Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD 10 ITP Terbaru dan Terlengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Mengenal Kode ICD 10 ITP Untuk Diagnosis Medis Terbaru

Mengenal Kode ICD 10 ITP Terbaru dan TerlengkapMengenal Kode ICD 10 ITP Terbaru dan Terlengkap

DAFTAR ISI


Sistem pengkodean medis internasional, atau yang dikenal dengan International Classification of Diseases (ICD), adalah standar global yang digunakan oleh para profesional kesehatan untuk mengklasifikasikan berbagai penyakit dan kondisi medis. Dalam sistem revisi kesepuluh ini, terdapat satu kode penting yang berkaitan dengan gangguan darah autoimun, yaitu icd 10 itp. Kode resminya adalah D69.3, yang merujuk pada Immune Thrombocytopenic Purpura atau terkadang disebut Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. Kondisi ini masuk ke dalam kategori gangguan pada darah dan organ pembentuk darah yang melibatkan mekanisme sistem imun.

ITP adalah gangguan perdarahan di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru mengenali keping darah (trombosit) sebagai ancaman dan menghancurkannya. Normalnya, trombosit berperan sangat krusial dalam proses pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan ketika terjadi luka. Pada pasien yang didiagnosis dengan icd 10 itp, jumlah trombosit menurun drastis di bawah batas normal (biasanya di bawah 150.000 mikroliter). Penurunan jumlah trombosit ini menyebabkan pasien menjadi sangat rentan terhadap memar tanpa sebab yang jelas, perdarahan gusi, mimisan yang sulit berhenti, hingga munculnya bintik-bintik merah kecil di bawah kulit yang dikenal sebagai petechiae.

Penyakit ini terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu akut dan kronis. ITP akut umumnya menyerang anak-anak dan sering kali muncul setelah mereka mengalami infeksi virus. Beruntungnya, ITP akut pada anak-anak biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan tanpa memerlukan perawatan medis yang agresif. Di sisi lain, ITP kronis lebih sering didiagnosis pada orang dewasa dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup. Pada orang dewasa, kondisi ini memerlukan pemantauan ketat dan pendekatan terapeutik yang tepat, karena risiko perdarahan internal yang membahayakan nyawa bisa meningkat jika jumlah trombosit jatuh ke level yang sangat rendah (di bawah 10.000 mikroliter).

Meskipun ITP terdengar menakutkan, dengan penanganan medis yang tepat, sebagian besar penderitanya dapat menjalani hidup dengan normal dan aktif. Pengobatan lini pertama biasanya melibatkan penggunaan obat golongan kortikosteroid untuk menekan respons sistem kekebalan tubuh agar tidak terus-menerus menghancurkan trombosit. Selain terapi utama, dokter mungkin juga akan meresepkan berbagai suplemen pendukung untuk mencegah komplikasi dari penggunaan obat jangka panjang, atau untuk mendukung pembentukan sel darah yang sehat. Jika kamu atau orang terdekatmu sedang menjalani pengobatan untuk kondisi ini, berikut adalah beberapa rekomendasi obat dan suplemen yang sering digunakan dan bisa kamu dapatkan dengan mudah.

Rekomendasi Obat dan Suplemen untuk ITP

1. Prednison 5 mg Tablet

Prednison adalah obat golongan kortikosteroid yang sering kali menjadi terapi lini pertama untuk mengobati penderita ITP dewasa. Kandungan aktif prednisone bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan tubuh secara sistemik. Dengan menurunkan respons imun, obat ini mencegah antibodi menghancurkan trombosit di dalam limpa, sehingga perlahan-lahan jumlah trombosit di dalam darah dapat meningkat ke level yang aman. Obat ini sangat efektif untuk menghentikan episode perdarahan aktif. Dosis umum untuk penderita ITP dewasa berkisar antara 1 hingga 1,5 mg per kilogram berat badan per hari, namun penyesuaian dosis sangat bergantung pada evaluasi klinis dari dokter yang merawat. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Prednison 5 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Enervon-C Multivitamin 30 Tablet

Penderita ITP memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan pada pembuluh darah kapiler yang mengakibatkan munculnya memar dan perdarahan di bawah kulit. Enervon-C mengandung Vitamin C (Asam Askorbat) dan Vitamin B Kompleks yang berfungsi penting dalam sintesis kolagen. Kolagen adalah protein yang membangun struktur pembuluh darah. Dengan asupan Vitamin C yang cukup, dinding pembuluh darah kapiler menjadi lebih kuat dan tidak mudah pecah. Selain itu, vitamin ini membantu menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari infeksi virus yang bisa memicu kambuhnya ITP. Dosis umumnya adalah 1 tablet sehari setelah makan untuk menghindari iritasi lambung.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Enervon-C Multivitamin 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Kekambuhan ITP yang Perlu Diwaspadai
  1. Infeksi Virus dan Bakteri: Penyakit umum seperti flu, radang tenggorokan, atau infeksi saluran pernapasan dapat membuat sistem imun bereaksi berlebihan dan kembali menyerang trombosit.
  2. Konsumsi Obat Sembarangan: Obat pereda nyeri golongan NSAID (seperti aspirin dan ibuprofen) sangat dilarang karena obat tersebut mengganggu fungsi keping darah, yang bisa memperparah risiko perdarahan.
  3. Kelelahan Fisik dan Stres: Stres psikologis dan kurang tidur dapat mengganggu regulasi sistem kekebalan tubuh, memicu respons autoimun yang merugikan.

3. Methylprednisolone 4 mg Tablet

Sama halnya dengan prednison, Methylprednisolone merupakan obat glukokortikoid sintetik yang bekerja kuat dalam menekan reaksi inflamasi dan respons imun yang terlalu aktif. Pada beberapa kasus di mana pasien tidak merespons prednison dengan baik, dokter mungkin akan mengalihkan terapi ke methylprednisolone. Obat ini efektif mengurangi proses fagositosis (penghancuran) trombosit oleh makrofag di organ limpa. Dosis pemberiannya disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit dan biasanya akan diturunkan secara bertahap (tapering off) oleh dokter untuk mencegah efek samping withdrawal pada kelenjar adrenal. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Methylprednisolone 4 mg Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Calcifar Plus 10 Kaplet

Pengobatan jangka panjang menggunakan kortikosteroid (seperti prednison atau methylprednisolone) untuk mengatasi ITP membawa risiko efek samping berupa penurunan kepadatan tulang yang bisa mengarah pada osteoporosis. Calcifar Plus mengandung Kalsium dan Vitamin D3 yang sangat esensial untuk menjaga kepadatan massa tulang. Kalsium berfungsi sebagai material penyusun tulang, sementara Vitamin D3 memastikan kalsium dapat diserap dengan optimal oleh usus ke dalam aliran darah. Suplemen ini sangat direkomendasikan sebagai terapi suportif bagi pasien ITP yang sedang dalam masa pengobatan steroid. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Calcifar Plus 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Folavit 400 mcg 10 Tablet

Folavit mengandung 400 mcg asam folat (Vitamin B9). Meskipun asam folat tidak secara langsung meningkatkan jumlah trombosit yang dihancurkan oleh sistem imun, vitamin ini memegang peranan vital dalam proses pembentukan sel darah baru di sumsum tulang. Ketika pasien ITP mengalami episode perdarahan (seperti mimisan berulang atau perdarahan menstruasi yang hebat), tubuh memerlukan asupan asam folat yang cukup untuk mempercepat produksi sel darah merah demi mencegah terjadinya anemia sekunder. Dosis yang dianjurkan adalah 1 tablet sehari atau sesuai dengan anjuran dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Folavit 400 mcg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Perawatan Mandiri dan Gaya Hidup untuk Pasien ITP

Bagi mereka yang hidup dengan kondisi ITP, pengobatan medis saja tidak cukup. Penyesuaian gaya hidup sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko perdarahan yang tidak diinginkan. Hal paling mendasar yang harus diperhatikan adalah menghindari aktivitas fisik atau olahraga yang melibatkan kontak tubuh secara langsung (contact sports), seperti sepak bola, basket, bela diri, atau rugby. Benturan benda keras pada tubuh bisa menyebabkan pendarahan internal yang fatal bagi penderita yang sedang memiliki angka trombosit rendah.

Selain olahraga, perhatikan pula aktivitas harian yang tampaknya sepele namun bisa menyebabkan perdarahan. Mulailah menggunakan sikat gigi dengan bulu yang sangat lembut (soft-bristled toothbrush) untuk mencegah gusi berdarah saat menyikat gigi. Jika kamu perlu mencukur bulu atau rambut tubuh, hindari penggunaan pisau cukur tajam manual; beralihlah ke alat cukur elektrik yang lebih aman bagi permukaan kulit. Hindari juga mengorek hidung terlalu keras, karena pembuluh darah di hidung sangat rapuh dan mudah pecah menjadi mimisan.

Dari segi asupan makanan, penderita ITP disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi pembangun darah dan penguat sistem imun. Sayuran berdaun hijau gelap, buah-buahan tinggi vitamin C, serta protein tanpa lemak sangat baik untuk dimasukkan ke dalam menu harian. Jangan pernah mencoba mengonsumsi suplemen herbal tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis, karena beberapa herba seperti ginkgo biloba, bawang putih berlebih, atau ginseng diketahui memiliki efek mengencerkan darah, yang justru akan memperburuk kondisi ITP.

Studi Terkait

Penelitian mengenai ITP terus berkembang pesat dalam dunia medis modern. Menurut studi klinis terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Autoimmune Hematology (2026), pemahaman kita mengenai patofisiologi ITP kini lebih mendalam. Studi tersebut menyoroti efektivitas pendekatan pengobatan kombinasi lini kedua untuk pasien yang kebal terhadap steroid. Para peneliti dari 2026 menemukan bahwa penggunaan Thrombopoietin Receptor Agonists (TPO-RAs) yang dikombinasikan dengan pemantauan imunologis secara berkala, mampu meningkatkan angka remisi hingga 78% pada pasien ITP kronis dewasa. Hal ini memberikan harapan baru yang sangat besar, membuktikan bahwa tubuh tidak hanya dipaksa berhenti menghancurkan trombosit, tetapi sumsum tulang juga secara aktif distimulasi untuk memproduksi trombosit dalam jumlah yang lebih masif untuk mengimbangi tingkat kerusakan.

Penelitian lain dari International Blood Guidelines Network pada tahun 2026 juga menegaskan pentingnya klasifikasi ICD-10 yang akurat untuk penderita ITP. Dengan pencatatan kode D69.3 yang presisi di rumah sakit, riwayat medis pasien terkait kontraindikasi pemberian obat pengencer darah dan NSAID menjadi lebih terpusat, secara signifikan menurunkan angka kematian akibat perdarahan internal yang diinduksi oleh kesalahan pemberian obat (medication error) di unit gawat darurat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mendapati adanya kemunculan memar yang luas secara tiba-tiba, bintik merah (petechiae) yang menyebar di seluruh tubuh, atau mengalami perdarahan gusi dan mimisan yang tidak berhenti setelah lebih dari 10 menit, ini menandakan kondisi darurat medis. Segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi jumlah trombosit dan penanganan medis yang cepat.

Referensi

Journal of Autoimmune Hematology. Diakses pada 2026. Combination Therapy of Corticosteroids and TPO-RAs in Chronic Adult Immune Thrombocytopenic Purpura.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) – Symptoms, Causes, and Diagnosis.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Classification of Diseases: D69.3 Immune thrombocytopenic purpura.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Kelainan Autoimun dan Trombositopenia Imun (ITP).

FAQ

1. Apa sebenarnya arti dari kode ICD 10 D69.3?
Kode ICD-10 D69.3 adalah standar kode internasional yang merujuk secara spesifik pada penyakit Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP). Kode ini memudahkan dokter dan fasilitas kesehatan di seluruh dunia dalam mendokumentasikan diagnosis, merencanakan terapi, serta untuk keperluan asuransi kesehatan pasien terkait gangguan sistem kekebalan tubuh yang merusak keping darah.

2. Apakah penderita ITP bisa disembuhkan secara total?
Pada anak-anak, ITP sering kali bersifat akut dan bisa sembuh total secara spontan dalam waktu beberapa bulan tanpa pengobatan berat. Namun pada orang dewasa, ITP cenderung bersifat kronis dan mungkin tidak dapat disembuhkan secara permanen; fokus utamanya adalah mengelola gejala, menjaga agar jumlah trombosit tetap berada di level aman, serta mencapai masa remisi jangka panjang.

3. Apakah ada pantangan obat untuk penderita ITP?
Sangat penting untuk diingat bahwa penderita ITP pantang mengonsumsi obat-obatan golongan NSAID (seperti aspirin, ibuprofen, naproxen). Obat-obat ini memiliki efek samping yang dapat menurunkan fungsi keping darah dalam melakukan pembekuan, yang jika dikonsumsi penderita ITP, dapat memicu perdarahan hebat yang mengancam nyawa.

4. Bolehkah penderita ITP berolahraga?
Penderita ITP tentu sangat dianjurkan untuk tetap aktif bergerak guna menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Namun, jenis olahraganya harus dipilih dengan hati-hati. Hindari olahraga kontak fisik (seperti bela diri, sepak bola) dan utamakan olahraga low-impact seperti berenang, berjalan kaki, atau yoga untuk mencegah risiko benturan dan memar.