
Mengenal Kode ICD 10 Keloid Scar Secara Lengkap dan Jelas
Kode ICD 10 keloid scar untuk diagnosa medis yang akurat dan tepat bagi pasien.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Kode ICD-10 Keloid Scar?
- Penyebab dan Gejala Keloid Scar
- Metode Penanganan Keloid Scar secara Medis
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Pernahkah kamu memperhatikan bekas luka yang tumbuh melebihi batas luka aslinya dan tampak menebal? Kondisi ini dikenal secara medis sebagai keloid scar atau jaringan parut keloid. Keloid dapat muncul di area kulit mana pun setelah mengalami cedera, seperti luka bakar, luka operasi, hingga bekas jerawat.
Dalam dunia medis dan dokumentasi rekam medis klinis, setiap penyakit dan kondisi kesehatan memiliki pengkodean standar internasional yang disebut sistem ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision). Sistem ini memudahkan dokter dan fasilitas kesehatan dalam mengklasifikasikan diagnosis pasien secara konsisten.
Memahami kode ICD-10 keloid scar sangat penting, terutama bagi tenaga medis, staf administrasi rumah sakit, maupun pasien yang membutuhkan klaim asuransi atau pemahaman atas tindakan medis yang dijalani. Penanganan keloid umumnya memerlukan prosedur dermatologi khusus dan penanganan langsung oleh tenaga medis profesional.
Apa Itu Kode ICD-10 Keloid Scar?
Dalam klasifikasi ICD-10, kode untuk keloid scar adalah L91.0 (Hypertrophic scar / Keloid scar). Kode ini masuk ke dalam kategori utama penyakit kulit dan jaringan subkutan (L00–L99), spesifik pada kelompok kelainan jaringan ikat lokal pada kulit.
Kode L91.0 mencakup pembentukan jaringan parut fibrotik berlebih akibat respons penyembuhan luka yang abnormal. Penggunaan kode ICD-10 yang tepat membantu dokter menyusun rencana terapi yang sesuai, baik berupa terapi injeksi, bedah eksisi, maupun kombinasi terapi lainnya.
Penyebab dan Gejala Keloid Scar
Keloid scar terbentuk akibat produksi kolagen yang berlebihan saat tubuh berusaha menyembuhkan jaringan kulit yang rusak. Beberapa pemicu umum terbentuknya keloid meliputi:
- Luka bakar atau luka bakar bahan kimia.
- Bekas jerawat atau bisul yang meradang.
- Luka operasi, bekas tindikan, atau tato.
- Luka goresan dan trauma fisik pada kulit.
Gejala utama keloid scar ditandai dengan munculnya benjolan padat berwarna kemerahan, keunguan, atau lebih gelap dari warna kulit sekitarnya. Bekas luka ini sering kali terasa gatal, agak nyeri saat disentuh, dan ukurannya dapat terus membesar seiring waktu.
Metode Penanganan Keloid Scar secara Medis
Keloid scar tidak dapat dihilangkan secara efektif hanya dengan obat bebas, melainkan membutuhkan tindakan medis spesifik dari dokter spesialis kulit. Beberapa metode penanganan yang umum digunakan meliputi:
- Injeksi Kortikosteroid Intralesional: Menyuntikkan steroid langsung ke jaringan keloid untuk mengempiskan benjolan dan mengurangi rasa gatal.
- Terapi Laser (Pulsed-Dye Laser): Membantu meratakan benjolan dan menyamarkan kemerahan pada keloid.
- Krioterapi (Cryotherapy): Menggunakan cairan nitrogen dingin untuk membekukan jaringan keloid agar ukurannya mengecil.
- Pembedahan Eksisi: Mengangkat keloid secara bedah, yang biasanya dikombinasikan dengan injeksi steroid atau radioterapi untuk mencegah rekurensi (kambuh kembali).
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu memiliki bekas luka yang membesar, terasa nyeri, gatal berkepanjangan, atau mengganggu penampilan, segera konsultasikan kondisi ini dengan Dokter Spesialis Dermatologi di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Studi Terkait
Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Dermatological Treatment menunjukkan bahwa kombinasi terapi injeksi triamcinolone acetonide dengan terapi laser pulsed-dye memberikan hasil yang signifikan dalam mengurangi ketebalan keloid scar hingga lebih dari 75% serta meminimalkan risiko kambuh kembali dibandingkan terapi tunggal.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Kondisi keloid scar memerlukan evaluasi langsung oleh tenaga medis profesional untuk menentukan terapi yang paling sesuai. Kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter siap memberikan diagnosis yang akurat serta rujukan perawatan dermatologis yang kamu butuhkan secara aman dan praktis.
FAQ
1. Berapa kode ICD-10 untuk keloid scar?
Kode ICD-10 resmi untuk keloid scar adalah L91.0, yang mencakup kondisi parut hipertrofik dan keloid.
2. Apakah keloid scar bisa hilang total dengan salep biasa?
Salep atau gel bebas umumnya hanya membantu merawat kelembapan kulit, namun tidak bisa menghilangkan benjolan keloid secara permanen tanpa tindakan medis seperti injeksi steroid atau laser.
3. Apakah operasi pengangkatan keloid aman dilakukan?
Pembedahan eksisi aman dilakukan, tetapi berisiko menyebabkan keloid tumbuh kembali dengan ukuran lebih besar jika tidak dikombinasikan dengan injeksi kortikosteroid atau terapi radiasi.
4. Apakah pembentukan keloid tergolong kondisi genetik?
Ya, faktor genetik dan jenis kulit (terutama pemilik warna kulit lebih gelap) memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami pembentukan keloid scar setelah mengalami cedera kulit.




