Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD 10 Hearing Loss Unspecified Untuk Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Agustus 2026

Mengenal Kode ICD 10 Hearing Loss Unspecified Untuk Diagnosis Gangguan Pendengaran Medis

Mengenal Kode ICD 10 Hearing Loss Unspecified Untuk MedisMengenal Kode ICD 10 Hearing Loss Unspecified Untuk Medis

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu melihat catatan medis atau resume rawat jalan yang mencantumkan istilah ICD 10 hearing loss unspecified? Dalam dunia medis, istilah ilmiah ini digunakan oleh tenaga kesehatan untuk mengklasifikasikan kondisi gangguan pendengaran tertentu pada pasien.

Sistem ICD-10 (International Classification of Diseases, Tenth Revision) merupakan standar internasional yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencatat diagnosis penyakit, gejala, serta temuan klinis. Memahami arti kode ini sangat berguna agar kamu lebih tenang dan tahu langkah penanganan medis selanjutnya.

Apa Itu Kode ICD 10 Hearing Loss Unspecified?

Dalam sistem ICD-10, kode untuk hearing loss unspecified adalah H91.9. Kode ini mengacu pada kondisi penurunan kemampuan mendengar yang belum ditentukan secara pasti jenis maupun penyebab utamanya oleh dokter spesialis.

Penggunaan kode H91.9 bersifat sementara saat pemeriksaan awal medis berlangsung. Dokter akan mencantumkan kode ini ketika pasien mengeluhkan gangguan pendengaran, namun belum menjalani pemeriksaan audiometri atau penunjang lanjutan untuk menentukan apakah gangguan tersebut bersifat konduktif, sensorineural, atau campuran.

Penyebab dan Gejala Gangguan Pendengaran

Meskipun kodenya belum spesifik, penurunan kemampuan mendengar umumnya dipicu oleh berbagai faktor klinis. Beberapa penyebab umum yang kerap ditemukan meliputi:

  • Sumbatan serumen (kotoran telinga) yang menumpuk di saluran telinga luar.
  • Presbiakusis, yaitu proses penuaan alami pada organ pendengaran.
  • Paparan suara bising (noise-induced hearing loss) dalam jangka panjang atau secara mendadak.
  • Infeksi telinga, seperti otitis media atau otitis eksterna.
  • Efek samping obat ototoksik yang berpotensi merusak saraf pendengaran.

Gejala yang sering dirasakan pasien antara lain kesulitan memahami percakapan di tempat ramai, sering meminta orang lain mengulang ucapan, telinga terasa penuh, hingga muncul desing atau berdenging (tinnitus).

Pemeriksaan dan Diagnosis Medis

Untuk mengubah diagnosis ICD 10 H91.9 menjadi diagnosis yang lebih spesifik, dokter spesialis THT akan melakukan serangkaian evaluasi medis komprehensif. Pemeriksaan ini mencakup otoskopi untuk melihat kondisi fisik liang telinga, tes garputala, serta pemeriksaan audiometri nada murni.

Setelah hasil tes keluar, dokter akan memperbarui diagnosis ke kode yang lebih spesifik, seperti H90.0 (gangguan pendengaran konduktif) atau H90.3 (gangguan pendengaran sensorineural), sehingga rencana terapi atau penggunaan alat bantu dengar dapat disesuaikan secara akurat.

Studi Terkait

Sebuah riset klinis yang dipublikasikan dalam Journal of Audiology & Otology (2026) menunjukkan bahwa penggunaan kode administratif awal seperti ICD 10 H91.9 sangat krusial dalam alur rujukan pasien. Studi tersebut menggarisbawahi bahwa pencatatan awal yang tepat dapat mempercepat evaluasi audiometri susulan, sehingga penurunan pendengaran akibat neuropati saraf dapat terdeteksi lebih dini dan mencegah kerusakan permanen.

Kapan Harus Ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluargamu mengalami penurunan kemampuan mendengar secara mendadak atau bertahap, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis THT di Halodoc. Evaluasi awal secara medis sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat sesuai kondisi telingamu.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melakukan konsultasi kesehatan di Halodoc memberikan banyak kemudahan untuk menjaga kesehatan telinga dan organ tubuh lainnya secara praktis:

  • Respon Cepat: Dokter spesialis berpengalaman siap merespon pertanyaan medis kamu kapan saja.
  • Akses 24 Jam: Layanan konsultasi ke dokter Halodoc tersedia kapan saja dan di mana saja tanpa perlu keluar rumah.
  • Rujukan Medis: Jika diperlukan pemeriksaan fisik langsung atau audiometri, dokter dapat memberikan saran rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. International Classification of Diseases (ICD-10): Hearing loss unspecified (H91.9).
PubMed Central. Diakses pada 2026. Clinical Management and Coding Accuracy for Hearing Impairments in Otolaryngology.
Journal of Audiology & Otology. Diakses pada 2026. Diagnostic Accuracy and Audiometric Outcomes in Patients with Unspecified Hearing Loss.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Gangguan Pendengaran.

FAQ

1. Apa kode ICD 10 untuk hearing loss unspecified?
Kode ICD-10 untuk hearing loss unspecified adalah H91.9. Kode ini digunakan saat diagnosis gangguan pendengaran belum dapat ditentukan jenis atau penyebab pastinya secara mendalam.

2. Apakah diagnosis ICD 10 H91.9 berarti tuli permanen?
Tidak selalu. Kode ini hanya penanda awal bahwa pendengaran mengalami penurunan. Setelah menjalani tes audiometri, penyebabnya bisa saja berupa penyumbatan kotoran telinga yang sifatnya sementara dan mudah dibersihkan.

3. Apakah obat tetes telinga bebas bisa mengatasi kondisi ini?
Tidak disarankan menggunakan obat tetes tanpa resep dokter. Penggunaan obat harus disesuaikan dengan penyebab gangguan pendengaran yang mendasarinya setelah diperiksa dokter THT.

4. Kapan tes audiometri perlu dilakukan?
Tes audiometri sangat disarankan jika kamu merasa pendengaran menurun secara perlahan, sering mendengar suara berdenging, atau mengalami penurunan pendengaran mendadak setelah terpapar suara keras.