Ad Placeholder Image

Mengenal Kode IBS ICD 10 dalam Diagnosis Medis yang Tepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 26 Agustus 2026

Mengenal Kode Diagnosis IBS ICD 10 dalam Rekam Medis Pasien Gangguan Pencernaan Secara Tepat.

Mengenal Kode IBS ICD 10 dalam Diagnosis Medis yang TepatMengenal Kode IBS ICD 10 dalam Diagnosis Medis yang Tepat

DAFTAR ISI


Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar adalah kondisi medis kronis yang memengaruhi kerja saluran pencernaan. Gejalanya kerap ditandai dengan kram perut, kembung, diare, hingga sembelit yang berulang.

Dalam dunia medis, setiap penyakit memiliki pengodean khusus untuk mempermudah pencatatan dan klaim asuransi kesehatan. Memahami kode IBS ICD 10 sangat penting agar kamu mendapat gambaran mengenai kriteria diagnosis yang digunakan dokter.

Kode IBS ICD 10 dalam Pencatatan Medis

International Classification of Diseases versi 10 (ICD-10) menetapkan kode K58 untuk pengodean diagnosis Irritable Bowel Syndrome. Kode ini membantu dokter menentukan subtipe IBS yang dialami oleh pasien secara spesifik.

Klasifikasi kode ICD 10 untuk IBS terbagi menjadi beberapa subkategori, antara lain K58.0 (IBS dengan diare/IBS-D), K58.1 (IBS dengan konstipasi/IBS-C), K58.2 (IBS campuran/IBS-M), dan K58.9 (IBS tanpa spesifikasi). Penentuan kode yang akurat berpatokan pada keluhan dominan pasien saat pemeriksaan medis.

Jika kamu memerlukan pengobatan untuk membantu meredakan keluhan terkait pencernaan atas rekomendasi dokter, berikut adalah beberapa pilihan produk kesehatan yang umum digunakan.

Rekomendasi Obat untuk Meringankan Gejala IBS

1. Lansoprazole 30 mg 10 Kapsul

Lansoprazole merupakan obat golongan proton pump inhibitor (PPI) yang berfungsi mengurangi produksi asam lambung berlebih. Penggunaan obat ini membantu meredakan gejala perut kembung dan nyeri ulu hati yang sering menyertai gangguan pencernaan.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lansoprazole 30 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

2. Gerdilium 10 mg 10 Kaplet

Gerdilium mengandung Domperidone yang bekerja sebagai prokinetik untuk mempercepat pergerakan makanan di saluran pencernaan. Obat ini efektif mengatasi mual, muntah, serta rasa penuh pada perut.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Gerdilium 10 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Omeprazole 20 mg 10 Kapsul

Omeprazole membantu mengontrol kadar asam lambung agar tidak mengiritasi dinding pencernaan. Penggunaan obat ini efektif mengurangi rasa terbakar di dada serta kram lambung.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Omeprazole 20 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. Oralit 200 4.1 g 1 Sachet

Bagi penderita IBS tipe diare (K58.0), bahaya dehidrasi perlu diwaspadai. Oralit berfungsi menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang akibat buang air besar berlebih.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Oralit 200 4.1 g 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Propepsa Suspensi 100 ml

Propepsa mengandung Sukralfat yang melapisi dinding lambung dan usus dari iritasi asam. Obat berbentuk suspensi ini membantu meredakan nyeri akibat peradangan pada saluran cerna.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Propepsa Suspensi 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Perawatan Mandiri untuk Gejala IBS

Selain mengonsumsi obat-obatan sesuai resep medis, kamu bisa menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi frekuensi kekambuhan IBS. Tingkatkan asupan serat secara bertahap jika kamu mengalami IBS tipe sembelit, serta hindari makanan pemicu gas seperti kubis atau minuman berkarbonasi.

Mengelola stres juga menjadi kunci penting karena saluran cerna sangat sensitif terhadap tekanan psikologis. Lakukan olahraga ringan secara teratur dan cukupi kebutuhan tidur harian.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari atau semakin parah hingga mengganggu aktivitas, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62811-9693-1100, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Layanan konsultasi di Halodoc memberikan kemudahan bagi kamu untuk berdiskusi dengan dokter tepercaya kapan saja.

  • ✅ Dokter berlisensi: Tanya dokter langsung dari smartphone dan terhubung dengan dokter spesialis berpengalaman.
  • ✅ Respon cepat: Konsultasi dapat dilakukan secara kilat tanpa harus menunggu antrean rumah sakit.
  • ✅ Privasi aman: Kerahasiaan riwayat medis dan percakapan bersama dokter terjamin sepenuhnya.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – Irritable bowel syndrome (K58).
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2026. Irritable Bowel Syndrome (IBS) Diagnosis & Treatment.
WebMD. Diakses pada 2026. Irritable Bowel Syndrome (IBS) Symptoms & Causes.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Diakses pada 2026. Cek Produk BPOM – Informasi Produk Obat.

FAQ

Apa kode ICD 10 utama untuk IBS?

Kode ICD 10 utama untuk Irritable Bowel Syndrome adalah K58. Kode ini memiliki beberapa turunan seperti K58.0 untuk tipe diare dan K58.1 untuk tipe sembelit.

Apakah IBS merupakan penyakit yang berbahaya?

IBS bukan merupakan penyakit yang mengancam jiwa atau memicu kanker usus, namun gejalanya bisa sangat mengganggu kualitas hidup penderitanya jika tidak ditangani dengan tepat.

Bagaimana dokter mendiagnosis IBS?

Dokter mendiagnosis IBS berdasarkan kriteria klinis (Kriteria Rome), riwayat medis pasien, serta menyingkirkan kemungkinan penyakit usus organik lainnya melalui pemeriksaan fisik dan penunjang.