Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD 10 Ischemic Heart Disease Secara Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Panduan Lengkap Kode ICD 10 Ischemic Heart Disease untuk Rekam Medis Pasien Tepat

Mengenal Kode ICD 10 Ischemic Heart Disease Secara LengkapMengenal Kode ICD 10 Ischemic Heart Disease Secara Lengkap

DAFTAR ISI


Ischemic Heart Disease (IHD) atau penyakit jantung iskemik adalah kondisi medis ketika aliran darah menuju otot jantung berkurang akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama kematian tertinggi di seluruh dunia, sehingga klasifikasi dan penanganannya memerlukan perhatian medis profesional.

Dalam dunia medis, klasifikasi diagnosis penyakit dicatat menggunakan sistem kodifikasi internasional yang disebut ICD-10 (International Classification of Diseases 10th Revision). Penggunaan kode ICD 10 sangat penting untuk standarisasi rekam medis, pelaporan epidemiologi, hingga klaim asuransi kesehatan.

Karena penyakit jantung iskemik merupakan kondisi medis serius yang membutuhkan pemeriksaan fisik mendalam, rekam jantung (EKG), hingga penanganan khusus dokter spesialis, kondisi ini tidak bisa diatasi dengan obat bebas tanpa resep. Evaluasi medis secara menyeluruh mutlak diperlukan untuk mencegah komplikasi fatal seperti serangan jantung mendadak.

Mengenal Kode ICD 10 Ischemic Heart Disease

Dalam sistem ICD-10, kelompok penyakit jantung iskemik dikategorikan dalam rentang kode I20 hingga I25. Pengkodean ini membedakan kondisi jantung berdasarkan manifestasi klinisnya, apakah bersifat akut, kronis, atau berupa nyeri dada spesifik (angina).

Kategori Kode ICD 10 Penyakit Jantung Iskemik

Berikut adalah rincian pembagian kode ICD 10 yang paling umum digunakan untuk penyakit jantung iskemik:

  • I20 (Angina Pectoris): Digunakan untuk kondisi nyeri dada akibat iskemia miokard. Terbagi lagi menjadi I20.0 (Unstable angina), I20.1 (Angina pectoris with documented spasm), dan I20.8/I20.9 (Angina pectoris bentuk lainnya).
  • I21 (Acute Myocardial Infarction): Kode untuk serangan jantung akut atau infark miokard akut. Contohnya I21.0 hingga I21.3 untuk ST-elevation myocardial infarction (STEMI) dan I21.4 untuk NSTEMI.
  • I22 (Subsequent Myocardial Infarction): Digunakan jika terjadi serangan jantung berulang dalam waktu 28 hari setelah serangan jantung pertama.
  • I24 (Other Acute Ischemic Heart Diseases): Mengencakup gangguan jantung iskemik akut lainnya, seperti sindrom koroner akut tertentu.
  • I25 (Chronic Ischemic Heart Disease): Digunakan untuk penyakit jantung iskemik kronis atau menahun, termasuk I25.1 (Atherosclerotic heart disease) yang sering menjadi penyebab utama penyumbatan pembuluh darah jantung.

Langkah Pencegahan Penyakit Jantung Iskemik

Penyakit jantung iskemik dapat dicegah dan dikendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Beberapa langkah efektif yang bisa kamu lakukan antara lain:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang rendah lemak jenuh dan tinggi serat.
  • Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu.
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari paparan asap rokok.
  • Mengontrol tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara berkala.
  • Mengelola stres dengan baik dan menjaga berat badan tetap ideal.

Studi Terkait

Berdasarkan riset kesehatan kardiovaskular global terbaru pada tahun 2026, penggunaan dokumentasi ICD-10 yang presisi pada pasien penyakit jantung iskemik secara signifikan membantu dokter dalam menentukan stratifikasi risiko dan intervensi dini. Studi tersebut juga menegaskan bahwa deteksi dini terhadap gejala angina (kode I20) dapat menurunkan risiko kejadian infark miokard akut hingga 35 persen melalui manajemen gaya hidup dan terapi medis terlaksana tepat waktu.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau kerabat mengalami gejala seperti nyeri dada sesak yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung, keringat dingin, serta sesak napas, jangan menunda untuk mencari bantuan medis. Segera konsultasikan keluhanmu dengan Dokter Spesialis Jantung di Halodoc untuk mendapatkan penanganan dan diagnosis awal yang akurat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi kesehatan di Halodoc aman, nyaman, dan terpercaya. Ada banyak keuntungannya, yaitu:

  • ✅ Dokter berlisensi: Memiliki legalitas resmi, berupa Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP).
  • ✅ Respon cepat: Dokter spesialis di Halodoc siap melayani konsultasi 24 jam responsif.
  • ✅ Privasi terjamin: Kerahasiaan data dan percakapan kamu dengan dokter terlindungi aman.
  • ✅ Praktis dan hemat waktu: Dapatkan saran kesehatan tanpa harus keluar rumah.
  • ✅ Dapat rekomendasi obat dan surat izin sakit: Jika dibutuhkan, dokter dapat memberikan resep obat atau surat izin sakit sesuai kondisi kamu.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – Ischemic Heart Diseases (I20-I25).
National Center for Biotechnology Information (NCBI) PubMed. Diakses pada 2026. Clinical Classification and Coding Standards for Ischemic Heart Disease.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Jantung Koroner.
American Heart Association (AHA). Diakses pada 2026. Warning Signs of a Heart Attack and Ischemic Heart Conditions.

FAQ

1. Apa arti kode ICD 10 I25.1?

Kode ICD 10 I25.1 mengacu pada Atherosclerotic heart disease. Kode ini digunakan untuk mendokumentasikan kondisi penyakit jantung akibat adanya penumpukan plak kolesterol pada dinding pembuluh darah koroner.

2. Apakah penyakit jantung iskemik sama dengan penyakit jantung koroner?

Ya, kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian. Penyakit jantung iskemik adalah kondisi kurangnya aliran darah ke jantung yang paling sering disebabkan oleh penyakit jantung koroner (arteri koroner yang menyempit).

3. Apakah obat penyakit jantung iskemik dijual bebas?

Tidak, obat-obatan untuk penyakit jantung iskemik tergolong obat keras. Penggunaannya harus berdasarkan evaluasi klinis dan resep resmi dari dokter spesialis jantung.

4. Bagaimana cara dokter mendiagnosis ischemic heart disease?

Dokter mendiagnosis kondisi ini melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes penunjang seperti rekam jantung (EKG), treadmill test, ekokardiografi, hingga angiografi koroner.