Ad Placeholder Image

Mengenal Kode Diagnosis Asthma ICD 10 dalam Rekam Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 Juli 2026

Kode asthma ICD 10 untuk diagnosis medis pasien secara akurat dan tepat sesuai standar internasional.

Mengenal Kode Diagnosis Asthma ICD 10 dalam Rekam MedisMengenal Kode Diagnosis Asthma ICD 10 dalam Rekam Medis

DAFTAR ISI


Asma adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan jalan napas. Kondisi ini membuat penderitanya mengalami sesak napas, dada terasa berat, batuk-batuk, serta suara mengi (bunyi “ngik-ngik”) saat mengembuskan napas. Gejala asma bisa muncul secara tiba-tiba dan dipicu oleh berbagai faktor seperti alergen, cuaca, hingga kelelahan fisik.

Dalam dunia medis dan administrasi kesehatan, penegakan diagnosis asma dicatat menggunakan sistem klasifikasi internasional yang dikenal sebagai International Classification of Diseases 10th Revision (ICD 10). Kode asthma icd 10 secara umum tergolong dalam kelompok kategori J45. Penggunaan kode yang tepat sangat penting untuk pencatatan rekam medis, klaim asuransi, serta menentukan rencana pengobatan jangka panjang bagi pasien.

Pengobatan asma bertujuan untuk meredakan gejala akut (bronkodilator) dan mengontrol peradangan secara berkala (kortikosteroid). Jika kamu sering mengalami serangan sesak napas, sangat disarankan untuk melalukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan penanganan medis dan obat yang tepat.

Rekomendasi Obat Asma

1. Ventolin Inhaler 100 mcg 200 Doses

Ventolin Inhaler mengandung zat aktif Salbutamol sulfate yang bekerja cepat merelaksasi otot-otot di saluran pernapasan. Inhaler ini digunakan untuk meredakan serangan sesak napas atau mengi mendadak akibat bronkospasme pada penderita asma. Dosis penggunaan harus disesuaikan dengan petunjuk dokter dan instruksi kerja inhaler.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ventolin Inhaler 100 mcg 200 Doses di Toko Kesehatan Halodoc

2. Symbicort 160 mcg/4.5 mcg Turbuhaler 60 Dosis

Symbicort Turbuhaler merupakan kombinasi Budesonide (kortikosteroid) dan Formoterol fumarate (bronkodilator kerja panjang). Obat ini berfungsi sebagai terapi pencegahan serta pengontrol asma harian dengan mengatasi peradangan sekaligus menjaga saluran napas tetap terbuka lebar.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Symbicort 160 mcg/4.5 mcg Turbuhaler 60 Dosis di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Serangan Asma yang Perlu Diwaspadai
  1. Paparan asap rokok, debu, dan polusi udara.
  2. Alergen seperti bulu hewan peliharaan dan serbuk sari.
  3. Infeksi saluran pernapasan akibat virus atau bakteri.
  4. Perubahan suhu udara yang drastis atau udara dingin.

3. Pulmicort 0.25 mg/ml 5 Respules

Pulmicort Respules mengandung Budesonide cair yang diberikan melalui alat nebulizer. Cairan inhalasi ini bekerja mengurangi pembengkakan dan iritasi pada saluran napas, sangat efektif digunakan pada anak-anak maupun dewasa saat penanganan pemeliharaan asma bronkial berat.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pulmicort 0.25 mg/ml 5 Respules di Toko Kesehatan Halodoc

4. Salbutamol 2 mg 10 Tablet

Salbutamol tablet merupakan obat bronkodilator oral yang efektif melebarkan saluran napas. Obat ini digunakan untuk mengatasi atau mencegah penyempitan bronkus pada penderita asma kronis atau gangguan paru obstruktif lainnya apabila penggunaan inhaler tidak memungkinkan.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Salbutamol 2 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Kode Diagnosis Asthma ICD 10

Sistem klasifikasi asthma icd 10 membagi penyakit asma ke dalam beberapa subkategori untuk mempermudah tenaga medis memberikan diagnosis spesifik:

  • J45.0 (Predominantly allergic asthma): Asma yang didominasi faktor alergi (asma ekstrinsik).
  • J45.1 (Nonallergic asthma): Asma intrinsik yang bukan disebabkan oleh tanggapan alergi.
  • J45.8 (Mixed asthma): Asma kombinasi antara faktor alergi dan non-alergi.
  • J45.9 (Asthma, unspecified): Diagnosis asma umum yang belum terklasifikasi secara spesifik.
  • J46 (Status asthmaticus): Serangan asma akut yang sangat berat dan resisten terhadap terapi standar.

Studi Terkait

Studi klinis terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan pernapasan tahun 2026 menegaskan bahwa pencatatan diagnosis yang akurat berdasarkan kriteria ICD-10 membantu dokter memilih kombinasi terapi reliever dan controller dengan efisiensi tinggi. Penggunaan obat pelega napas yang dikombinasikan dengan pemantauan rutin terbukti menurunkan tingkat rawat inap akibat serangan asma akut hingga 40%.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari, sesak napas bertambah berat hingga sulit berbicara, atau inhaler pelega tidak lagi efektif, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Paru di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Layanan konsultasi online di Halodoc memudahkan kamu terhubung dengan dokter terpercaya kapan saja. Tanpa perlu antre di rumah sakit, kamu bisa langsung berdiskusi mengenai keluhan sesak napas, mendapatkan edukasi penggunaan alat inhaler, hingga memperoleh resep obat resmi yang aman sesuai diagnosis kesehatanmu.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – Chapter X: Diseases of the respiratory system (J45 Asthma).
Global Initiative for Asthma (GINA). Diakses pada 2026. Global Strategy for Asthma Management and Prevention.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Asthma – Symptoms and causes.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Asma.

FAQ

1. Apa kode ICD 10 yang paling umum untuk penyakit asma?
Kode ICD 10 yang paling sering digunakan untuk merujuk pada kondisi asma secara umum adalah J45.9 (Asthma, unspecified).

2. Apakah penderita asma boleh menggunakan inhaler pelega setiap hari?
Inhaler pelega (seperti salbutamol) digunakan saat serangan terjadi. Jika kamu membutuhkannya setiap hari, konsultasikan ke dokter karena kamu mungkin membutuhkan obat pengontrol jangka panjang.

3. Apa bedanya obat asma pelega (reliever) dan pengontrol (controller)?
Obat pelega bekerja cepat merelaksasi otot saluran napas saat serangan, sedangkan obat pengontrol diminum/dihirup teratur untuk meredakan peradangan kronis dan mencegah serangan terjadi.

4. Apakah penyakit asma dapat disembuhkan secara total?
Asma adalah kondisi kronis yang tidak bisa disembuhkan total, tetapi gejalanya dapat dikontrol dengan sangat baik melalui pola hidup sehat, menghindari pemicu, dan pengobatan yang tepat.