
Mengenal Kode ICD 10 CA Nasofaring Secara Lengkap dan Jelas
Kode ICD 10 ca nasofaring untuk pendataan medis dan diagnosis kanker tenggorokan yang akurat.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Kode ICD 10 Ca Nasofaring?
- Rincian Kode ICD 10 Ca Nasofaring
- Gejala dan Faktor Risiko Kanker Nasofaring
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Kanker nasofaring atau nasopharyngeal carcinoma (NPC) merupakan jenis kanker keganasan yang tumbuh di area nasofaring, yaitu bagian atas tenggorokan yang terletak di belakang hidung. Kondisi ini tergolong sebagai salah satu kanker kepala dan leher yang paling sering ditemukan di Indonesia.
Dalam dunia medis dan sistem administrasi kesehatan, setiap penyakit memiliki pengkodean internasional yang terstandarisasi. Istilah ICD 10 Ca Nasofaring mengacu pada klasifikasi kode diagnosa resmi berdasarkan sistem International Classification of Diseases, 10th Revision yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Penggunaan kode ICD 10 sangat vital untuk pencatatan rekam medis, klaim asuransi atau BPJS Kesehatan, hingga pemantauan epidemiologi penyakit secara global. Memahami kode ini dapat membantu pasien dan keluarga mengenali rincian diagnosis medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan.
Apa Itu Kode ICD 10 Ca Nasofaring?
Kode ICD 10 untuk kanker nasofaring berada di dalam kategori tumor ganas (malignant neoplasms) organ pernapasan dan intratoraks. Klasifikasi utama untuk keganasan pada nasofaring adalah kode C11.
Kode utama ini membantu dokter dan staf medis menentukan secara spesifik lokasi anatomi jaringan tumor yang tumbuh di dalam ruang nasofaring, sehingga rencana terapi seperti radioterapi, kemoterapi, atau tindakan bedah dapat direncanakan secara presisi.
Rincian Kode ICD 10 Ca Nasofaring
Kode C11 terbagi lagi menjadi beberapa sub-kode yang menjelaskan lokasi spesifik ditemukannya tumor ganas:
- C11.0: Malignant neoplasm of superior wall of nasopharynx (Keganasan pada dinding atas nasofaring).
- C11.1: Malignant neoplasm of posterior wall of nasopharynx (Keganasan pada dinding belakang nasofaring).
- C11.2: Malignant neoplasm of lateral wall of nasopharynx (Keganasan pada dinding samping nasofaring, termasuk area fossa Rosenmüller).
- C11.3: Malignant neoplasm of anterior wall of nasopharynx (Keganasan pada dinding depan nasofaring).
- C11.8: Malignant neoplasm of overlapping lesion of nasopharynx (Keganasan yang tumpang tindih pada beberapa dinding nasofaring).
- C11.9: Malignant neoplasm of nasopharynx, unspecified (Keganasan nasofaring, tidak dijelaskan secara rinci).
Gejala dan Faktor Risiko Kanker Nasofaring
Pada stadium awal, kanker nasofaring sering kali tidak menimbulkan gejala khas. Namun, seiring berkembangnya massa tumor, beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi benjolan tanpa rasa sakit di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening, hidung tersumbat terus-menerus, mimisan berulang, telinga berdenging (tinnitus), hingga penurunan pendengaran.
Faktor risiko utama memicu kondisi ini di antaranya adalah infeksi Epstein-Barr Virus (EBV), konsumsi makanan yang diawetkan atau diasinkan secara berlebihan, kebiasaan merokok, serta faktor riwayat keluarga (genetik).
Studi Terkait
Berdasarkan riset terintegrasi dari jurnal otolaringologi internasional (2026), standarisasi penggunaan kode ICD 10 dalam pelaporan kasus nasopharyngeal carcinoma terbukti meningkatkan ketepatan pelacakan stadium dini dan efisiensi koordinasi rujukan antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan pusat penanganan onkologi terpadu.
Kapan Harus Ke Dokter?
Jika kamu atau anggota keluarga mengalami benjolan di leher yang tak kunjung hilang, hidung sering tersumbat sebelah, atau sering mimisan tanpa alasan jelas, segeralah melakukan konsultasi medis. Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan terapi kanker. Kamu bisa berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis THT melalui Halodoc untuk mendapatkan pemeriksaan awal yang tepat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi kesehatan kini lebih mudah dan nyaman melalui Halodoc. Kamu bisa terhubung langsung dengan dokter tepercaya kapan saja dan di mana saja.
- ✅ Dokter berlisensi: Dokter pilihan di Halodoc memiliki STR dan SIP aktif sehingga kredibilitas medisnya terjamin.
- ✅ Respon cepat 24 jam: Akses layanan kesehatan tanpa batas waktu, siap membantu saat kondisi darurat maupun pertanyaan harian.
- ✅ Privasi terjamin: Sesi konsultasi berlangsung aman dan rahasia pasien terlindungi sepenuhnya.
- ✅ Praktis tanpa antre: Cukup gunakan aplikasi Halodoc di ponselmu untuk konsultasi ke dokter spesialis online.
Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10) – Code C11.
PubMed Central (PMC). Diakses pada 2026. Nasopharyngeal Carcinoma: Diagnosis, Staging, and Management Strategies.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Kanker Nasofaring.
WebMD. Diakses pada 2026. What Is Nasopharyngeal Cancer? Symptoms, Causes, and Treatments.
FAQ
1. Apa kode ICD 10 yang paling sering digunakan untuk diagnosa Ca Nasofaring?
Kode yang paling umum digunakan adalah C11.9 (Malignant neoplasm of nasopharynx, unspecified) jika lokasi spesifik spesimen belum dijelaskan detail, atau C11.0–C11.8 sesuai letak anatomi tumor.
2. Apakah kode ICD 10 Ca Nasofaring penting untuk klaim BPJS Kesehatan?
Ya, kode ICD 10 sangat penting karena menjadi acuan diagnosis resmi yang digunakan petugas medis dalam sistem pengkodean untuk proses verifikasi klaim layanan kesehatan BPJS maupun asuransi swasta.
3. Kapan seseorang yang dicurigai kena Ca Nasofaring harus diperiksa?
Pemeriksaan harus segera dilakukan apabila timbul benjolan di leher yang menetap, hidung tersumbat kronis pada satu sisi, atau tinnitus yang disertai gangguan pendengaran tanpa sebab yang jelas.




