Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD 10 Drop Foot untuk Diagnosis Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Agustus 2026

Mengenal Kode ICD 10 Drop Foot untuk Diagnosis Medis yang Tepat dan Akurat bagi Pasien

Mengenal Kode ICD 10 Drop Foot untuk Diagnosis MedisMengenal Kode ICD 10 Drop Foot untuk Diagnosis Medis

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu atau orang terdekat mengalami kesulitan mengangkat bagian depan kaki saat berjalan, sehingga jari-jari kaki cenderung terseret di lantai? Kondisi ini dikenal dalam dunia medis sebagai drop foot atau foot drop (kaki terkulai). Kondisi ini bukanlah sebuah penyakit berdiri sendiri, melainkan tanda dari adanya masalah neuromuskular, struktural, atau cedera saraf yang mendasarinya.

Dalam sistem klasifikasi medis internasional, setiap diagnosis memiliki kode khusus untuk keperluan rekam medis dan klaim asuransi. Memahami pencatatan klasifikasi seperti kode ICD 10 drop foot sangat penting agar pasien menerima alur penanganan medis dan rehabilitasi yang tepat dari dokter spesialis.

Mengenal Kode ICD 10 Drop Foot

International Classification of Diseases, Tenth Revision (ICD-10) memetakan kondisi drop foot ke dalam beberapa kategori, tergantung pada penyebab spesifik dan lokasi kelainannya:

  • M21.37: Kode utama untuk Foot drop (Kaki terkulai) pada area pergelangan kaki dan kaki. Sub-kode spesifiknya meliputi M21.371 (kaki kanan), M21.372 (kaki kiri), dan M21.379 (sisi tidak ditentukan).
  • G57.3: Digunakan jika drop foot disebabkan oleh lesi atau kelumpuhan pada saraf peroneal (lesion of lateral popliteal nerve).

Penyebab dan Gejala Drop Foot

Drop foot terjadi akibat kelemahan atau kelumpuhan pada otot-otot yang berfungsi mengangkat bagian depan kaki (dorsifleksor). Beberapa faktor penyebab utamanya meliputi:

  • Cedera Saraf Peroneal: Saraf ini mengontrol otot yang mengangkat kaki dan letaknya dekat dengan permukaan kulit di dekat lutut, membuatnya rentan tertekan atau cedera.
  • Gangguan Tulang Belakang: Saraf terjepit (hernia nukleus pulposus / HNP) di area pinggang (L4-L5) dapat menekan akar saraf yang menuju ke kaki.
  • Kelainan Otak dan Saraf Pusat: Kondisi seperti stroke, multiple sclerosis (MS), atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS).
  • Gangguan Otot: Polio atau distrofi otot yang menyebabkan kelemahan progresif pada serat otot.

Gejala yang timbul mencakup rasa kebas, kesemutan di punggung kaki, gaya jalan melangkah tinggi (steppage gait) untuk mencegah jari kaki terseret, serta ketidakseimbangan saat berdiri.

Metode Penanganan Medis Drop Foot

Karena drop foot merupakan kelainan struktural dan fungsional saraf-otot, kondisi ini tidak bisa disembuhkan hanya dengan konsumsi obat-obatan mandiri. Penanganan yang efektif memerlukan evaluasi medis menyeluruh yang berfokus pada rehabilitasi dan pemulihan fungsi:

  • Penggunaan Alat Bantu Orthotis: Penyangga pergelangan kaki khusus seperti Ankle-Foot Orthosis (AFO) membantu menahan posisi kaki tetap netral saat berjalan.
  • Fisioterapi: Latihan peregangan dan penguatan otot kaki secara rutin untuk meningkatkan fleksibilitas dan mencegah kekakuan sendi.
  • Stimulasi Saraf Listrik: Terapi Functional Electrical Stimulation (FES) untuk merangsang saraf peroneal agar otot dapat berkontraksi kembali.
  • Tindakan Bedah: Dilakukan pada kasus saraf terjepit parah atau cedera fisik permanen melalui dekompresi saraf maupun transfer tendon.

Studi Terkait

Berdasarkan riset terbaru dalam jurnal rehabilitasi medis tahun 2026, kombinasi penggunaan alat bantu AFO dengan terapi stimulasi saraf listrik (FES) terbukti meningkatkan kecepatan dan stabilitas berjalan pasien drop foot secara signifikan hingga 40% dibandingkan metode latihan konvensional saja. Pengobatan dini pada kompresi saraf peroneal juga memberikan angka kesembuhan fungsional yang jauh lebih tinggi dalam kurun waktu 6 bulan pertama.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluargamu mengalami gejala kaki terseret, sulit mengangkat telapak kaki, atau sering tersandung saat berjalan, jangan menunda konsultasi medis. Segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi klinis dan penanganan rehabilitasi yang tepat.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi masalah kesehatan saraf dan otot kini lebih mudah melalui platform Halodoc:

  • Dokter berpengalaman: Terhubung langsung dengan dokter spesialis saraf dan orthopedi berlisensi resmi (STR dan SIP).
  • Tersedia 24 jam: Bisa berkonsultasi kapan saja dan di mana saja tanpa perlu mengantre di rumah sakit.
  • Privasi aman: Sesi konsultasi dijamin aman dan terjaga kerahasiaannya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

Journal of NeuroEngineering and Rehabilitation. Diakses pada 2026. Efficacy of Functional Electrical Stimulation and Ankle-Foot Orthoses in Foot Drop Rehabilitation.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Foot Drop: Symptoms, Causes, and Diagnosis.
National Center for Biotechnology Information (NCBI) Bookshelf. Diakses pada 2026. Peroneal Nerve Palsy and Drop Foot Management.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD-10).

FAQ

Apakah drop foot bisa sembuh total?
Peluang kesembuhan bergantung pada penyebab utamanya. Jika disebabkan oleh cedera saraf ringan atau kompresi sementara, pemulihan total sangat mungkin terjadi melalui fisioterapi. Namun, jika disebabkan oleh kerusakan saraf permanen atau penyakit degeneratif, alat bantu tetap dibutuhkan jangka panjang.

Apa kode ICD 10 paling umum untuk drop foot?
Kode ICD 10 yang umum digunakan adalah M21.37 untuk kondisi foot drop pada pergelangan kaki/kaki, serta G57.3 jika secara spesifik disebabkan oleh kerusakan pada saraf peroneal.

Dokter spesialis apa yang menangani kondisi drop foot?
Kamu bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf (Neurologi) untuk evaluasi kerusakan saraf, serta Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) atau Orthopedi untuk tindakan penanganan fisik.

Apakah minum obat saraf bisa menyembuhkan drop foot secara instan?
Tidak. Obat suplemen saraf (seperti vitamin B kompleks) hanya berfungsi mendukung kesehatan jaringan saraf, namun tidak bisa memperbaiki gangguan biomekanik atau saraf yang terhimpit secara fisik tanpa bantuan fisioterapi atau terapi medis khusus.