Ad Placeholder Image

Mengenal Kode Hiperkalemia ICD 10 dan Penanganannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 11 Agustus 2026

Mengenal Kode Hiperkalemia ICD 10 untuk Pendataan Medis yang Tepat dan Efektif di Rumah Sakit

Mengenal Kode Hiperkalemia ICD 10 dan PenanganannyaMengenal Kode Hiperkalemia ICD 10 dan Penanganannya

DAFTAR ISI


Hiperkalemia adalah kondisi medis yang terjadi ketika kadar kalium dalam darah melebihi batas normal, yaitu lebih dari 5,0 mEq/L. Kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala jelas di tahap awal, tetapi bisa berbahaya karena dapat mengganggu fungsi jantung, menyebabkan aritmia, bahkan henti jantung jika tidak diatasi. Hiperkalemia sering terkait dengan gangguan ginjal, penggunaan obat tertentu seperti penghambat ACE, atau konsumsi berlebihan makanan tinggi kalium. Kode ICD-10 untuk hiperkalemia adalah E87.5, yang digunakan dalam rekam medis untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penanganan hiperkalemia tidak hanya melibatkan penurunan kadar kalium darah secara cepat, tetapi juga mengatasi penyebab dasarnya, seperti penyakit ginjal kronis atau gangguan metabolisme. Dalam banyak kasus, dokter akan meresepkan obat yang membantu menurunkan kalium darah atau mengurangi risiko terulangnya kondisi ini, terutama pada pasien dengan risiko tinggi seperti penderita gagal ginjal atau gagal jantung.

Meskipun diet dan perubahan gaya hidup penting, obat-obatan menjadi elemen utama dalam pengelolaan jangka panjang hiperkalemia. Berikut rekomendasi obat yang sering digunakan dalam penanganan kondisi ini, terutama untuk mengontrol faktor pemicu seperti tekanan darah tinggi dan gangguan lipid yang kerap menyertai hiperkalemia.

Rekomendasi Obat Hiperkalemia

1. Kalnex 500 mg

Kandungan aktif: Kalium asetat dan natrium bikarbonat. Obat ini membantu menetralkan asidosis metabolik yang sering memperburuk hiperkalemia. Dosis umum: 1–2 tablet per hari, sesuai anjuran dokter. Tidak dianjurkan untuk pasien dengan gangguan ginjal parah. Termasuk obat resep.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Kalnex 500 mg di Toko Kesehatan Halodoc

2. Atorvastatin 20 mg

Kandungan aktif: Atorvastatin. Obat ini menurunkan kolesterol LDL yang tinggi, sering ditemukan pada pasien hiperkalemia karena gangguan fungsi ginjal. Dosis umum: 10–20 mg/hari. Termasuk obat resep, harus dikonsumsi sesuai rekomendasi dokter karena dapat memengaruhi metabolisme elektrolit.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Atorvastatin 20 mg di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Hiperkalemia yang Sering Diabaikan
  1. Konsumsi garam pengganti yang mengandung kalium.
  2. Penggunaan obat NSAID (seperti ibuprofen) jangka panjang.
  3. Defisien hormon aldosteron (hipoaldosteronisme).
  4. Asupan buah dan sayur tinggi kalium tanpa kontrol (pisang, alpukat, kentang).

3. Simvastatin 20 mg

Kandungan aktif: Simvastatin. Membantu menurunkan kadar lipid darah untuk mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular pada pasien hiperkalemia. Dosis umum: 10–40 mg/hari. Hindari konsumsi jus grapefruit karena dapat meningkatkan risiko efek samping otot.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Simvastatin 20 mg di Toko Kesehatan Halodoc

4. Rosuvastatin 20 mg

Kandungan aktif: Rosuvastatin. Obat statin dengan efek kuat dalam menurunkan kolesterol dan inflamasi vascular. Dosis umum: 5–40 mg/hari. Dianjurkan untuk pasien dengan gangguan ginjal ringan hingga sedang karena lebih aman di ginjal dibanding statin lain.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Rosuvastatin 20 mg di Toko Kesehatan Halodoc

5. Clopidogrel 75 mg

Kandungan aktif: Clopidogrel. Obat antiplatelet yang mencegah pembekuan darah, sering diresepkan untuk pasien hiperkalemia yang memiliki riwayat serangan jantung atau stroke. Dosis umum: 75 mg/hari. Tidak boleh dihentikan tiba-tiba tanpa konsultasi dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Clopidogrel 75 mg di Toko Kesehatan Halodoc

Kapan Harus ke Dokter?

Kunjungi dokter segera jika Anda mengalami detak jantung tidak teratur, lemas berlebihan, mati rasa di tangan atau kaki, atau merasa sesak napas mendadak. Gejala-gejala ini bisa tanda hiperkalemia yang memburuk dan memerlukan penanganan darurat.

Studi Terkait

Journal of the American Society of Nephrology. Diakses pada 2026. “Management of Hyperkalemia in Chronic Kidney Disease: A 2026 Update.”

European Heart Journal. Diakses pada 2026. “The Role of SGLT2 Inhibitors and Renin-Angiotensin System Blockade in Hyperkalemia Prevention.”

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis jantung secara online, kapan saja dan di mana saja. Dapatkan diagnosis tepat, resep digital, dan rekomendasi penanganan hiperkalemia yang personal. Layanan konsultasi dilakukan oleh dokter berlisensi dan terjamin kerahasiaannya.

    FAQ

    1. Apa yang menyebabkan hiperkalemia?
      Hiperkalemia sering disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal, penggunaan obat tertentu seperti penghambat ACE, asidosis, atau konsumsi berlebihan makanan tinggi kalium.
    2. Apakah hiperkalemia bisa disembuhkan?
      Tergantung penyebabnya. Jika disebabkan oleh penyakit sementara, bisa sembuh dengan pengobatan. Jika karena penyakit ginjal kronis, perlu manajemen jangka panjang.
    3. Bisakah saya minum obat hiperkalemia tanpa resep?
      Tidak. Semua obat yang direkomendasikan dalam artikel ini adalah resep. Konsumsi tanpa pengawasan dokter berisiko memperparah kondisi.
    4. Haruskah saya melakukan pemeriksaan darah rutin?
      Iya, jika Anda berisiko tinggi (misalnya penderita gagal ginjal atau diabetes), lakukan pemeriksaan kadar kalium darah setiap 3–6 bulan sekali.

    Referensi

    Journal of the American Society of Nephrology. Diakses pada 2026. “Management of Hyperkalemia in Chronic Kidney Disease: A 2026 Update.”
    European Heart Journal. Diakses pada 2026. “The Role of SGLT2 Inhibitors and Renin-Angiotensin System Blockade in Hyperkalemia Prevention.”
    World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. “Guidelines on Electrolyte Disorders in Chronic Kidney Disease.”
    Badan POM RI. Diakses pada 2026. “Daftar Obat dengan Kode ICD-10 E87.5.”