Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD 10 IBS untuk Diagnosis Gangguan Pencernaan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Mengenal Kode ICD 10 IBS untuk Diagnosis Gangguan Pencernaan yang Tepat dan Akurat

Mengenal Kode ICD 10 IBS untuk Diagnosis Gangguan PencernaanMengenal Kode ICD 10 IBS untuk Diagnosis Gangguan Pencernaan

DAFTAR ISI


Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar adalah gangguan sistem pencernaan kronis yang memengaruhi usus besar. Dalam sistem pengodean medis internasional, kode ICD 10 IBS berada dalam klasifikasi kategori K58. Pengodean ini digunakan oleh dokter dan tenaga medis untuk mengidentifikasi serta mencatat diagnosis gangguan usus secara spesifik.

Kode ICD 10 untuk IBS terbagi menjadi beberapa sub-kategori berdasarkan gejala utamanya, seperti K58.0 (IBS dengan diare), K58.1 (IBS dengan konstipasi), K58.2 (IBS tipe campuran), dan K58.9 (IBS tanpa spesifikasi). Seseorang yang mengalami kondisi ini umumnya merasakan ketidaknyamanan pada perut yang kambuh berulang kali.

Gejala IBS dapat berupa kram perut, kembung, gas berlebih, diare, hingga sembelit. Meskipun bersifat kronis, gejala IBS bisa dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, pola makan, serta bantuan terapi obat-obatan medis.

Rekomendasi Obat dan Suplemen untuk IBS

Berikut adalah beberapa opsi obat dan produk kesehatan yang umum digunakan untuk meredakan gejala IBS sesuai petunjuk dokter:

1. Duspatalin 135 mg 10 Tablet

Duspatalin mengandung Mebeverine HCl yang bekerja langsung merelaksasi otot-otot halus di saluran pencernaan. Obat ini efektif meredakan kram perut, nyeri usus, dan kembung akibat sindrom iritasi usus besar.

Dosis umum dewasa adalah 1 tablet, diminum 3 kali sehari sebelum makan. Penggunaan obat harus disesuaikan dengan anjuran dokter.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Duspatalin 135 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Buscopan 10 mg 10 Tablet

Buscopan mengandung Hyoscine-N-butylbromide yang berfungsi sebagai antispasmodik. Obat ini bekerja dengan mengendurkan kram pada otot saluran cerna sehingga dapat mengurangi rasa nyeri kejang perut yang mendadak akibat IBS.

Dosis dewasa yang disarankan yaitu 1-2 tablet, diminum 3-5 kali sehari saat timbul kram perut.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Buscopan 10 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Loperamide HCl 2 mg 10 Tablet

Loperamide diindikasikan untuk meredakan gejala diare akut maupun kronis pada tipe IBS dominan diare (IBS-D). Obat ini memperlambat gerakan usus sehingga tinja menjadi lebih padat dan frekuensi buang air besar berkurang.

Dosis awal dewasa adalah 2 tablet (4 mg), dilanjutkan 1 tablet setelah setiap buang air besar encer. Dosis maksimal per hari tidak boleh melebihi 16 mg.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Loperamide HCl 2 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Lacto-B 1 Sachet

Lacto-B merupakan suplemen probiotik yang mengandung bakteri baik untuk membantu menjaga keseimbangan flora usus. Suplemen ini bermanfaat mengurangi gejala ketidaknyamanan pencernaan seperti kembung dan diare.

Dosis pemakaian sesuai saran dokter atau aturan pada kemasan produk, umumnya dikonsumsi langsung atau dicampur dengan makanan/minuman tidak panas.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lacto-B 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Penanganan IBS Mandiri di Rumah

Selain mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan, perbaikan gaya hidup sangat penting untuk mencegah kekambuhan IBS:

  • Menerapkan pola makan rendah FODMAP (mengurangi makanan penghasil gas seperti kubis, bawang, dan produk susu).
  • Mengelola stres dengan meditasi, yoga, atau olahraga teratur.
  • Mencukupi asupan cairan harian minimal 2 liter air putih per hari.
  • Mengonsumsi makanan kaya serat terlarut secara bertahap jika mengalami IBS tipe konstipasi.

Studi Terkait

Penelitian dari World Journal of Gastroenterology (2026) menunjukkan bahwa kombinasi antara terapi antispasmodik targeted dan suplemen probiotik secara signifikan menurunkan frekuensi nyeri perut serta memperbaiki skor kualitas hidup pasien dengan kriteria diagnosis ICD 10 IBS dalam kurun waktu 8 minggu.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari atau semakin parah hingga mengganggu aktivitas harian, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Kamu tidak perlu bingung saat menghadapi kram perut berulang atau masalah pencernaan yang mengganggu. Lebih praktis, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter dapat memberikan diagnosis akurat serta rekomendasi penanganan yang tepat sesuai kondisi medis kamu.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version: 2019 – Chapter XI Diseases of the digestive system (K58 Irritable bowel syndrome).
World Journal of Gastroenterology. Diakses pada 2026. Efficacy of targeted antispasmodics and probiotics in Irritable Bowel Syndrome management.
WebMD. Diakses pada 2026. Understanding Irritable Bowel Syndrome (IBS) – Symptoms and Treatments.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Diakses pada 2026. Cek Produk BPOM – Informasi Obat Antispasmodik dan Probiotik.

FAQ

1. Apa itu kode ICD 10 IBS?
Kode ICD 10 IBS (kategori K58) adalah sistem klasifikasi standar internasional yang digunakan oleh dokter untuk mencatat diagnosis Irritable Bowel Syndrome dalam rekam medis pasien.

2. Apakah IBS merupakan penyakit yang berbahaya?
IBS adalah kondisi kronis yang tidak berbahaya secara langsung atau mengancam jiwa, namun gejalanya sangat berpotensi menurunkan kualitas hidup penderitanya jika tidak ditangani dengan benar.

3. Berapa lama pengobatan IBS berlangsung?
IBS bersifat kronis sehingga pengobatannya berfokus pada manajemen gejala jangka panjang melalui pola makan, manajemen stres, serta penggunaan obat saat gejala kambuh.

4. Makanan apa saja yang harus dihindari oleh penderita IBS?
Penderita IBS disarankan membatasi makanan tinggi FODMAP seperti produk olahan susu, gorengan, makanan sangat pedas, kafein, alkohol, serta sayuran penghasil gas tinggi seperti kubis dan kembang kol.