Mengenal kode diagnosis icd 10 milia untuk identifikasi kondisi bintik putih pada kulit wajah.

DAFTAR ISI
- Mengenal Kode ICD 10 Milia dan Pengertiannya
- Penyebab dan Gejala Milia
- Cara Mengatasi dan Mencegah Milia
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Milia adalah benjolan kecil berwarna putih atau kekuningan yang sering muncul di permukaan kulit, terutama pada area wajah seperti di sekitar mata, hidung, dan pipi. Kondisi ini terbentuk akibat penumpukan sel kulit mati atau protein keratin yang terperangkap di bawah lapisan kulit. Meskipun tampak mirip dengan jerawat atau komedo putih, milia sebenarnya merupakan kista jinak yang tidak bersifat menular maupun berbahaya.
Dalam dunia medis, setiap penyakit atau kondisi klinis diklasifikasikan menggunakan sistem kode internasional yang disebut International Classification of Diseases revisi ke-10 (ICD-10). Pencatatan kode ICD 10 milia berfungsi untuk membantu dokter, fasilitas kesehatan, dan penyedia asuransi dalam mendokumentasikan diagnosis pasien secara seragam dan akurat.
Milia dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi baru lahir (milia neonatal) hingga orang dewasa. Sebagian besar kasus milia tergolong ringan dan dapat hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu tanpa memerlukan obat-obatan khusus. Namun, pemahaman akan kode diagnosis dan penanganan yang tepat sangat penting agar kamu tidak keliru dalam merawat kulit.
Mengenal Kode ICD 10 Milia dan Pengertiannya
Kode ICD 10 yang digunakan untuk mendiagnosis milia adalah L72.0, yang secara spesifik merujuk pada Epidermal cyst (kista epidermal) termasuk milia. Pengkodean ini berada di bawah kategori gangguan pada kulit dan jaringan subkutan (L00–L99).
Pencatatan medis menggunakan kode L72.0 mempermudah tenaga kesehatan untuk membedakan milia dari jenis lesi kulit lainnya, seperti komedo (L70.0), moluskum kontagiosum (B08.1), atau keratosis seboroik (L82). Diagnosis tepat sangat diperlukan agar tindakan eksfoliasi atau penanganan kosmetik yang dilakukan tidak memicu iritasi jaringan kulit.
Penyebab dan Gejala Milia
Milia terjadi ketika serpihan sel kulit mati atau keratin tidak berhasil terkelupas secara alami dan terperangkap di bawah folikel rambut atau pori-pori kulit. Penyebab milia terbagi menjadi dua kategori utama:
- Milia Primer: Muncul secara spontan akibat kelenjar keringat atau folikel kulit yang belum berkembang sempurna. Jenis ini sangat umum terjadi pada bayi baru lahir.
- Milia Sekunder: Dipicu oleh kerusakan jaringan kulit, seperti luka bakar, lepuhan kulit, paparan sinar matahari berlebih, penggunaan krim kortikosteroid jangka panjang, atau prosedur perawatan wajah yang terlalu agresif.
Gejala utama milia meliputi benjolan kecil berukuran 1–2 milimeter yang bertekstur keras, berwarna putih keputihan atau kekuningan, serta tidak disertai gatal maupun rasa nyeri.
Cara Mengatasi dan Mencegah Milia
Milia adalah kondisi kista jinak di bawah kulit yang umumnya dapat sembuh sendiri tanpa memerlukan pengobatan obat khusus. Meski demikian, ada beberapa langkah perawatan kulit mandiri yang aman untuk membantu mempercepat proses pemulihan:
- Membersihkan Wajah Secara Teratur: Gunakan sabun pembersih wajah berbahan lembut setiap hari untuk mengangkat kotoran dan minyak berlebih.
- Lakukan Eksfoliasi Lembut: Penggunaan bahan eksfoliasi seperti produk berbahan dasar asam salisilat (SCA) atau AHA/BHA secara berkala membantu mengangkat sel kulit mati.
- Gunakan Sunscreen: Pengaplikasian tabir surya dengan SPF minimal 30 melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet.
- Hindari Memencet Milia: Dilarang keras menekan atau memecahkan milia secara paksa karena dapat menyebabkan infeksi dan bekas luka permanen.
Studi Terkait
Berdasarkan riset klinis yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, milia sekunder sering kali berkorelasi erat dengan atrofi epidermaldan paparan sinar ultraviolet kronis. Penelitian tersebut menegaskan bahwa penanganan milia lebih dianjurkan melalui perawatan eksfoliasi suportif serta prosedur ekstraksi steril oleh tenaga medis, ketimbang penggunaan obat topikal pemungkas keras.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika milia pada kulit tidak kunjung hilang setelah beberapa bulan, bertambah banyak, berada di area sensitif sekitar kelopak mata, atau menimbulkan rasa tidak nyaman, segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang aman.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi masalah kesehatan kini makin mudah dengan fitur chat dokter di Halodoc. Kamu bisa langsung terhubung dengan dokter spesialis tepercaya kapan saja dan di mana saja.
- ✅ Dokter berlisensi: Konsultasi dilayani oleh dokter ahli yang memiliki STR dan SIP resmi.
- ✅ Respon cepat & 24 jam: Layanan tersedia kapan pun kamu membutuhkan, tanpa perlu membuat janji temu yang rumit.
- ✅ Hemat waktu & biaya: Lebih praktis tanpa harus keluar rumah dan antre di fasilitas kesehatan.
- ✅ Privasi terjamin: Sesi konsultasi berlangsung secara aman dan terjaga kerahasiaannya.
Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD-10) – L72.0 Epidermal cyst.
Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. Diakses pada 2026. Diagnosis and Clinical Management of Benign Epidermal Cysts and Milia.
WebMD. Diakses pada 2026. Understanding Milia: Causes, Symptoms, and Treatment Options.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Milia: Symptoms and Causes.
FAQ
Berapa kode ICD 10 untuk milia?
Kode ICD 10 untuk milia adalah L72.0. Kode ini tergolong ke dalam kelompok kista epidermal pada sistem klasifikasi penyakit internasional.
Apakah milia membutuhkan obat khusus atau operasi?
Milia umumnya tergolong jinak dan tidak membutuhkan obat-obatan keras. Pada sebagian besar kasus, milia dapat menghilang sendiri, atau dihilangkan melalui prosedur ekstraksi sederhana oleh dokter spesialis kulit.
Apakah memencet milia sendiri di rumah aman?
Sangat tidak disarankan memencet milia sendiri karena letaknya di bawah lapisan kulit. Memencet milia tanpa alat steril dapat menyebabkan iritasi, infeksi bakteri, dan meninggalkan bekas luka permanen.
Berapa lama milia biasanya akan hilang?
Pada bayi baru lahir, milia biasanya hilang dalam beberapa minggu. Pada orang dewasa, milia dapat bertahan selama beberapa bulan hingga hitungan tahun jika tidak dibantu dengan eksfoliasi atau perawatan medis yang tepat.





