Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD 10 Asthma Bronchial untuk Rekam Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 07 Agustus 2026

Kode ICD 10 Asthma Bronchial Penting untuk Diagnosis Medis yang Akurat dan Terstandarisasi.

Mengenal Kode ICD 10 Asthma Bronchial untuk Rekam MedisMengenal Kode ICD 10 Asthma Bronchial untuk Rekam Medis

DAFTAR ISI


Asma bronkial adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan jalan napas. Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami gejala berulang seperti sesak napas, dada terasa berat, mengi (bunyi “ngik-ngik”), dan batuk. Dalam dunia medis, penulisan diagnosis penyakit harus disesuaikan dengan sistem klasifikasi internasional yang baku.

Sistem pencatatan medis yang digunakan secara global adalah International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10). Mengetahui kode icd 10 asthma bronchial sangat penting bagi praktisi medis, pengelola fasilitas kesehatan, maupun pasien yang membutuhkan kejelasan administrasi rekam medis dan klaim asuransi kesehatan.

Pencatatan diagnosis yang akurat membantu dokter memberikan klasifikasi penanganan yang tepat sesuai dengan jenis dan tingkat keparahan asma yang dialami pasien. Jika kamu memiliki masalah pernapasan, disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc guna mendapatkan penanganan medis yang sesuai.

Mengenal Kode ICD 10 Asthma Bronchial

Dalam klasifikasi ICD-10 yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit sistem pernapasan dikelompokkan dalam bab khusus. Kode utama untuk penyakit asma berada di bawah kategori J45. Klasifikasi ini membagi asma berdasarkan penyebab pemicu utama, riwayat alergi, maupun sifat serangannya.

Penetapan kode diagnosis yang presisi mempermudah evaluasi klinis serta pemantauan efektivitas pengobatan dalam jangka panjang. Pengisian kode ICD-10 secara konsisten juga membantu pengumpulan data epidemiologi terkait prevalensi gangguan pernapasan di masyarakat.

Rincian Kode ICD 10 untuk Asma Bronkial

Berikut adalah subkategori kode ICD-10 yang sering digunakan untuk mendiagnosis asma bronkial:

  • J45.0 (Predominantly allergic asthma): Digunakan untuk asma yang didominasi oleh faktor alergi, seperti alergi debu, serbuk sari, atau bulu hewan. Termasuk pula dalam kategori ini adalah atopic asthma dan allergic bronchitis.
  • J45.1 (Nonallergic asthma): Kode untuk asma non-alergi yang dipicu oleh faktor non-alergik seperti cuaca dingin, stres, obat-obatan, atau infeksi.
  • J45.8 (Mixed asthma): Digunakan apabila pasien menunjukkan kombinasi gejala asma alergi dan non-alergi secara bersamaan.
  • J45.9 (Asthma, unspecified): Merupakan kode yang paling umum digunakan untuk klasifikasi icd 10 asthma bronchial tanpa spesifikasi lebih lanjut, atau disebut juga asma bronkial secara umum.
  • J46 (Status asthmaticus): Kode khusus untuk kondisi asma berat akut yang tidak merespon pengobatan standar dan membutuhkan penanganan darurat segera.

Faktor Pemicu dan Gejala Utama

Serangan asma bronkial dapat terpacu oleh berbagai iritan dan kondisi lingkungan sekitar. Mengidentifikasi faktor pemicu merupakan langkah utama dalam pencegahan kekambuhan gejala.

Faktor Pemicu Utama Serangan Asma Bronkial
  1. Paparan alergen seperti debu rumah, tungau, bulu hewan peliharaan, dan jamur.
  2. Polusi udara, asap rokok, asap kendaraan, atau bau kimia yang menyengat.
  3. Infeksi saluran pernapasan seperti flu atau bronkitis akibat virus.
  4. Perubahan cuaca mendadak, udara dingin, serta aktivitas fisik berlebihan.

Penanganan dan Pengobatan Asma Bronkial

Pengobatan asma bertujuan untuk mengontrol gejala dan mencegah serangan berulang. Penanganan umumnya terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu obat pelega (reliever) untuk meredakan serangan sesak secara cepat, dan obat pengontrol (controller) yang diminum atau dihirup secara teratur guna mengurangi peradangan pada saluran napas.

Selain konsumsi obat rutin, pasien asma disarankan untuk mencatat riwayat puncak laju ekspirasi menggunakan alat peak flow meter serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal agar terhindar dari pemicu serangan.

Studi Terkait

Studi terbaru dalam jurnal Respiratory Medicine (2026) menunjukkan bahwa standarisasi penggunaan kode ICD-10 yang akurat pada penderita asma bronkial secara signifikan meningkatkan keberhasilan manajemen terapi jangka panjang. Penelitian tersebut menggarisbawahi bahwa pencatatan fenotipe asma yang tepat (alergi vs non-alergi) membantu dokter meresepkan terapi biologis yang lebih spesifik dan efektif.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami sesak napas yang sering kumat, mengi saat bernapas, atau batuk berkepanjangan yang mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Paru di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Layanan konsultasi online di Halodoc memberikan berbagai kemudahan untuk menjaga kesehatan pernapasan kamu:

  • ✅ Dokter berpengalaman: Pilihan dokter umum dan spesialis paru terpercaya dengan STR dan SIP aktif.
  • ✅ Akses 24/7: Konsultasi dapat dilakukan kapan saja saat gejala mulai dirasakan, tanpa perlu keluar rumah.
  • ✅ Resep obat langsung: Dokter dapat memberikan resep resmi yang bisa langsung ditebus di Halodoc.
  • ✅ Privasi aman: Sesi konsultasi dijamin kerahasiaannya untuk kenyamanan pasien.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10) – Chapter X: Diseases of the respiratory system (J00-J99).
PubMed Central (PMC). Diakses pada 2026. Precision and Clinical Applications of ICD-10 Coding in Asthma Exacerbation Studies.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tatalaksana Asma Bronkial.
WebMD. Diakses pada 2026. Asthma Diagnosis and Classification Guide.

FAQ

1. Berapa kode ICD 10 untuk asthma bronchial?
Kode ICD-10 umum untuk asthma bronchial adalah J45.9 (Asthma, unspecified). Namun, jika asma dipicu oleh alergi, kode yang lebih spesifik adalah J45.0.

2. Apa perbedaan kode ICD 10 J45.0 dan J45.1?
Kode J45.0 digunakan untuk asma yang terutama disebabkan oleh alergi (predominantly allergic asthma). Sedangkan kode J45.1 digunakan untuk kasus asma non-alergi (nonallergic asthma).

3. Apakah kode ICD 10 asthma bronchial penting untuk klaim asuransi?
Ya, kode ICD-10 wajib dicantumkan dalam lembar rekam medis dan klaim asuransi. Pencantuman kode ini memastikan keabsahan diagnosis medis serta kelancaran proses verifikasi klaim.

4. Apa itu kode J46 dalam penyakit asma?
Kode J46 digunakan untuk kondisi status asthmaticus, yaitu serangan asma berat dan akut yang tergolong gawat darurat dan membutuhkan penanganan intensif segera.