
Mengenal Kode ICD 10 EDH untuk Diagnosis Cedera Kepala
Kode ICD 10 EDH untuk identifikasi medis cedera kepala perdarahan epidural di rumah sakit.

DAFTAR ISI
- Mengenal Kode ICD-10 EDH
- Penyebab dan Gejala Epidural Hematoma
- Penanganan Medis Epidural Hematoma
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Epidural Hematoma (EDH) adalah kondisi kegawatdaruratan medis berupa penumpukan darah di antara lapisan duramater (selaput luar otak) dan tulang tengkorak. Kondisi ini umumnya dipicu oleh trauma hebat pada kepala, seperti kecelakaan lalu lintas atau cedera saat berolahraga, yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah arteri di otak.
Dalam dunia medis, pencatatan diagnosis yang tepat sangat krusial untuk menentukan langkah penanganan lanjutan. Penggunaan kode icd 10 edh menjadi standar internasional untuk mengomunikasikan kondisi klinis pasien secara akurat antarfasilitas pelayanan kesehatan.
Perlu dipahami bahwa EDH bukan kondisi yang dapat diatasi dengan konsumsi obat-obatan oral secara mandiri. EDH membutuhkan evaluasi medis tingkat lanjut dan penanganan bedah saraf darurat di rumah sakit untuk mencegah komplikasi fatal akibat peningkatan tekanan dalam tengkorak.
Mengenal Kode ICD-10 EDH
Dalam sistem klasifikasi ICD-10 (International Classification of Diseases, Tenth Revision), kode spesifik untuk Epidural Hematoma adalah S06.4 (Epidural hemorrhage). Kode ini mengindikasikan perdarahan traumatik yang terjadi pada ruang epidural akibat cedera kepala intrakranial.
Dokter dan tenaga medis menggunakan kode S06.4 ini untuk mempermudah identifikasi diagnosis pada rekam medis, klaim asuransi kesehatan, serta pencatatan epidemiologi. Penentuan kode yang tepat memicu respons medis cepat karena EDH tergolong sebagai kasus darurat bedah saraf.
Penyebab dan Gejala Epidural Hematoma
Penyebab utama EDH adalah fraktur atau retakan pada tulang tengkorak yang merobek pembuluh darah menimpa area tersebut, terutama arteri meningea media. Beberapa gejala khas dari EDH meliputi:
- Lucid Interval: Periode penurunan kesadaran sementara setelah benturan, diikuti fase sadar sejenak, lalu kesadaran memburuk secara mendadak.
- Sakit kepala yang sangat hebat dan semakin parah.
- Mual dan muntah menyembur.
- Pelebaran pupil mata pada salah satu sisi (anisokor).
- Kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh.
Penanganan Medis Epidural Hematoma
Penanganan EDH berfokus pada penghentian sumber perdarahan dan pengeluaran gumpalan darah yang menekan otak. Karena bersifat kegawatdaruratan struktural, pengobatan medikamentosa (obat-obatan) saja tidak memadai untuk menyembuhkan kondisi ini.
Tindakan utama yang sering dilakukan adalah prosedur operasi pembedahan saraf, seperti kraniotomi (pembukaan tulang tengkorak untuk evakuasi hematoma). Namun, pada kasus volume perdarahan yang sangat kecil dan pasien yang stabil, dokter dapat melakukan observasi ketat di ruang perawatan intensif (ICU).
Studi Terkait
Berdasarkan riset klinis mengenai tata laksana trauma otak traumatik, intervensi bedah cepat pada kasus epidural hematoma sebelum timbulnya herniasi otak terbukti menekan angka mortalitas hingga di bawah 10%. Studi tersebut menegaskan bahwa penanganan dalam rentang waktu “golden period” sangat menentukan pemulihan fungsi neurologis pasien secara signifikan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu atau seseorang di sekitarmu mengalami cedera kepala yang disertai muntah, pusing parah, atau penurunan kesadaran, segera kunjungi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat. Untuk konsultasi awal mengenai penanganan pascacedera kepala, kamu dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Saraf di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi kesehatan kini lebih mudah dan cepat melalui layanan Chat Dokter di Halodoc. Dokter spesialis berpengalaman siap membantu memberikan arahan medis secara akurat selama 24 jam penuh kapan saja dan di mana saja.
Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – Traumatic Intracranial Hemorrhage (S06.4 Epidural Hemorrhage).
NCBI Bookshelf / StatPearls. Diakses pada 2026. Epidural Hematoma: Diagnosis, Management, and Surgical Outcomes.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Trauma Kepala.
WebMD. Diakses pada 2026. Epidural Hematoma: Symptoms, Causes, and Emergency Treatments.
FAQ
1. Apa kode ICD-10 untuk Epidural Hematoma (EDH)?
Kode ICD-10 resmi untuk Epidural Hematoma adalah S06.4, yang mengklasifikasikan kondisi perdarahan traumatik pada ruang epidural di dalam tengkorak.
2. Apakah EDH bisa disembuhkan dengan obat-obatan saja?
Tidak. EDH adalah kondisi kegawatdaruratan medis berupa akumulasi darah yang umumnya membutuhkan tindakan bedah saraf segera untuk meredakan tekanan pada jaringan otak.
3. Apa perbedaan antara kode ICD-10 EDH dan SDH?
EDH (Epidural Hematoma) menggunakan kode S06.4, sedangkan SDH (Subdural Hematoma) menggunakan kode S06.5 karena perbedaan lokasi anatomi perdarahan di selaput otak.
4. Mengapa periode “lucid interval” pada EDH sangat berbahaya?
Karena penderita tampak seolah-olah sudah membaik atau sadar penuh setelah benturan, padahal gumpalan darah terus membesar hingga dapat menyebabkan penurunan kesadaran secara mendadak.




