien

DAFTAR ISI


Atrial Fibrillation (AF) atau fibrilasi atrium merupakan salah satu jenis gangguan irama jantung (aritmia) yang paling sering ditemui dalam praktik medis. Kondisi ini terjadi ketika serambi jantung (atrium) berdenyut secara tidak teratur dan sangat cepat, sehingga mengganggu aliran darah normal ke bilik jantung serta ke seluruh tubuh.

Dalam sistem pelayanan kesehatan modern, setiap penyakit dan kondisi medis dikelompokkan menggunakan sistem pengodean internasional yang disebut ICD-10 (International Classification of Diseases, 10th Revision). Penggunaan kode AF ICD-10 sangat krusial untuk mencatat diagnosis pasien secara terstandar di dalam rekam medis.

Pemahaman mengenai kode ICD-10 untuk AF sangat penting, baik bagi tenaga kesehatan, staf administrasi medis, maupun pasien yang ingin memahami dokumen medis dan klaim asuransi kesehatan mereka secara lebih mendalam.

Apa Itu Kode AF ICD-10?

Kode ICD-10 adalah sistem pengodean alfabetis dan numerik yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO). Kode ini dirancang untuk mendokumentasikan diagnosis, memantau prevalensi penyakit, serta menyelaraskan komunikasi medis secara global.

Untuk gangguan irama jantung berupa Atrial Fibrillation, klasifikasi utama dalam ICD-10 berada di bawah blok kode I48, yang mencakup kelompok Atrial fibrillation and flutter (Fibrilasi dan kepakan atrium).

Klasifikasi Kode ICD-10 untuk Atrial Fibrilasi

Dalam praktik klinis, fibrilasi atrium dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan durasi dan sifat kemunculannya. ICD-10 membaginya ke dalam subkode yang lebih spesifik, di antaranya:

  • I48.0 (Paroxysmal Atrial Fibrillation): Fibrilasi atrium paroksismal, yaitu episode gangguan irama jantung yang berulang, muncul tiba-tiba, dan dapat berhenti dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 7 hari.
  • I48.1 (Persistent Atrial Fibrillation): Fibrilasi atrium persisten, di mana episode kelainan irama berlangsung lebih dari 7 hari berturut-turut dan membutuhkan tindakan medis (seperti kardioversi) untuk mengembalikannya ke irama normal.
  • I48.2 (Chronic / Permanent Atrial Fibrillation): Fibrilasi atrium permanen atau kronis, yaitu kondisi saat irama jantung tidak dapat dikembalikan ke kondisi normal dan pengobatan difokuskan untuk mengontrol laju denyut jantung.
  • I48.91 (Unspecified Atrial Fibrillation): Kode yang digunakan apabila diagnosis pasti menunjukkan adanya fibrilasi atrium, namun tipe spesifiknya belum ditentukan secara terperinci.

Pentingnya Pencatatan Kode AF ICD-10

Pencatatan kode diagnosis AF yang akurat dalam rekam medis memiliki berbagai fungsi penting:

  • Akurasi Pengobatan: Membantu dokter menentukan terapi jangka panjang, termasuk pemberian obat pencegah pembekuan darah (antikoagulan) guna meminimalkan risiko stroke.
  • Administrasi dan Asuransi: Memfasilitasi proses verifikasi dan klaim pada layanan BPJS Kesehatan maupun asuransi swasta.
  • Riset dan Statistik Kesehatan: Membantu pemetaaan statistik penyakit jantung di tingkat nasional dan internasional oleh Kementerian Kesehatan maupun WHO.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau kerabat mengalami gejala seperti dada berdebar kencang tanpa sebab, pusing, sesak napas, atau cepat lelah saat beraktivitas, segera konsultasikan diri dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Halodoc untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti EKG.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi medis di Halodoc memberikan kemudahan bagi kamu yang ingin mengetahui diagnosis awal serta mendapatkan penanganan yang tepat.

  • ✅ Dokter berlisensi: Konsultasi dilakukan langsung dengan dokter berpengalaman yang memiliki STR dan SIP resmi.
  • ✅ Respon cepat: Layanan konsultasi dokter online tersedia 24 jam kapan saja dan dari mana saja.
  • ✅ Privasi aman: Kerahasiaan data dan riwayat medis pasien dijamin terjaga.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version: 2019 – Chapter IX: Diseases of the circulatory system (I48).
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Atrial Fibrillation Overview and Classification.
American Heart Association (AHA). Diakses pada 2026. What is Atrial Fibrillation (AFib or AF)?
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tatalaksana Fibrilasi Atrium.

FAQ

1. Berapa kode ICD-10 untuk Atrial Fibrillation?
Kode utama ICD-10 untuk Atrial Fibrillation adalah I48, yang memiliki subkode spesifik seperti I48.0 (paroksismal), I48.1 (persisten), I48.2 (kronis/permanen), dan I48.91 (unspecified).

2. Mengapa penulisan kode AF ICD-10 harus spesifik?
Penulisan subkode yang akurat membantu dokter memberikan penanganan medis yang sesuai dengan jenis AF pasien, serta mempermudah pengajuan klaim asuransi kesehatan.

3. Pemeriksaan apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis AF?
Pemeriksaan penunjang utama untuk mengonfirmasi fibrilasi atrium adalah Elektrokardiogram (EKG), yang dapat merekam aktivitas listrik jantung secara akurat.